shoutmix


ShoutMix chat widget

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

tugas bahasa indonesia 6 semester 6 [perbedaan karya ilmiah dan non ilmiah]

Karya Ilmiah & Karya Non Ilmiah

A. Karya Ilmiah

1. Pengertian

Ada beberapa pengertian dari karya ilmiah, yakni :

a.         Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11).

b.         Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.

c.         Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umum serta ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya

d.         Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu permasalahan. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang diperoleh melalui suatu penelitian. Karya tulis ilmiah melalui penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang sistematis untuk memperoleh jawaban secara ilmiah terhadap permasalahan yang diteliti. Untuk memperjelas jawaban ilmiah berdasarkan penelitian, penulisan karya tulis ilmiah hanya dapat dilakukan sesudah timbul suatu masalah, yang kemudian dibahas melalui penelitian dan kesimpulan dari penelitian tersebut.

Dari berbagai macam pengertian karya ilmiah di atas dapat disimpulkan, bahwa yang dimaksud karya ilmiah dalam makalah ini adalah, suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah.


2. Ciri Karya Ilmiah
Tidak semua karya yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2. Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3. Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4. Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6.  Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7.  Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

3. Syarat Karya Ilmiah

Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah :

  • Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikiran.
  • Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyangganya.

  • Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
  • Karya tulis ilmiah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
  • Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandungdalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
  • Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), eksposisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).


4. Jenis Karya Ilmiah

Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmiah. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan , tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut,. Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian.

1. Karya Ilmiah Pendidikan

Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajaran, serta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:

a. Paper (Karya Tulis).

Paper atau lebih populer dengan sebutan karya tulis, adalah karya ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau ringkasan dari suatu ceramah yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.
Tujuan pembuatan paper ini adalah melatih mahasiswa untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan beberapa sebab antara lain, Bab I Pendahuluan , Bab II Pemaparan Data, Bab III Pembahasan atau Analisisdan Bab IV Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

b. Pra Skripsi

Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang digunakan sebagai persyaratan mendapatka gelar sarjana muda. Karya ilmiah ini disyaratkan bagi mahasiswa pada jenja0ng akademik atau setingkat diploma 3 ( D-3).
Format tulisannya terdiri dari Bab I Pendahuluan (latar belakang pemikiran, permasalahan, tujuan penelitian atau manfaat penelitian dan metode penelitian). Bab II gambaran umum (menceritakan keadaan di lokasi penelitian yang dikaitkan dengan permasalahan penelitian), Bab III deskripsi data (memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian). Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V penutup (kesimpulan penelitian dan saran)

c. Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta- fakta empiris-objektif baik berdasarkan peneliian langsung (observasi lapangan ) maupun penelitian tidak langsung (study kepustakaan)skripsi ditulis sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana S1. Pembahasan dalam skripsi harus dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan emperis.

d. Thesis

Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi, thesis merupakan syarat untuk mendapatkan gelar magister (S-2).
Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan ilmu yng diperoleh dari perguruan tinggi guna mempeluas khazanah ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini terutama berupa temuan-temuan baru dari hasil suatu penelitian secara mendalam tentang suatu hal yangmenjadi tema thesis tersebut.

e. Disertasi

Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta akurat dengan analisis terinci. Dalil yang dikemukakan biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru besar atau penguji pada sutu perguruan tinggi, desertasi berisi tentang hasil penemuan-penemuan penulis dengan menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut bersifat orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar Doktor.

2. Karya ilmiah Penelitian.

A, Makalah seminar.

1. Naskah Seminar

Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.

2. Naskah Bersambung

Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.

B. Laporan hasil penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan secara relatif singkat. Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.

C. Jurnal penelitian

Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian dan resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari perpustakaan nasional berupa ISSN (international standard serial number).


B. Karya Tulis Non-ilmiah

Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).

Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :

  • ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • fakta yang disimpulkan subyektif,
  • gaya bahasa konotatif dan populer,
  • tidak memuat hipotesis,
  • penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • bersifat imajinatif,
  • situasi didramatisir,
  • bersifat persuasif.
  • tanpa dukungan bukti

Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah adalah dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.

C. Perbedaan Karya Ilmiah dengan Non-ilmiah
Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Pertama, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri. Kedua, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Ketiga, dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semi-ilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semi-ilmiah.
Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi-ilmiah antara lain artikel,  feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.


sumber: http://fikarzone.wordpress.com

tugas bahasa indonesia 5 semester 6 [artikel non ilmiah] [kunang kunang di langit jakarta]

