shoutmix


ShoutMix chat widget

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 10 November 2011

konflik dan teori motivasi

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli:

1. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3. Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4. Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
5. Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
6. Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
7. Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
8. Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (Folger & Poole: 1984).
9. Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341).
10. Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda (Devito, 1995:381)
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
  • konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
  • konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
  • konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  • konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  • konflik antar atau tidak antar agama
  • konflik antar politik.

Faktor penyebab konflik:

  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  •   Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

Metode penyelesaian konflik:
  • Dominasi dan penekanan
  • Kompromi
  • Pemecahan masalah integratif
Konflik dalam suatu organisasi sangatlah wajar. Organisasi merupakan salah satu wadah untuk menampung aspirasi atau pendapat anggotanya yang tentunya berbeda-beda. Disaat tertentu, keinginan salah satu anggota tidak bisa terpenuhi dan itu dapat menimbulkan terjadinya konflik. Konflik dalam suatu organisasi dapat diatasi dengan musyawarah dengan seluruh anggota untuk mencari penyelesaian terbaik.
 (sumber: agustiyani.blogspot.com)

Motivasi Berorganisasi

Motivasi menduduki peranan penting dalam tegaknya organisasi. Banyak organisasi yang mandeg dan stagnan hanya karena motivasi para aktifisnya dan keluhan keluhan pra aktifis didalam organisadi tersebut. Para aktifis sudah menganggap organisasi ini sudah tidak mempunyai greget lagi, yang berkaibat hlangnya konsentrasi untuk menggerakkan roda organisasi. Untuk itulah perlu adanya evaluasi kritis atas motivasi berorganisasi.

Dalam kajian psikologi, motivasi sering didefinisikan sebagai kebutuhan, keinginan, dorongan atau gerak hati dalam diri individu (Hersey, Blanchard dan Johnson, 1996), dengan kata lain sesuatu yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, atau sekurang-kurangnya mengembangkan sesuatu karena hal tertentu (Hodgetts,1996). Kemudian dijelaskan lebih jauh oleh Abraham Maslow manusia memiliki motivasi karena didorong oleh adanya kebutuhan-kebutuhan, yaitu
- kebutuhan fisiologis dasar (the physiological needs),
- kebutuhan akan rasa aman dan tentram (the safety and security needs),
- kebutuhan untuk dicintai dan disayangi (the love and belonging needs),
- kebutuhan untuk dihargai (the esteem needs),
- kebutuhan untuk aktualisasi diri (self-actualization).
Teori Abraham Maslow ini telah dianut oleh sebagain besar umat manusia bahkan bisa jadi dianut juga oleh para aktivis organisasi yang berbasis Islam. Untuk itu kritik atas teori hirarki Maslow ini perlu didiskusikan.
Dalam kajian psikologi kontemporer, para analis psikologi mencoba untuk melakukan kritik atas teori Maslow ini antara lain yang dilakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall dalam bukunya Spiritual Capital (Mizan: 2005) tentang perlunya pembalikan hirarki kebutuhan. Beberapa kritik lain atas teori Maslow ini juga muncul dari para pegiat psikologi terapan di Indonesia antara lain yang dilakukan oleh Ubaydillah,AN seorang trainer dengan bidang kekhususan Life Learning Skill Development (Mari membalik Hirarki, http://www.e-psikologi.com,2006).
Dalam analisisnya berdasarkan bacaan-bacaan di bidang manajemen terdapat tiga kritik penting terhadap teori Maslow.
Pertama, setiap tingkatan atau hierarki, harus dipenuhi lebih dulu sebelum tingkatan berikutnya diaktifkan. Orang tidak terdorong untuk memperoleh pemenuhan kebutuhan sosial sebelum kebutuhan fisiknya dapat dipenuhi. Orang tidak terdorong untuk mengaktualisasikan dirinya sebelum kebutuhan lain-lain terpenuhi.
sumber: http://unnes.info/motivation/motivasi-berorganisasi

Sabtu, 29 Oktober 2011

ORGANISASI 2


organisasi laba

organisasi laba yang telah memiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni dari keuntungan usahanya. Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapa yang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan. Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi.

organisasi non laba

Karakter dan tujuan dari organisasi non profit menjadi jelas terlihat ketika dibandingkan dengan organisasi profit. Organisasi non profit berdiri untuk mewujudkan perubahan pada individu atau komunitas, sedangkan organisasi profit sesuai dengan namanya jelas-jelas bertujuan untuk mencari keuntungan. Organisasi nonprofit menjadikan sumber daya manusia sebagai asset yang paling berharga, karena semua aktivitas organisasi ini pada dasarnya adalah dari, oleh dan untuk manusia.

