shoutmix


ShoutMix chat widget

Selasa, 23 April 2013

tugas bahasa indonesia 4 semester 6 [artikel ilmiah] [Artificial Intelligence]


Istilah dan pengembangan program bahasa Artificial intelligence pertama kali dimunculkan oleh John McCarty, menyusul kesuksesan Turing test pada tahun 1950. Pada tahun 1956, John McCarty menyelenggarakan lokakarya selama dua bulan yang melibatkan para peneliti bidang jaringan saraf dan sistem kecerdasan di Dartmouth University. Beberapa waktu kemudian, AI muncul sebagai sebuah disiplin baru yang tujuannya adalah untuk menciptakan sistem komputer yang bisa belajar, bereaksi, dan membuat keputusan dalam lingkungan yang berubah-ubah dan kompleks (Neiu, 2004).
Selain itu, artificial intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer dan informasi yang berfokus pada pengembangan perangkat keras (hardware) dan lunak (software) yang dapat memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas yang jika dilakukan oleh manusia, dianggap sebagai sebuah tampilan kecerdasan (Moursund, 2006). Sementara itu, menurut Nillson (2009), definisi dari artificial intelligence adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk membuat sebuah mesin yang cerdas, dimana kecerdasan adalah kualitas yang memungkinkan suatu entitas dapat berfungsi secara tepat dan dengan pandangan terdepan di dalam lingkungannya. Selain ilmu komputer, bidang kajian AI juga meliputi studi dan pengembangan mesin-mesin seperti robot, pilot otomatis untuk pesawat dan kapal ruang angkasa, senjata militer yang pintar. Orang-orang Eropa cenderung menggunakan istilah machine intelligence (MI) daripada AI (Moursund, 2006).
AI dan Kognisi Manusia
Menurut McCarty (dalam binus, 2009), AI dilandasi oleh bagaimana memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. AI merupakan pengetahuan manusia yang sudah dikonversikan ke dalam format yang sesuai untuk digunakan AI, demikian juga pengetahuan hasil output AI juga berasal dari data mentah dan informasi yang sebelumnya  dikumpulkan dan dianalisis oleh manusia sebelum membuat sebuah program aplikasi AI (Moursund, 2006). Teknik yang dibuatkan dalam AI memungkinkan dibuatnya program yang setiap bagiannya mengandung langkah-langkah independen dan dapat diidentifikasi dengan baik untuk dapat digunakan untuk memecahkan sebuah atau beberapa persoalan. Setiap potong bagian program adalah seperti sepotong informasi dalam pikiran manusia. Jika informasi tadi diabaikan, pikiran kita otomatis dapat mengatur cara kerjanya untuk menyesuaikan diri dengan fakta atau informasi baru tersebut. Kita tidak perlu selalu mengingat setiap potong informasi yang telah kita pelajari. Hanya yang relevan dengan persoalan yang kita hadapi  yang kita gunakan. Demikian pula dengan AI, setiap potong bagian program AI dapat dimodifikasi tanpa memengaruhi seluruh struktur programnya (its, n.d.). Sehingga hubungan antara kecerdasan buatan dan kognisi manusia dapat dikatakan sangat erat dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Sebuah komputer atau mesin dapat dikatakan cerdas apabila setidaknya  mereka dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan oleh manusia (Nillsson, 2010). Menurut Russel & Norvig (2003), kategori sistem dalam mesin yang cerdas dan rasional adalah sistem yang dapat berpikir selayaknya manusia berpikir (thinking humanly), sistem yang bertindak selayaknya manusia bertindak (acting humanly), sistem yang berpikir rasional (thinking rasionally), dan sistem yang bertindak secara rasional (acting rationally). AI sangat membantu ketika kognisi manusia dalam keadaan lupa atau sedang inkonsisten (terlalu kreatif), karena AI bersifat permanen selama hardware/softwarenya tidak rusak, dan selalu konsisten berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan program.
Aplikasi AI
Menurut Hestiningsih (n.d.), Bidang aplikasi AI terbagi menjadi:
1.    Sistem Pakar (Expert System)
Aplikasi AI yang paling banyak dan merupakan program konsultasi yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar atau ahli dalam memecahkan masalah yang rumit (Zamanhuri & Gani, n.d.). Misalnya adalah aplikasi apple untuk mendiagnosis autisme. Selain itu, ada juga program MYCIN untuk identifikasi bakteri dengan bahasa pemrograman LISP:
RULE036
PREMISE: ($AND (SAME CNTXT GRAM GRAMNEG)
(SAME CNTXTM MORPH ROD)
(SAME CNTXT AIR ANAEROBIC))
ACTION: (CONCLUDE CNTXT IDENTITY BACTEROIDES TALLY 0.6)
IF: 1) The gram stain of the organism is gramneg, and
2) The morphology of the organism is rod, and
3) The aerobicity of the organism is anaerobic
THEN: There is suggestive evidence (0.6) that the identity
of the organism is bacteroides (Nillsson, 2010).
 