KUNANG-KUNANG DI LANGIT JAKARTA
 
Cerpen Seno Gumira Adjidharma
 
            Ia kembali ke kota ini karena kunang-kunang dan kenangan. Padahal, ia berharap menghabiskan liburan musim panas di Pulau Galapagos—meski ia tahu, kekasihnya selalu mengunjungi pulau itu bukan karena alasan romantis, tapi karena kura-kura. Kura-kura itu bernama George.
            Mata Peter akan berbinar setiap menceritakannya. Ia termasuk keturunan langsung spesies kura-kura yang diamati Charles Darwin ketika merumuskan teori evolusinya pada abad ke-19. Berapa kali ia sudah mendengar Peter mengatakan itu? Kau harus melihat sendiri, betapa cakepnya kura-kura itu. Ia botak dan bermata besar. Ia tua dan kesepian memang. Namun, sebentar lagi ia akan punya keturunan.
            Ada benarnya juga kelakar teman- temannya. ”Kau tahu, Jane, itulah risiko punya pacar zoologist. Kamu harus lebih dulu menjadi primata yang menarik untuk membuatnya tertarik bercinta denganmu.”
            ”Justru itulah untungnya. Aku tak perlu cemas. Karena Peter lebih tertarik memperhatikan binatang langka ketimbang perempuan berambut pirang.” Dan ia tertawa walau sebenarnya merasa konyol bila menyadari: betapa ia mesti berebut perhatian kekasihnya, justru dengan binatang-binatang langka seperti itu.
            Peter pernah cerita perihal burung bulbul langka yang berhasil ditemukannya bersama rombongan peneliti Worldwide Conservation Society di perbukitan kapur dataran rendah Laos; penemuan yang menurut Peter begitu menakjubkan, karena belum pernah dalam 100 tahun terakhir ditemukan spesies baru di Asia. Kau tahu, kicau burung bulbul itu jauh lebih merdu dari burung bulbul dalam dongeng HC Andersen. Bulu-bulunya hijau mengilap. Peter pernah pula bercerita tentang kucing emas yang misterius dan tak mungkin dijumpai, tapi ia berhasil melihatnya di pegunungan Tibet, sedang melesat memanjat pepohonan dengan gerakan yang bagai terbang.
            Setiap saat ada kesempatan mereka bertemu—saat mereka seharusnya menghabiskan setiap menit dengan bercinta—kekasihnya justru sibuk bicara soal katak berwarna ungu yang ditemukannya di Suriname, kumbang tahi, kadal tanpa kaki, duiker merah, galago kerdil, mokole mbembe di Sungai Zambeze, sejenis tikus bermoncong panjang yang disebutnya Zanzibar, burung Akalat Ukwiva—dan entah nama-nama aneh apa lagi—sampai obsesinya menemukan spesies putri duyung yang diyakininya masih hidup di perairan Kiryat Yam, Israel. Aku akan menjadi orang kedua setelah Richard Whitbourne, kapten kapal yang pada tahun 1610 pernah melihat putri duyung di pelabuhan Newfoundland St James….
            Langit mulai menggelap dan keriuhan kendaraan yang memadati Horrison Street menyelusup masuk Café Gratitude. Jane Jeniffer ingat, tujuh tahun lalu, saat ia menikmati house lemonade di kafe ini, ia bertemu dengan Peter Bekoff, yang muncul dengan seekor iguana di pundaknya. Karena nyaris tak ada kursi kosong, laki-laki itu mendekati mejanya.
            ”Kau tahu, kenapa aku ke sini membawa iguana? Karena kalau aku datang bersama Jennifer Lopez pasti kafe ini seketika dipenuhi paparazi, dan kau tak bisa dengan tenang menikmati house lemonade-mu itu…”
            Entahlah, kenapa saat itu, ia menganggap lucu kata-kata itu. Mungkin itulah sebabnya, sering kita kangen pada saat-saat pertemuan pertama. Kita memang ingin selalu mengulang kenangan.

tugas bahasa indonesia 4 semester 6 [artikel ilmiah] [Artificial Intelligence]