Organisasi profit memiliki kepentingan yang besar terhadap berkembangnya organisasi nirlaba. Dari onganisasi inilah sumber daya manusia yang handal terlahir, memiliki daya saing yang tinggi, aspek kepemimpinan, serta sigap menghadapi perubahan. Hampir diseluruh dunia ini, organisasi nirlaba merupakan agen perubahan terhadap tatanan hidup suatu komunitas yang lebih baik. Daya jelajah mereka menyentuh pelosok dunia yang bahkan tidak bisa terlayani oleh organisasi pemerintah. Kita telah saksikan sendiri, bagaimana efektifnya daya jelajah organisasi nirlaba ketika terjdi bencana tsunami di Aceh, ratusan organisasi nirlaba dari seluruh dunia seakan berlomba membuat prestasi tehadap proyek kemanusiaan bagi masyarakat Aceh. Organisasi profit juga mendapatkan keuntungan langsung dengan majunya komunitas, mereka mendapatkan market yang terus bertumbuh karena daya beli komunitas yang kian hari kian berkembang atas pembinaan organisasi nirlaba.

Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
  • Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
  • Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

contoh struktur organisasi formal:
untuk mempermudah jalannya suatu program

Minggu, 09 Oktober 2011

organisasi

Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai:

  • suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama
    dengan pola tertentu  yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya suatu konflik dalam sebuah organisasi yang dikarenakan oleh adanya ketidakselarasan tujuan, perbedaan interpretasi fakta, ketidaksepahaman yang disebabkan oleh ekspektasi perilaku dan sebagainya.

Sejarah singkat organisasi

Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama”

(Burky dan Perry, 1998) Organissasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindaksecara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama.Istilah organisasi berasal dari kata organon/bahasa yunani. Yang berarti alat, tools. Desain organisasi (organizational design) merupakan proses memilih dan mengimplementasikan struktur yang terbaik untuk mengelola sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Sasaran desain organisasi adalah menggunakan struktur yang memberikan fasilitas pengimplementasian strategi. Desain organisasi dapat juga dinyatakan sebagi proses pembuatan keputusan yang dilakukan oleh manajer untuk memilih struktur organisasi yang sesuai dengan strategi untuk organisasi dan lingkungan tempat anggota organisasi melaksanakan strategi tersebut.

salah satu organisasi yang saya ikuti sekarang adalah:
* English online learning class 
* organisasi game console (dari forum IDWS)

alasannya adalah untuk memperluas pergaulan dan untuk memperdalam ilmu yang saya minati, serta menambah koneksi dengan para ahli / expertise.

pengaruh kedua organisasi tersebut terhadap saya adalah, saya menjadi terus menerus menerima Ilmu baru dari organisasi saya, baik yang digunakan secara langsng maupun tidak langsung.

Minggu, 02 Oktober 2011

Mengatasi Rasa Kecewa Pada Anak

Sebagaimana orang dewasa, anak-anakpun dapat merasakan perasaan kecewa. Bagaimana sikap orangtua dalam membantu anak mengatasi perasaan kecewa ini?


Misalnya saja, seorang anak tidak terpilih sebagai anggota sebuah kelompok paduan suara padahal banyak teman-temannya ada di dalam kelompok tersebut.

Menurut Lewis P. Lipsitt, Phd, seorang profesor emeritus pada bidang psikologi dari Universitas Brown di kota Providence profinsi Rhode Island, hal terburuk yang bisa dilakukan adalah mengatakan, "Halah, siapa sih yang butuh ikut paduan suara?" atau "Ikut paduan suara itu kan hanya membuang waktu"

Jawaban orangtua yang demikian, bukan saja mengecilkan pilihan aktivitas yang diminati anak, tetapi juga orangtua sebetulnya telah gagal dalam memberikan alat yang dapat menolong si anak mengatasi rasa kecewanya.

Cara yang terbaik untuk membantu anak ini adalah dengan memandang situasi ini sebagai sebuah kesempatan bagi si anak untuk mengatasi perasaannya dan mengambil reaksi yang tepat terhadap sebuah penolakan, lebih lanjut Dr. Lipsitt menambahkan.

