shoutmix


ShoutMix chat widget

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 April 2014

Pemerintah Selidiki Telkomsel dan Indosat Terkait Isu Penyadapan

— Dua operator telepon seluler Indonesia, Indosat dan Telkomsel, diduga terkait dugaan penyadapan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (National Security Agency–NSA) dan Direktorat Intelijen Australia (Australia Signals Directorate-ASD), seperti yang dibocorkan bekas kontraktor NSA Edward Snowden.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Gatot S.Dewa Broto, kepada VOA menjelaskan Kominfo masih tunggu laporan lengkap dari Kementrian Luar Negeri terkait kasus penyadapan ini, Rabu (19/2).

"Kominfo itu belum menerima materi sepenuhnya laporan tentang penyadapan dari Kemenlu. Selama ini, kami taunya dari media massa. Tapi ini tetap menjadi perhatian kami," kata Gatot S.Dewa Broto.

"Ini kan hampir mirip dengan kasus penyadapan (oleh)  Australia beberapa bulan lalu. Nanti kalau sudah ada info lebih lanjut dan komprehensif dari kemenlu, tentunya kami akan ambil tindakan. Tentu kami akan minta klarifikasi dari dua operator terkait," lanjutnya.

Gatot menambahkan, jika memang terbukti ada keterlibatan dari dua operator itu dalam kasus penyadapan ini, maka pihak Kominfo tidak segan-segan memberikan sanksi tegas yang bisa berujung pada pencabutan izin operasi.

"Menyadap itu tidak sulit. Alatnya itu juga ada (ditengah masyarakat). Makanya kami sering melakukan razia atau sweeping. Ancaman hukuman antara 10 hingga 15 tahun penjara jika terbukti melakukan penyadapan. Kalo memang terbukti, ya kita juga akan cabut izin operasi dan usahanya operator itu," jelas Gatot S.Dewa Broto.


Seorang petugas tengah berjaga di depan kantor PT Indosat di Jakarta, 7 Mei 2010 (Foto: dok).Seorang petugas tengah berjaga di depan kantor PT Indosat di Jakarta, 7 Mei 2010 (Foto: dok).
Sebelumnya Australia juga pernah terlibat isu penyadapan pada November 2013 silam. Penyadapan dari pihak intelijen Australia itu dilakukan melalui percakapan melalui telepon seluler mulai dari pejabat negara setingkat menteri hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara pada rentang tahun 2009. Pada masa itu Indonesia tengah melakukan Pemilihan Umum. Dari hasil penyelidikan Kominfo dan pihak terkait saat itu tidak ada keterlibatan perusahaan operator telekomunikasi Indonesia.

Harian The New York Times pada akhir pecan lalu menurunkan bocoran informasi dari mantan kontraktor NSA, Edward Joseph Snowden. Amerika Serikat dan Australia dilaporkan berbagi akses untuk perusahaan telekomunikasi Indonesia. National Security Agency (NSA) dikabarkan memberi akses untuk mengambil data dari Indosat. Sedangkan Australian Signals Directorate (ASD) memiliki 1,8 juta kode enkripsi dari Telkomsel.

Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry membantah adanya dugaan penyadapan oleh Amerika Serikat terhadap pengguna operator telepon seluler di Indonesia.

"Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Presiden Barrack Obama dalam pidatonya mengenai hal ini. Amerika Serikat tidak melakukan upaya intelejen kolektif yang diminta oleh perusahaan-perusahaan AS. Dan dengan reformasi ini dapat berdampak bahwa kami memiliki transparansi dan akuntabilitas yang melindungi hal-hal yang menajdi perhatian semua orang," kata Menlu AS John Kerry.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengungkapkan kekecewaan Indonesia atas penyadapan kali kedua yang kembali diduga melibatkan Pemerintah Australia melalui Direktorat Intelijen Australia.

"Dengan pemerintah Australia, kita sampaikan bahwa tindakan seperti ini tidak sesuai dengan semangat kemitraan kedua negara. Australia harus segera mengambil keputusan, Indonesia dianggap sebagai sahabat atau sebagai musuh?," kata Menlu RI, Marty Natalegawa.