Istilah dan pengembangan program bahasa Artificial intelligence pertama kali dimunculkan oleh John McCarty, menyusul kesuksesan Turing test pada tahun 1950. Pada tahun 1956, John McCarty menyelenggarakan lokakarya selama dua bulan yang melibatkan para peneliti bidang jaringan saraf dan sistem kecerdasan di Dartmouth University. Beberapa waktu kemudian, AI muncul sebagai sebuah disiplin baru yang tujuannya adalah untuk menciptakan sistem komputer yang bisa belajar, bereaksi, dan membuat keputusan dalam lingkungan yang berubah-ubah dan kompleks (Neiu, 2004).
Selain itu, artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer dan informasi yang berfokus pada pengembangan perangkat keras (hardware) dan lunak (software) yang dapat memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas yang jika dilakukan oleh manusia, dianggap sebagai sebuah tampilan kecerdasan (Moursund, 2006). Sementara itu, menurut Nillson (2009), definisi dari artificial intelligence adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk membuat sebuah mesin yang cerdas, dimana kecerdasan adalah kualitas yang memungkinkan suatu entitas dapat berfungsi secara tepat dan dengan pandangan terdepan di dalam lingkungannya. Selain ilmu komputer, bidang kajian AI juga meliputi studi dan pengembangan mesin-mesin seperti robot, pilot otomatis untuk pesawat dan kapal ruang angkasa, senjata militer yang pintar. Orang-orang Eropa cenderung menggunakan istilah machine intelligence (MI) daripada AI (Moursund, 2006).
AI dan Kognisi Manusia
Menurut McCarty (dalam binus, 2009), AI dilandasi oleh bagaimana memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. AI merupakan pengetahuan manusia yang sudah dikonversikan ke dalam format yang sesuai untuk digunakan AI, demikian juga pengetahuan hasil output AI juga berasal dari data mentah dan informasi yang sebelumnya  dikumpulkan dan dianalisis oleh manusia sebelum membuat sebuah program aplikasi AI (Moursund, 2006). Teknik yang dibuatkan dalam AI memungkinkan dibuatnya program yang setiap bagiannya mengandung langkah-langkah independen dan dapat diidentifikasi dengan baik untuk dapat digunakan untuk memecahkan sebuah atau beberapa persoalan. Setiap potong bagian program adalah seperti sepotong informasi dalam pikiran manusia. Jika informasi tadi diabaikan, pikiran kita otomatis dapat mengatur cara kerjanya untuk menyesuaikan diri dengan fakta atau informasi baru tersebut. Kita tidak perlu selalu mengingat setiap potong informasi yang telah kita pelajari. Hanya yang relevan dengan persoalan yang kita hadapi  yang kita gunakan. Demikian pula dengan AI, setiap potong bagian program AI dapat dimodifikasi tanpa memengaruhi seluruh struktur programnya (its, n.d.). Sehingga hubungan antara kecerdasan buatan dan kognisi manusia dapat dikatakan sangat erat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Sebuah komputer atau mesin dapat dikatakan cerdas apabila setidaknya  mereka dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia (Nillsson, 2010). Menurut Russel & Norvig (2003), kategori sistem dalam mesin yang cerdas dan rasional adalah sistem yang dapat berpikir selayaknya manusia berpikir (thinking humanly), sistem yang bertindak selayaknya manusia bertindak (acting humanly), sistem yang berpikir rasional (thinking rasionally), dan sistem yang bertindak secara rasional (acting rationally). AI sangat membantu ketika kognisi manusia dalam keadaan lupa atau sedang inkonsisten (terlalu kreatif), karena AI bersifat permanen selama hardware/softwarenya tidak rusak, dan selalu konsisten berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan program.
Aplikasi AI
Menurut Hestiningsih (n.d.), Bidang aplikasi AI terbagi menjadi:
1.    Sistem Pakar (Expert System)
Aplikasi AI yang paling banyak dan merupakan program konsultasi yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar atau ahli dalam memecahkan masalah yang rumit (Zamanhuri & Gani, n.d.). Misalnya adalah aplikasi apple untuk mendiagnosis autisme. Selain itu, ada juga program MYCIN untuk identifikasi bakteri dengan bahasa pemrograman LISP:
RULE036
PREMISE: ($AND (SAME CNTXT GRAM GRAMNEG)
(SAME CNTXTM MORPH ROD)
(SAME CNTXT AIR ANAEROBIC))
ACTION: (CONCLUDE CNTXT IDENTITY BACTEROIDES TALLY 0.6)
IF: 1) The gram stain of the organism is gramneg, and
2) The morphology of the organism is rod, and
3) The aerobicity of the organism is anaerobic
THEN: There is suggestive evidence (0.6) that the identity
of the organism is bacteroides (Nillsson, 2010).
 
Komponen-komponen dari sistem pakar menurut Nillsson (2010) dibagi menjadi:
a.    Knowledge base (pengetahuan dasar)
Misalnya bahasa IF hewan merupakan sayap dan bertelur THEN hewan jenis burung    (Mercubuana, n.d.).
b.    User Interface
User interface memungkinkan pengguna untuk menginput data dan informasi ke dalam aplikasi expert system dan berinteraksi dengannya.
        c.    Inference engine
Merupakan bagian dari expert system yang berfungsi melakukan penalaran dari bahasa pemrograman dari knowledge base yang telah diinput.
 2.  Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
Memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri. Bidang ini dibagi menjadi dua yaitu:
a)    Pemahaman bahasa alami
Mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia (komputer dapat memahami bahasa manusia). pengguna sistem dapat memberikan perintah dengan bahasa sehari-hari. Contoh programnya:
1)  ELIZA
Pertama kali dideskripsikan oleh Joseph Weizenbaum pada Communications of the ACM , January 1966. ELIZA adalah salah satu program yang menggunakan bahasa alami dalam berkomunikasi dengan penggunanya. Pengguna dapat dengan mudah terkecoh oleh program robot ini, karena bahasanya yang terlihat mengerti pertanyaan penggunanya dan berpura-pura sebagai psikiatri beraliran Rogerian, yang sebenarnya, program Eliza hanya mengembalikan sintax bahasa user penggunanya (Hayden, 2003). Berikut ini adalah percakapan pengguna dan ELIZA (http://www.chayden.net/eliza/Eliza.html:
ELIZA: How do you do. Please state your problem.
> I spend too much time with computers.
ELIZA: Why do you mention computers?
> You are one.
ELIZA: Does it please you to believe I am one?
> Yes.
ELIZA: You seem to be quite positive.
> I suppose I am.
ELIZA: How long have you been?
> 31 years.
ELIZA: I’m not sure I understand you fully.
> Join the club.
ELIZA: Please go on.
> You don’t make too much sense yourself.
ELIZA: We were discussing you, not me (Nillsson, 2010).
 