Rasakan kepedihan si anak. Dengan demikian kita akan membantu menyiapkan si anak untuk mengatasi kegagalan-kegagalan dan kekecewaan yang tidak dapat dihindari pada masa dewasa. Dr. Lipsitt juga mengatakan, sebetulnya penolakan tidaklah selalu negatif, bahkan seringkali penolakan dapat membuat seseorang makin memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil pada bidang yang ditolak atau pada bidang lain di masa yang akan datang .

Jadi bersimpatilah, bicarakan pada si anak bagaimana perasaan kita pada saat kita mengalami persoalan yang sama. Sampaikan juga, bahwa ini bukanlah akhir dari segala-galanya. Masih banyak hal lain yang merupakan kelebihan si anak dan juga masih banyak cara menggunakan waktu bersama-sama dengan teman-teman yang ada di kelompok paduan suara tersebut.

Sebagai contoh, kita bisa mengatakan, "Saya tahu kamu merasa sedih dan marah karena tidak terpilih dalam kelompok paduan suara itu. Saya masih ingat, saya juga merasakan hal yang sama. Ketika saya berumur 9 tahun dan tidak terpilih dalam tim baseball bersama sahabat saya, saya merasa sangat kecewa. Saat itu saya juga merasa khawatir sahabat saya tidak akan bermain bersama saya lagi, karena saya tidak tergabung dalam kelompok itu. Tapi itu tidak terjadi. Saya bahkan akhirnya mengetahui, bahwa saya lebih handal dalam permainan sepak bola dari pada baseball.

Meskipun saya tahu, bahwa kamu sangat ingin berada dalam kelompok paduan suara itu,  mungkin ini adalah kesempatan yang baik untuk mengikuti kelas karate yang sudah lama ingin kamu coba . Dan kamu masih bisa bermain bersama teman-teman kamu itu di sekolah atau selama kegiatan pramuka.

Demikianlah saran Dr. Lipsitt dalam membantu anak mengatasi perasaan kecewa.

disadur dari : http://www.parents.com/big-kids/discipline-behavior/behavior/easing-disappointment/

Kamis, 08 September 2011

jenis - jenis pemicu kemarahan pada anak dan tips mengatasinya

Temper tantrum adalah ledakan kemarahan yang terjadi secara tiba-tiba, tanpa terencana. Pada anak-anak, ini bukan hanya untuk mencari perhatian dari orang dewasa saja. Ketika mengalami tantrum, anak-anak cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya. Baik itu menangis keras-keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, dsb.



Normalnya, tantrum (baca: marah-marah) pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30 detik sampai 2 menit saja. Tapi, jika kemarahan berlanjut sampai pada tingkat yang membahayakan dirinya atau orang lain, maka ini bisa menjadi hal yang sangat serius.

Temper tantrum biasanya terjadi pada anak usia 1-4 tahun. Meski tidak menutup kemungkinan anak-anak yang lebih tua, bahkan orang dewasa pun pernah mengalami ledakan kemarahan ini. Dan pada dasarnya, marah-marah pada anak-anak usia 1-4 tahun adalah hal yang wajar terjadi bagi usia mereka. Kebanyakan anak-anak mengalami hal ini.

Mengapa harus marah-marah?
Temper tantrum biasa terjadi karena beberapa hal pemicu. Diantaranya adalah:

1. Frustrasi.
Jangan dikira hanya orang dewasa saja yang bisa frustrasi. Anak-anak pun mengalami hal ini. Misalnya, anak-anak akan menjadi cepat marah manakala mereka tidak bisa mencapai sesuatu yang sangat mereka inginkan. Dalam artian, mereka gagal. Kegagalan memicu rasa frustrasi, dan akhirnya kemarahan itupun meledak.

2. Lelah.
Anak-anak yang kelelahan, akan menjadi mudah marah. Aktivitasnya yang padat dan sedikit waktu bermain akan membuat anak-anak cepat marah dan emosi.

3. Orangtua terlalu mengekang.
Sikap orangtua yang terlalu banyak mendikte dan mengekang anak, juga dapat berpengaruh bagi emosinya. Anak-anak yang merasa jenuh dengan kekangan orangtuanya, suatu saat akan mencapai titik puncak kejenuhan. Dan marah-marah adalah salah satu bentuk ledakan tersebut.