Gaya sensitif Ibu Ani di Instagram, mudah sewot oleh kritik

Bergaul di media sosial harus pandai-pandai menjaga emosi. Apalagi jika Anda seorang public figure atau tokoh yang postingannya selalu diperhatikan para follower. Salah berkomentar, Anda malah akan menjadi bulan-bulanan dan di-bully habis-habisan.

Fenomena ini yang dirasakan oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono . Dari beberapa media sosial yang ada, Bu Ani paling eksis di situs berbagi foto Instagram. Hal ini didukung hobi fotografi yang dilakukan Bu Ani sejak dulu. Dalam sebuah postingannya, Bu Ani mengatakan tahun 1976 mendapat hadiah perkawinan sebuah tustel (kamera foto) dari orang tuanya.

Sikap sewot Bu Ani di Instagram yang paling fenomenal ketika berdebat dengan beberapa followernya soal gambar sang cucu, Almira Tunggadewi yang akrab disapa Aira. Pada foto yang diposting itu, Aira tengah berpose di teras Istana Merdeka berlatar belakang Monumen Nasional dan ondel-ondel saat pelaksanaan Kirab Budaya dalam rangka HUT ke-68 RI bulan Agustus 2013 lalu.

Beberapa komentar awal foto itu tidak ada yang memancing Bu Ani untuk membalas sampai beberapa akun menanyakan keaslian foto itu hasil editan atau bukan. "Foto ini hanya dicrop. Kalau Aira tampak besar, memang dia berdiri di teras Istana Merdeka, sementara itu saya motret juga di dekat Aira, di teras yang sama. Ini kan ketika kita menonton pawai budaya dalam rangka HUT Kemerdekaan RI," jawab Bu Ani.

Penjelasan itu tidak memuaskan follower Bu Ani meski ada yang mendukung penjelasan Bu Ani. Beberapa kali dia menjelaskan dengan sabar sampai akhirnya dia terpancing emosi. "subhanallah, ya ampun yang motret itu saya atau sampeyan sih? Koq pada ngotot begitu?!.

"Jadi sampeyan percaya kalau hanya kaya editan tetapi bukan editan? Kalau begitu, Terima Kasih. Paling sakit kalau dibilang bohong," balas @aniyudhoyono.

Perdebatan memuncak sampai-sampai Bu Ani memblok akun yang mendebatnya soal keaslian foto. Akhirnya, Bu Ani mengakhiri debat dengan sebuah komentar yang berisi klarifikasi.

"1. Untuk apa saya mengedit foto Aira agar menempel di situ? 2. Saya bukan fotografer profesional, teknik saya memotret biasa2 saja. Saya tidak pernah merasa sekelas Natgeo. 3. Saya memotret hanya karena hobby. 4. Saya aktif di IG sekedar untuk sharing foto karena mungkin banyak moment baik yang belum tentu dipunyai orang lain. 5. Sama sekali tidak bermaksud untuk dipuji2. 6. bagi yang ingin menikmati karya saya, silakan, alhamdulillah. 7. Saya akhiri perdebatan tentang foto ini. Editan apa bukan. Terserah pendapat masing2. Salam penuh kejujuran dan ketulusan," tulis dia.

Sejak perdebatan itu, akun Instagram Bu Ani mulai mendapat perhatian, terutama jika Bu Ani berkomentar pedas atas pertanyaan followernya. Bahkan dalam kesempatan lain, Ibu Ani sampai menyebut followernya bodoh. Foto keluarga SBY beserta anak dan mantunya di Pantai Klayar, Pacitan yang semuanya memakai batik menjadi penyebabnya.

"@erie_nya Subhanallah, komentar anda yang sangat bodoh. Koq anda tidak berpikir bahwa kami sedang melakukan kunjungan, dan mampir sebentar ke pantai itu, sekalian lewat? Come on, apa tak ada komentar lain yang lebih bisa diterima siapa saja? Baju batik sudah dikenakan dimana2, bukan hanya untuk acara resmi saja, namun juga acara setengah resmi, bahkan santai," tulis Bu Ani dalam instagramnya.