2)  PARRY
Parry merupakan chatterbox psikiatri yang dikembangkan oleh Dr. Kenneth Mark Colby. Program Parry untuk paranoia pada 1971, dan melampaui kesuksesan Turing Test. Parry adalah adaptasi dan penyempurnaan dari program ELIZA oleh Joseph Weizenbaum (Saxon, 2001).
3)   Program yang lain adalah ALICE, dapat anda coba di sini:
b)   Pembangkitan bahasa alami (sintesa suara)
Membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah (Zamanhuri & Gani, n.d.). Misalnya translator bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya.
 3.  Pengenalan Ucapan (Speech Recognition)
Dengan aplikasi dari speech recognition, manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara. Contoh : memberikan instruksi ke komputer dengan suara alat bantu membaca untuk tunanetra, mempunyai masukan berupa teks tercetak (misalnya buku) dan mempunyai keluaran berupa ucapan dari teks tercetak yang diberikan. Misalnya telepon khusus untuk orang bisu dan tuli, konversi SMS ke ucapan. Salah satu aplikasi yang sangat menarik adalah NetTalk yang dikembangkan oleh Terrence J. Sejnowski  pada tahun 1947  dan Charles Rosenberg pada tahun 1961. Sistem yang mereka sebut sebagai NETtalk,  mempelajari tulisan informal yang ditulis oleh anak umur enam tahun, dan menghasilkan output suara yang terdengar sangat mirip dengan usia anak enam tahun (Nillsson, 2010).
Prosesnya melibatkan jaringan pada NETtalk yang memiliki unit masukan sebanyak 203 yang dirancang untuk mengkodekan setiap huruf. Teks itu dialirkan melalui unit ini huruf demi huruf. Di dalamnya terdapat pula 80 unit tersembunyi yang diharapkan  akan membentuk perwujudan  internal yang tepat untuk memecahkan masalah pemetaan huruf teks kepada bentuk fonem (suara). Terdapat 26 unit output yang seharusnya menghasilkan versi dari kode fonem, unit dasar dari percakapan suara. Unit output tersebut terhubung ke unit tersembunyi yang disesuaikansetiap ada tambahan bobot. Pada akhirnya, kode-kode fonemik disalurkan ke commercial speech synthesizer untuk menghasilkan output berupa suara bacaan dari teks (Nillsson, 2010).
4.    Sistem Sensor dan Robotika
Sistem sensor pada mesin cuci yaitu menggunakan sensor optik, mengeluarkan cahaya ke air dan mengukur bagaimana cahaya tersebut sampai ke ujung lainnya. Makin kotor, maka sinar yang sampai makin redup. Sistem juga mampu menentukan jenis kotoran tersebut daki/minyak.Sistem juga bisa menentukan putaran yang tepat secara otomatis berdasarkan jenis dan banyaknya kotoran serta jumlah yang akan dicuci. Sementara itu, salah satu contoh robotika yang paling mirip dengan manusia adalah Honda asimo humanoid robot (Russel & Norvig, 2010).
5.    Computer Vision
Menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer, misalnya sistem pengenalan pola sidik jari yang digunakan oleh petugas imigrasi.
6.    Intelligent-aided Instruction
Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar, misalnya aplikasi kursus TOEFL.
7.    Game Playing
       Misalnya permainan catur yang diciptakan Microsoft.

 sumber : laila.masiqbal.com/blog/2012/10/29/artificial-intelligence-sistem-pakar-hubungan-antara-ai-dengan-kognisi-manusia/

Selasa, 26 Maret 2013

tulisan 2 semester 6 [alasan kuliah di SI]

Kepada siapa saja yang baru lulus SMA/ SMK sederajat, pasti akan  merasakan situasi diri yang perlu menentukan arah langkah untuk menghadapi jenjang selanjutnya. Entah kuliah, kerja atau kuliah sambil kerja, bahkan mungkin opsi lainnya.