4. Sifat dasar anak yang emosional.
 Beberapa anak mewarisi sifat dasar emosional dari orangtuanya. Mereka ini cenderung tidak sabaran, gampang marah meski karena hal-hal kecil.

5. Keinginan tak dipenuhi.
Salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan orangtua adalah mereka begitu mudahnya membujuk anak-anak dengan iming-iming. Menangis sedikit, anak dibujuk dengan es krim atau mainan. Nah, akhirnya ini akan menjadi kebiasaan, dan anak-anak mengenali pola ini. Suatu ketika, ia memiliki keinginan akan sesuatu, ia akan menangis dan mengamuk jika keinginan tersebut tidak segera dipenuhi oleh orangtuanya.
Bagaimana mengatasinya?

Mengatasi anak-anak yang sedang mengamuk itu gampang-gampang susah. Penuh dilemma. Tapi, ada beberapa kiat yang bisa kita gunakan untuk mengatasi masalah ini.
1. Cari tahu penyebabnya.
Dengan mengetahui penyebab anak-anak mengamuk, kita akan mudah menentukan langkah yang harus kita ambil dalam menghadapi mereka.

2. Jangan ikut emosi.
Biasanya, orangtua akan ikut-ikutan menjadi emosi manakala anak mereka mengamuk. Orangtua bisa memukul, mencubit, dsb. Apakah itu solusi? Tidak. Anak-anak bukannya akan belajar mengatasi kemarahan mereka, tapi malah semakin menganggap orangtuanya jahat.

3. Abaikan dan ajari anak mengatasi kemarahannya.
Jangan turuti semua hal yang diinginkan pada saat itu juga. Bersikap cuek dan tidak memperdulikan kemarahannya, sebenarnya adalah cara yang sangat jitu untuk membuatnya tahu, bahwa kemarahannya tidak bisa membeli keinginannya. Katakan padanya, bahwa hanya anak-anak yang menyampaikan keinginan dengan cara yang baiklah yang akan mendapatkan keinginannya itu dari Anda. Bukan dengan amukan, tangisan, bahkan berguling-guling. Sikap tegas dan konsistensi Anda dengan sikap ini akan membuatnya berlatih lebih disiplin.

4. Sudut diam.
Dalam artian, bukan mengurung anak di kamar mandi atau di gudang. Tidak perlu main kunci pintu atau rantai. Cukup sediakan sebuah kursi yang Anda sebut sebagai kursi diam. Saat mengamuk, dudukkan anak disana, dan ia tidak boleh kemana-mana sampai ia bisa menenangkan diri. Boleh juga meminta anak untuk masuk ke kamarnya sendiri dan menenangkan diri. Ia boleh keluar dan kembali menyapa Anda setelah ia tenang.

Normalnya, memasuki usia 5 tahun, saat anak-anak mulai bersekolah dan bergaul dengan teman sebayanya, mereka telah mulai dapat mengatasi gejolak emosi mereka. Sesekali mungkin marah, tapi, mereka lebih bisa menahan diri. Nah, jika dalam waktu bertahun-tahun di masa sekolah mereka belum juga bisa mengatasi permasalahan ini, ini kemungkinan besar menunjukkan bahwa anak-anak bermasalah dalam emosinya. Bisa jadi, karena kesulitan belajar atau kesulitan bergaul dengan lingkungannya. Dan Anda butuh untuk berkonsultasi pada ahlinya untuk mengatasi masalah ini.
sumber

Anak pemarah merupakan masalah bagi orang tua, bayangkan saja anak selalu marah-marah jika permintaannya tidak dituruti, bagaimana pusingnya orang tua dalam menghadapi anak yang seperti itu? Jika anak sedang emosi atau marah biasanya dilampiaskan dengan cara membanting pintu, melempar sesuatu, menendang meja, mengacaukan segala hal dan berteriak-teriak penuh kemarahan.
Rasa marah bisa timbul akibat banyak sebab, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Terkadang orangtua ikut kesal jika anak selalu bertindak marah-marah. Berikut akan dipaparkan bagaimana mengatasi anak pemarah menurut versi Vera Farah Bararah.

Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:
  1. Seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.
  2. Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.

Cara Mengatasi Anak Pemarah

Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi ibu dan anak. Karena itu orangtua perlu memaklumi sifat anaknya tersebut. Seperti dikutip dari The baby Book karangan William dan Martha Sears, Jumat (19/3/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:
  1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.
  2. Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.
  3. Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.
  4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. 
  5. Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.
  6. Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.