Komponen-komponen dari sistem pakar menurut Nillsson (2010) dibagi menjadi:
a.    Knowledge base (pengetahuan dasar)
Misalnya bahasa IF hewan merupakan sayap dan bertelur THEN hewan jenis burung    (Mercubuana, n.d.).
b.    User Interface
User interface memungkinkan pengguna untuk menginput data dan informasi ke dalam aplikasi expert system dan berinteraksi dengannya.
        c.    Inference engine
Merupakan bagian dari expert system yang berfungsi melakukan penalaran dari bahasa pemrograman dari knowledge base yang telah diinput.
 2.  Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing)
Memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri. Bidang ini dibagi menjadi dua yaitu:
a)    Pemahaman bahasa alami
Mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia (komputer dapat memahami bahasa manusia). pengguna sistem dapat memberikan perintah dengan bahasa sehari-hari. Contoh programnya:
1)  ELIZA
Pertama kali dideskripsikan oleh Joseph Weizenbaum pada Communications of the ACM , January 1966. ELIZA adalah salah satu program yang menggunakan bahasa alami dalam berkomunikasi dengan penggunanya. Pengguna dapat dengan mudah terkecoh oleh program robot ini, karena bahasanya yang terlihat mengerti pertanyaan penggunanya dan berpura-pura sebagai psikiatri beraliran Rogerian, yang sebenarnya, program Eliza hanya mengembalikan sintax bahasa user penggunanya (Hayden, 2003). Berikut ini adalah percakapan pengguna dan ELIZA (http://www.chayden.net/eliza/Eliza.html:
ELIZA: How do you do. Please state your problem.
> I spend too much time with computers.
ELIZA: Why do you mention computers?
> You are one.
ELIZA: Does it please you to believe I am one?
> Yes.
ELIZA: You seem to be quite positive.
> I suppose I am.
ELIZA: How long have you been?
> 31 years.
ELIZA: I’m not sure I understand you fully.
> Join the club.
ELIZA: Please go on.
> You don’t make too much sense yourself.
ELIZA: We were discussing you, not me (Nillsson, 2010).
 
2)  PARRY
Parry merupakan chatterbox psikiatri yang dikembangkan oleh Dr. Kenneth Mark Colby. Program Parry untuk paranoia pada 1971, dan melampaui kesuksesan Turing Test. Parry adalah adaptasi dan penyempurnaan dari program ELIZA oleh Joseph Weizenbaum (Saxon, 2001).
3)   Program yang lain adalah ALICE, dapat anda coba di sini:
b)   Pembangkitan bahasa alami (sintesa suara)
Membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah (Zamanhuri & Gani, n.d.). Misalnya translator bahasa Inggris ke Indonesia dan sebaliknya.
 3.  Pengenalan Ucapan (Speech Recognition)
Dengan aplikasi dari speech recognition, manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara. Contoh : memberikan instruksi ke komputer dengan suara alat bantu membaca untuk tunanetra, mempunyai masukan berupa teks tercetak (misalnya buku) dan mempunyai keluaran berupa ucapan dari teks tercetak yang diberikan. Misalnya telepon khusus untuk orang bisu dan tuli, konversi SMS ke ucapan. Salah satu aplikasi yang sangat menarik adalah NetTalk yang dikembangkan oleh Terrence J. Sejnowski  pada tahun 1947  dan Charles Rosenberg pada tahun 1961. Sistem yang mereka sebut sebagai NETtalk,  mempelajari tulisan informal yang ditulis oleh anak umur enam tahun, dan menghasilkan output suara yang terdengar sangat mirip dengan usia anak enam tahun (Nillsson, 2010).
Prosesnya melibatkan jaringan pada NETtalk yang memiliki unit masukan sebanyak 203 yang dirancang untuk mengkodekan setiap huruf. Teks itu dialirkan melalui unit ini huruf demi huruf. Di dalamnya terdapat pula 80 unit tersembunyi yang diharapkan  akan membentuk perwujudan  internal yang tepat untuk memecahkan masalah pemetaan huruf teks kepada bentuk fonem (suara). Terdapat 26 unit output yang seharusnya menghasilkan versi dari kode fonem, unit dasar dari percakapan suara. Unit output tersebut terhubung ke unit tersembunyi yang disesuaikansetiap ada tambahan bobot. Pada akhirnya, kode-kode fonemik disalurkan ke commercial speech synthesizer untuk menghasilkan output berupa suara bacaan dari teks (Nillsson, 2010).
4.    Sistem Sensor dan Robotika
Sistem sensor pada mesin cuci yaitu menggunakan sensor optik, mengeluarkan cahaya ke air dan mengukur bagaimana cahaya tersebut sampai ke ujung lainnya. Makin kotor, maka sinar yang sampai makin redup. Sistem juga mampu menentukan jenis kotoran tersebut daki/minyak.Sistem juga bisa menentukan putaran yang tepat secara otomatis berdasarkan jenis dan banyaknya kotoran serta jumlah yang akan dicuci. Sementara itu, salah satu contoh robotika yang paling mirip dengan manusia adalah Honda asimo humanoid robot (Russel & Norvig, 2010).
5.    Computer Vision
Menginterpretasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer, misalnya sistem pengenalan pola sidik jari yang digunakan oleh petugas imigrasi.
6.    Intelligent-aided Instruction
Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar, misalnya aplikasi kursus TOEFL.
7.    Game Playing
       Misalnya permainan catur yang diciptakan Microsoft.

 sumber : laila.masiqbal.com/blog/2012/10/29/artificial-intelligence-sistem-pakar-hubungan-antara-ai-dengan-kognisi-manusia/

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More