Namun, bagi yang sedang memetakan pemikiran kepada ketiga opsi antara kuliah, kerja atau kuliah sambil kerja, setelah itu berpikir bagaimana konsukuensi dari masing-masing opsi tersebut, atau pun salah satunya. Dan seterusnya hingga tetek bengek (detail),maka itulah nikmatnya diakhir menjadi Siswa. 
Bagi Siswa yang berminat dan memantapkan hati untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan, maka pemikiran akan terus mengerucut pada beberapa pertanyaan. Universitas mana dan jurusan apa. Tidak semua Siswa dapat mudah memilih, kecuali mereka yang sudah menyukai suatu bidang dari sejak SMA/ SMK sederat. 
Informasi penting yang perlu dicatat para Siswa, bahwa tidak semua pada akhirnya  mendapatkan Jurusan sesuai dengan bakat dan minatnya. Minat dan bakat bisa seolah beubah setelah kita kuliah. Padahal bisa saja karena kurang mencermati benar-benar jurusan yang kita ambil. 
Contoh, bagi yang menyukai tentang komputer, pikirkan dulu apa yang sebenarnya membuat tertarik. Ketika  baterai Hardisk Komputer atau Laptop rusak dan senang untuk memperbaikinya. Atau Ketika jaringan Internet lemot dan Kabel ada gangguan. Mungkin juga tertarik pada Wesite, aplikasi lain yang sedang dipakai, edit foto, animasi dan lain-lain.
Dengan mengetahui kecenderungan bidang mana atau pengalaman mana yang mengasyikan di dunia komputer, maka sudah bisa di petekan kedalam beberapa opsi bidang yang ingin dikuasi, yaitu sebagai teknisi Hardware komputer, Jaringan atau Aplikasi komputer. 
Jika begitu, Artikel ini akan mengerucut bagi yang senang bidang Aplikasi Komputer, seperti menjadi Web Developer (pengembang Web, dalam hal ini pembuat dan perancang situs Web). Membuat Sistem Informasi untuk perusahan, contoh sederhana yang mudah ditemui, aplikasi yang dipakai oleh kasir, semua itu dirancang dan dibuat oleh orang-orang dalam lingkungan Sistem Informasi, Menejemen Informatika, Teknologi Informasi. 
Ada beberapa alasan untuk memilih Jurusan Sistem Informasi, Menejemen Informatika dan Teknologi Informasi. Pada dasarnya, supaya tidak membuat bingung dan bisa dijadikan pegangan. Khusus untuk jurusan Sistem Informasi, yaitu berhubungan pada teori perancangan sistem informasi dengan pengetahuan pemograman. 
Namun, pada jurusan Sistem Informasi, lebih pada bidang System Analyst, yaitu orang-orang yang bertugas membuat dokumen-dokumen perencanaan proyek Sistem Informasi sampai pada proposal pelaksanaan proyek. Jadi, bagi yang merasa sudah cukup menguasi bahasa pemograman sejak dini dan ingin mematangkan proses-proses yang baik dan sistematika peloaksanan proyek pembuatan aplikasi atau Software  boleh menjadikannya alasan untuk memilih Jurusan Sistem Informasi.
Tapi jika tidak terlalu tertarik pada dokumen-dokumen dan teori perancangan sistem yang mendalam, bisa memilih dua opsi lain seperti diatas, yaitu Jurusan  Menejemen Informatika atau  Jurusan Teknologi Informasi.

sumber:
http://mengukirfikir.blogspot.com/2012/06/alasan-memilih-jurusan-sistem-informasi.html
http://darmansyah.blog.esaunggul.ac.id/2013/01/14/mengapa-mempelajari-sia/

tulisan 1 semester 6 [Keuntungan dari Overclocking]

Orang yang berpengalaman dan akrab dengan komputer mereka akan tahu semua tentang overclocking prosesor kecepatan mereka dalam rangka untuk mendapatkan kinerja yang ditingkatkan. Meskipun tidak sepenuhnya aman untuk overclock prosesor, juga benar bahwa ada manfaat tertentu dari overclocking yang dapat meningkatkan efisiensi mesin, dan membuatnya jauh lebih responsif daripada produsen bayangkan. Overclocking hanya berarti bahwa kecepatan komputer meningkat melampaui batasan yang ditetapkan oleh produsen, dan itu untuk alasan ini bahwa dalam kebanyakan kasus, orang yang memiliki mesin komputer dengan kinerja rendah dan mesin low end melakukan prosedur ini.
Prosedur overclocking dapat dilakukan untuk berbagai komponen dalam mesin, dan ini termasuk prosesor, grafis dan unit komponen lainnya dan perangkat keras juga. Pada dasarnya, siapa saja yang ingin performa maksimal dari mesin mereka di biaya merusak itu, bisa overclock komputer mereka dan mencapai hal ini. Kecepatan clock komponen mengacu pada kecepatan dan frekuensi di mana ia berosilasi bila dalam gerak, dan karenanya berarti overclocking mendorong sesuatu untuk berjalan pada kecepatan luar kemampuan normal. Cepat atau lambat, ini akan mengurangi daya tahan komponen komputer.