Kamis, 19 Mei 2011

cinta kasih


PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur  - unsur dasar tertentu yaitu:
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Menurut Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta , bukan cinta segitiga dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur, yaitu:
  • Keterikatan, adalah perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
  • Keintiman, yaitu adanya kebiasaan – kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal diganti dengan sekedar nama panggilan.
  • Kemesraan, yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen apabila jauh atau lama tak bertemu, ucapan – ucapan yang menyatakan sayang, saling menium, merangkul dan sebagainya.
Dra. Kartini Kartono dalam bukunya Psikologi Abnormal & Pathologi Seks mengemukakan bahwa wanita dan pria dapat disebut normal dan dewasa bila mampu mengadakan relasi seksual dalam bentuk normal dan bertanggung jawab, hubungan seks yang normal mengandung pengertian bahwa hubungan tersebut tidak menimbulkan efek dan konflik psikis bagi kedua belah pihak serta tidak bersifat paksaan. Sedangkan untuk yang bertanggung jawab adalah bahwa kedua belah pihak menyadari konsekuensinya dan bertanggung jawab terhadapnya. Misalnya, mau menikah dan memelihara anak yang menjadi hasil relasi seksual yang dilakukan.
Abnormalitas menurut Dra. Kartini dibagi dalam tiga golongan, yaitu:
  1. Dorongan Seksual yang abnormal
    • Pelacuran (prostitution) yang pada umumnya dilakukan wanita dalam melayani pria hidung belang karena dorongan ekonomi, kekecewaan dan seterusnya.
    • Perzinahan (adultery) merupakan relasi seksual yang dilakukan oleh pria atau wanita yang tidak sah secara agama dan hukum.
    • Perkosaan (rape) merupakan perbuatan cabul dengan cara kekerasaan atau paksaan.
    • Bujukan (seduction) merupakan bujukab atau rayuan untuk mengajak bersetubuh.
  2. Partner Seks yang abnormal
    • Homoseksualitas, terhadap sesama jenis.
    • zoofilia, terhadap hewan.
    • Pedofilia, Terhada anak di bawah umur.
    • Geronto-seksualitas, Pria terhadap wanita tua.
  3. Dalam pemuasan dorongan seksual
·          
    • Voyeurism atau Peeping Tom, dilakukan seseorang yang mendapat kepuasan seks dengan melihat orang lain telanjang.
    • Transvestutisme, merupakan gejala pathologis yang memekai pakaian lawan jenis.
    • Transseksualisme, terjadi pada sesorang yang merasa dirinya memiliki seksualitas yang berlawanan dengan kenyataan.
KASIH SAYANG
Erich Fromm (1983:54) dalam bukunya Semi Mencintai mengemukakan tentang adanya macam macam cinta, yaitu:
  1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudraan tidak mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
  2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya.
  3. Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dai cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesunguhnya. Namun, bila orang yang melakukan hubungan erotis tanpa disadari rasa cinta, di dalamnya sama sekali tidak mungkin timbul rasa kasih sayang.
  4. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri. CInta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  5. Cinta Terhadap Allah
KEMESRAAN
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
  • Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
  • Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
  • Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
PEMUJAAN
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan YME. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya.
Cara Pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan. Berbagai seni sebagai manifestasi pemujaan merupakan suatu tambahan tersendiri dalam terciptanya kehidupan yang lebih indah.
Sumber:  http://arikaka.com/bab-iii-manusia-dan-cinta-kasih/

keindahan alam indonesia

Keindahan alam Indonesia negeri kita tercinta ini, sejuk di mata sejuk di hati pula. Yah, sekarang saya mau menceritakan mengenai alam Indonesia. Oia, kok saya bisa menyebutkan "Sejuk di mata tetapi kok sejuk di hati juga?", itu sih sebenarnya berdasarkan pengalaman saya sendiri. Penasaran?... mari kita simak sejenak tentang keindahan di Indonesia.
1. Lake Kaindy, Kazakhstan
Danau ini terletak di kedalaman hutan dengan ketinggian 2000m di atas permukaan laut. Terbentuk dari longsoran batu kapur dan pengendapan tanah. Danau ini membentuk bendungan alami dan sebuah ngarai yang indah.
Danau ini memiliki panjang panjang 400m dengan kedalaman 30m. Pemandangan yang sangat indah dihadirkan disini. Sisa-sisa pohon yang tidak terendam, menjulang bagaikan paku-paku kreasi dari alam. Sedangkan bagian yang terendam air, nampak menyimpan misteri seperti hutan yang berumur ratusan tahun.