Kemudian soal kebiasaan Ibas yang selalu mengenakan kaos atau kemeja lengan panjang yang ditanyakan followernya yang langsung direspons. "Ada masalah dengan baju Ibas?" Ibu Ani balik bertanya. Selang beberapa menit, Ibu Ani kembali menjawab agak panjang lebar. "setiap orang punya cita rasa berpakain sendiri2, tak perlu dipermasalahkan. Mau lengan pendek, mau lengan panjang, terserah saja, sepanjang yang bersangkutan merasa nyaman," tulis Ani.

Komentar sewot lainnya soal foto memasak Ibu Ani. Dia menanggapi dengan pedas soal pertanyaan gaya rambutnya saat memasak. "Memang salah? lagi pula rambut saya hanya pakai bando saja, Cepol apa? Perhatikan baik2 dong, Sebetulnya mau disanggul, mau diurai, mau diikat rambutnya ketika masak, sah2 saja memang ada aturannya?" sahutnya.

Bu Ani juga kesal ketika ditanya soal banjir saat dia memposting foto cucunya Airlangga. "@zhafirapsp Lho ibu Jokowi dan ibu Ahok ke mana ya? Koq saya yang dimarahi?" jawab dia dengan ketus.

Terakhir, Bu Ani juga sewot ketika followernya bertanya apakah kamera yang kerap dipakai itu milik pribadi atau milik negara. Dia pun menjawab, "@adhityaanp pertanyaan anda agak keterlaluan, tapi akan saya jawab biar gamblang. Yang dipakai oleh biro pers, kemungkinan punya Negara. Kalau yang dipakai saya tentu milik pribadi. Ingat jauh sebelum jadi ibu Negara, pada tahun 1976 saya mendapat hadiah perkawinan sebuah tustel dari ortu (orang tua). Paham?"

Setelah serangkaian komentar pedas itu, pertengahan pekan lalu, Ibu Ani menyampaikan permintaan maaf. "Saya mengucapkan terima kasih atas dorongan semangat dan interaksi para followers di akun saya ini. Jika selama ini ada kata-kata saya yang mungkin menyinggung perasaan sebagian followers, atau kurang berkenan, saya mohon maaf. Mari terus berbagi cerita dan memori melalui foto-foto di Instagram." tulisnya dalam postingan pada Rabu (22/1).

Di mata Psikolog Universitas Indonesia, Tara Adhisti de Thouars, menjadi pengguna jejaring sosial harus siap dengan konsekuensinya seperti dikritik pihak lain. Tara menuturkan, Ibu Ani cenderung sensitif dan defensif ketika pertanyaan atau pernyataan followersnya cenderung mengkritik. Padahal komentar-komentar itu tak perlu dijawab dengan emosi.

"Bisa jadi Ibu Ani memang pribadi yang sensitif atau bisa juga karena stres, akibatnya cenderung sulit berpikir positif dan defensif serta sering menganggap di posisi yang benar," jelas Tara saat dihubungi merdeka.com, beberapa waktu lalu.

Sementara pengamat komunikasi dari UI Devie Rahmawati menilai permintaan maaf yang disampaikan Bu Ani agak terlambat karena komentar-komentar pedasnya terlanjur menjadi kontroversi. Setiap orang, lanjut Devie, tidak terkecuali pejabat, harus memahami betul medan komunikasi dari media sosial. Bila tidak, tambahnya, konten yang sebenarnya positif, namun tidak sesuai dengan konteks dan salurannya, dapat membuat seseorang seperti melakukan 'bunuh diri' komunikasi.

"Keterlambatan respons terhadap reaksi netizen, menunjukkan bahwa Bu Ani, sekali lagi tidak memahami dunia yang sedang diarungi oleh beliau. Dunia media sosial, ialah dunia percakapan, yang menuntut ketersegeraan," tandasnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More