Apa Manfaat dari Overclocking
Manfaat yang paling penting dari overclocking adalah bahwa komponen yang telah dioverclock dapat berfungsi pada kecepatan yang lebih besar dari normal. Oleh karena itu, dapat meniru model kualitas yang lebih tinggi dengan mudah. Misalnya, prosesor 3,0 GHz dapat overclocked untuk berjalan pada 3,4 GHz dan ini pada akhirnya akan menguntungkan pengguna.
Orang-orang yang telah membeli komponen dengan pembatasan anggaran dapat membuat sebagian besar perangkat keras mereka dengan overclocking pada peralatan mereka. Bahkan orang yang suka untuk mendapatkan nilai maksimum dari komponen mereka dapat memanfaatkan metode ini untuk hasil terbaik. Namun, Anda harus mengambil resiko kemungkinan yang akan terjadi (baca Bahaya dari Overclocking, dan ini adalah pertimbangan untuk  orang yang ingin  melakukan  overclocking.
Orang yang suka bermain banyak permainan dan tugas berat akan menemukan overclocking sangat bermanfaat karena alasan ini juga. PC gamer selalu mencari cara untuk meningkatkan kinerja mesin mereka karena memerlukan konfigurasi untuk permainan baru terbaik adalah terus meningkatkan kemampuan peralatan komputer mereka.
Dengan overclocking mereka, mereka dapat memainkan semua game terbaru tanpa kelambanan dan bingkai beku, dan mereka bisa melakukan ini tanpa mengeluarkan uang pada laptop game mahal atau komputer desktop. Belajar bagaimana untuk overclock CPU adalah sesuatu yang seorang pengguna komputer berpengalaman dapat belajar untuk melakukan dengan mudah, tapi dia harus tahu semua detail yang rumit tentang kualitas dan spesifikasi komponen yang akan di overclocking, sebelum melakukannya. Beberapa manfaat lebih kecil dari overclocking yang merupakan akibat langsung dari kecepatan ditingkatkan adalah sebagai berikut.
  • Menghemat uang untuk pengguna.
  • Memberikan pengguna lebih banyak pilihan dan peripheral perangkat keras untuk bekerja dengan.
  • Mengurangi boot waktu dan waktu loading mesin.
  • Meningkatkan tingkat frame per detik dalam mesin, yang berguna untuk game dan film.
  • Video encoding dan decoding juga akan menjadi lebih cepat.
  • Pengguna dapat memainkan semua game terbaru dengan mudah.
Apa yang perlu diperlukan dipikirkan ketika melakukan overclock.

Mudah untuk membuat processor agar dapat dioverclock, tetapi dampaknya
cukup luas bagi hardware lain. Bila berbicara pada komputer yang ada
saat ini, melakukan overclock akan berdampak bagi hardware seperti
sistem I/O, VGA dan lainnya.

Mengoverclock sebuah processor beberapa MHz juga akan memacu kinerja
bagian lain seperti memory, PCIe, PCI dan AGP clock. Artinya bila
procesor dengan kecepatan bus 100MHz dipacu menjadi 120MHz (20%), maka
kecepatan clock hardware lain juga meningkat. Demikian juga kecepatan
memory akan dipacu mengikuti kecepatan processor yaitu sekitar 20%.

Banyak kesalahan terjadi bagi pemula karena tidak terlalu
memperhitungkan dengan kemampuan hardware yang ada. Contoh saja memacu
processor dengan dengan kecepatan 100Mhz ke 133Mhz dengan memory PC2100
(DDR200). Optimalnya untuk kecepatan processor 133Mhz lebih baik
mengunakan memory PC2700 (DDR333) atau diatasnya seperti PC3200 ( DDR400).

Dengan memacu overclock pada processor terdapat beberapa hal penting:

1. Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin tinggi maka
semakin panas dan tidak stabil. Menghadapi panas hanya dapat dihadapi
dengan sistem pendingin yang baik. Menganti pendingin jenis tertentu
akan menjaga keberhasilan ketika melakukan overclock.

2. Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan semakin tidak stabil.
Umumnya mereka yang ingin melakukan overclock mengambil inisiatif dengan
jalan membeli processor bermultiplier rendah. Dengan multiplier rendah,
maka kecepatan processor memiliki persentas lebih tinggi plus lebih
murah. Misalnya anda mengunakan processor 2.4Ghz dengan multiplier 12 X
200Mhz akan mudah dipacu menjadi 3Gz dengan bus 250Mhz dann terjadi
peningkatan 25%. Dibandingkan anda mengunakan processor 3GHz dengan bus
200Mhz dan multiplier 15 X 200Mhz yang mengharuskan bekerja pada 3.75Ghz
dengan bus 250Mhz akan sulit untuk stabil bekerja

3. Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan overvoltage. Dengan
menambahkan voltage bagi processor akan menjaga kestabilan komputer.
Bila overclock dilakukan pada batas wajar, overvoltage jarang dilakukan.
Tetapi pada overclock yang cukup extreme, overvoltage umumnya menjadi
pilihan terakhir yang diambil. Dampaknya kembali kepada point pertama
yaitu semakin panasnya processor. Mengapa overvoltage dilakukan. Semakin
cepat processor bekerja, semakin besar daya atau power yang dibutuhkan.
Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan voltage
atau overvoltage akan memberikan power yang cukup ketika processor
bekerja diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan daya bagi
procesor, pada BIOS setup terdapat option Vcore. Angka Vcore inilah yang
dimainkan agar processor menjadi lebih stabil. Tetapi dampak negatif
pada overvoltage adalah panas.

Semua manfaat dari overclocking cukup untuk menarik banyak orang untuk terus  melakukannya, meskipun mengetahui semua tentang bahaya dari overclocking juga. Orang yang telah melakukan ini sebelumnya akan berkata bahwa overclocking itu baik karena mereka telah melihat hasilnya dengan mata mereka sendiri.

sumber;
technoblogspot.com
http://dunovteck.wordpress.com/2011/10/23/keuntungan-dari-o/

tugas bahasa indonesia 3 semester 6

Penalaran Induktif

Pengertian Penalaran Induktif
Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.
Ada 3 jenis penalaran induksi, yaitu : 

1. Generalisasi
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomenal individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena. Generalisasi juga dapat dikatakan sebagai pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala, yang dimulai dengan peristiwa – peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan secara umum.
Contoh :
Bila seorang berkata bahwa mobil adalah semacam kendaraan pengangkut, maka pengertian mobil dan kendaraan pengangkut merupakan hasil generalisasi juga. Dari bermacam – macam tipe kendaraan dengan ciri – ciri tertentu ia mendapatkan sebuah gagasan mengenai mobil, sedangkan dan bermacam – macam alat untuk mengangkut sesuatu lahirlah abstraksi yang lebih tinggi ( = generalisasi lagi ) mengenai kendaraan pengangkut.
Generalisasi dibedakan dari segi bentuknya ada 2, yaitu : loncatan induktif dan yang bukan loncatan induktif. (Gorys Keraf, 1994 : 44-45)
  • Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif (Generalisasi tidak sempurna)
Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.
Misalnya, untuk menyelidiki penyakit yang sering diderita oleh orang Indonesia pada umumnya, diperlukan ratusan sample untuk menyimpulkannya.
Contoh :
Hampir seluruh orang di Indonesia menderita sakit magh.
Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
2. Sampel harus bervariasi.
3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.
  • . Generalisasi Dengan Loncatan Induktif (Generalisasi sempurna)
    Dalam loncatan induktif suatu fenomena belum mencerminkan seluruh faktayang ada. Fakta-fakta tersebut yang digunakan dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan. Dengan demikian loncatan induktif dapat diartikan sebagai loncatan dari sebagian evidensi kepada suatu generalisasi yang jauh melampauikemungkinan yang diberikan oleh ebidensi itu.
2. Analogi
Analogi yaitu proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dengan analogi, yaitu kesimpulan dari pendapat khusus dengan beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan kondisinya.
Tujuan Analogi
    - Meramalkan kesamaan
    - Menyingkap kekeliruan
    - Menyusun sebuah klasifikasi
Contoh :
    Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti di Bumi. Jika di Bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup di planet Mars.

3. Kausal
Kausal adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya , merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.
Contoh :
    Pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
Tujuan Kausal
Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola :
   a. Sebab ke akibat
    Dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.
b. Akibat ke sebab
    Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.
c. Akibat ke akibat
    Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.
Contoh :
Pada sabtu sore terjadi badai salju, akibatnya jalanan ditutup karena dipenuhi oleh salju.


Sumber :

tugas bahasa indonesia 2 semeser 6

PENALARAN DEDUKTIF


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut denganconsequence (konklusi).
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi.
Jenis penalaran deduktif  yaitu:
sSilogisme Kategorial = Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
ØSilogisme Hipotesis = Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis.
Ø  Silogisme Akternatif = Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif.
Ø  Entimen = Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
·         CONTOH PARAGRAF DEDUKTIF

Chairil Anwar terkenal sebagai penyair. Ia disebut penyair yang membawa pembaharuan dalam puisi. Ada yang mengatakan dia sebagai seorang individualis. Ada yang menilai bahwa ia seorang yang kurang bermoral dan plagiat karena ada sebagian kecil dalam gubahannya merupakan jiplakan dari puisi asing. Dalam sajak-sajaknya yang dikumpulkan dalam "Deru Campur Debu" memperlihatkan adanya perbedaan bentuk, corak, gaya, dan isi. Tanggapan orang terhadap Chairil berbeda-beda. Namun, bagaimanapun ia tetap seorang penyair besar yang membawa kesegaran baru dalam bidang puisi pada 1945
.
Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua, yaitu penarikan langsung dan tidak langsung.
1.      Penarikan simpulan secara langsung
Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan.
Simpulan secara langsung:
1.      Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)
Contoh: Semua manusia mempunyai rambut. (premis)
               Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia. (simpulan)
2.      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh: Semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis)
               Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)
3.      Tidak satu pun S adalah P. (premis)
Semua S adalah tak-P. (simpulan)
Contoh: Tidak seekor pun gajah adalah jerapah. (premis)
               Semua gajah adalah bukan jerapah. (simpulan)
4.      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)
Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)
Contoh: Semua kucing adalah berbulu. (premis)
               Tidak satu pun kucing adalah takberbulu. (simpulan)
               Tidak satupun yang takberbulu adalah kucing. (simpulan)
2.      Penarikan simpulan secara tidak langsung
Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu:
1.      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). 
Contohnya:
-          Semua manusia akan mati
Ani adalah manusia
Jadi, Ani akan mati. (simpulan)
-          Semua manusia bijaksana
Semua dosen adalah manusia
Jadi, semua dosen bijaksana. (simpulan)
2.       Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contohnya :
-          Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada sinar matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.
-          Semua ilmuwan adalah orang cerdas
Anto adalah seorang ilmuwan.
Jadi, Anto adalah orang cerdas.
Jadi, dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen. Sebaliknya, entimen   juga dapat dijadikan silogisme.

tugas bahasa indonesia 1 semester 6

PENALARAN

PENGERTIAN PENALARAN
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis,berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar,orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui.proses inilah yang disebut menalar. Ada dua metode dalam penalaran,yaitu deduktif dan induktif. Penalaran Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebihdahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

PROPOSISI
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.



Inferensi dan Implikasi
Metode inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari  jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan mencocokan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada.

Wujud Evidensi 
Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu

Cara menguji data dan fakta serta autorisasi
 
Cara menguji data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

Cara menguji fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
Cara Menilai Autorisasi
Untuk menilai suatu autoritas, dapat memilih beberapa pokok berikut :
a. Tidak Mengandung Prasangka
b. Pengalam dan Pendidikan Autoritas
c. Kemashuran dan Presite
d. Khorensi Dengan Kemajuan
sumber:
 http://iinnapisa.blogspot.com/2011/10/cara-menguji-data-fakta-dan-autoritas.html
http://obyramadhani.wordpress.com/2010/05/16/penalaran/
http://genryusai.wordpress.com/2012/03/09/pengertian-penalaran/

Selasa, 01 Januari 2013

tugas 4 semester 5

Jakarta - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berjanji tidak akan turut campur dalam persoalan hukum yang menjerat anaknya Rasyid Amrullah terkait kecelakaan maut di tol Jagorawi. Keluarga korban mendukung langkah Hatta ini.

"Diserahkan ke kepolisian? Ya memang begitu. Ya memang harus diserahkan dan ikuti proses hukum. Kami ikut kepolisian saja," kata salah satu menantu korban, Suparman (37), di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (1/1/2012).

Suparman merupakan menantu dari Harun, pria berusia 57 tahun yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan ini. Lalu mengenai permintaan maaf dan bela sungkawa dari Hatta, Suparman mengaku tak bisa menanggapinya.

"Kalau permintaan maaf saya tidak bisa mewakili keluarga. Nanti biar keluarga yang lain saja yang memutuskan," tukas Suparman.

Sebelumnya Hatta mengatakan akan menghormati proses hukum. "Kami serahkan seluruh proses ini kepada kepolisian," kata Hatta dalam jumpa pers di kediamannya, di Fatmawati, Jakarta, Selasa (1/1/2013).

Dia juga meminta doa kepada masyarakat agar Amrullah yang mengalami cedera dan trauma psikologis dapat segera pulih. Dalam jumpa pers tersebut, Hatta beberapa kali menyatakan permohonan maaf.

"Agar segera pulih untuk menghadapi proses hukum yang berjalan di tanah air ini," terang Hatta.

Seperti diketahui, putra bungsu Hatta Rajasa terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi pagi tadi. Kecelakaan itu bermula ketika Luxio bernopol F 1622 CY yang sedang melaju dengan kecepatan sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor sekitar pukul 06.00 WIB diseruduk oleh BMW bernopol B 272 HR dari arah belakang.

BMW yang dikendarai oleh Rasyid diketahui melaju dengan kecepatan tinggi. Dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal. Mereka adalah Harun (57) dan Raihan (14 bulan).

Selain dua orang tersebut, juga terdapat 3 korban di mobil Luxio, yang mengalami luka-luka, yakni Rival (8 tahun), Nung (32 tahun), dan Supriyati (30 tahun).

Sebelumnya, polisi telah mengkonfirmasi mengenai pengemudi BMW yang menabrak Daihatsu Luxio sehingga menyebabkan dua orang tewas. Si pengemudi, Rasyid Amrullah merupakan anak dari Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.

"Betul mas. Saya baru terima informasi laporan dari Lantas Metro. Sekarang dalam proses di Metro," tutur Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius membenarkan Rasyid merupakan putra Hatta Rajasa.

Kasus kecelakaan ini ditangani Polda Metro Jaya. Pengemudi Luxio masih diminta keterangan oleh polisi. "Pelaku (Rasyid) sudah dilakukan pemeriksaan awal namun karena kondisi pelaku ini trauma dan ada benturan, sekarang yang bersangkutan dirawat di salah satu rumah sakit," tutur Sudarmanto.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/01/01/220437/2130731/10/hatta-pasrahkan-anaknya-ke-polisi-keluarga-korban-ya-harus-ikuti-hukum?9911012

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More