2. Danau Bezid, Romania
Terletak di wilayah Transylvania Rumania, keunikannya adalah tidak hanya pemandangan indah namun juga sisi mistis yang dihadirkan di sini. Terbentuk setelah seluruh desa Bezid kebanjiran, meninggalkan rumah-rumah di dasar danau dan hanya gereja lokal menara dan pohon-pohon masih terlihat menjulang di atas danau.
Dahan-dahan dan ranting pohon yang tua terlihat menjulang ke atas permukaan air seperti tangan-tangan yang membawa pesan mistis. Waduk ini juga menyembunyikan sesuatu di bawah airnya, yaitu puing-puing desa yang tenggelam sehingga semakin menambah suasana indah dan juga misteri yang dihadirkan disana.
3. Danau Periyar, India
Danau Periyar sebenarnya waduk buatan, untuk sebuah daerah banjir yang diciptakan pada tahun 1895 oleh pembangunan Bendungan Mullaperiyar. Tunggul pohon itu adalah sisa-sisa hutan yang dulu.
Di sekitar danau kontur bukit-bukit yang berhutan menyediakan sumber air permanen untuk satwa liar lokal, dan ini dikatakan sebagai salah satu dari sedikit tempat di mana bendungan telah baik untuk di jadikan ekosistem.

4. Waduk Udawalawe, Sri Lanka
Waduk ini menyajikan pemandangan sisa-sisa ribuan pohon hutan yang mati akibat terendam air yang mengisi bendungan buatan ini. Banyak sekali binatang-binatang yang kehilangan habitatnya disini, Namun belakangan, waduk ini mulai kembali didatangi oleh berbagai kelompok dan jenis-jenis hewan yang ada di sekitar lingkungan waduk ini.
Sering terlihat sekumpulan gajah-gajah yang sengaja mampir kesini, selain untuk minum ada juga yang bermain-main dengan mandi di sini. Tak ketinggalan pula mulai banyak jenis-jenis ikan baru yang kedapatan meghuni waduk ini.
5. Danau Volta, Ghana
Danau dibentuk oleh hidroelektrik Akosomba Dam, yang menyediakan pasokan listrik untuk banyak negara. Selesai dibangun pada tahun 1965, proyek ini memaksa sekitar 78.000 orang untuk melakukan relokasi permukiman baru, bersama dengan 200.000 hewan peliharaan mereka, sementara sekitar 120 bangunan dan tempat tinggal yang tak terhitung jumlahnya juga dihancurkan.
Danau Volta merupakan potensi sumber daya yang menjanjikan, pemerintah Ghana berusaha untuk memanen 14 juta meter kubik kayu yang terendam, meskipun tidak tanpa kontroversi. Kayu keras tropis yang mungkin berharga, diawetkan oleh minimnya oksigen di dalam air. Tetapi beberapa mengatakan penebangan di dalam air bisa menjadi ancaman bagi nelayan dan mengganggu keseimbangan ekologi danau.
6. Danau Caddo,Texas
Danau Misterius ini tampak seperti Rawa-rawa dalam film horror. danau ini tidak sepenuhnya tenggelam sehingga tumbuhan di sini tidak begitu mati dan tidak begitu hidup. Namun di balik keseraman tersebut terdapat Keindahan yang luar biasa.
Asli tumbuhan runjung tenggara Amerika Serikat, pohon-pohon Cypress berkembang dalam habitat lembab, dan beberapa individu dapat hidup selama lebih dari 1.000 tahun.
Baldcypresses, yang berkembang dalam habitat berawa, memiliki pertumbuhan yang khas yang disebut cemara lutut, woody proyeksi di atas air yang merupakan bagian dari sistem akar dan memberikan dukungan struktural dan stabilisasi – di situs rawan banjir seperti ini.
7. Kampong Pluk, Kamboja
Di Kamboja dapat ditemukan hutan lain yang mengambang, terdiri dari pohon-pohon yang tumbuh keluar dari sebuah danau, akar kust mereka yang tersembunyi di bawah air.
Pohon yang tumbuh di Kampung Pluk adalah bakau dan habitat hutan lainnya. Mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk monyet pemakan kepiting, serta manusia yang panen udang dan tinggal di rumah pohon / rumah apung.

Minggu, 17 April 2011

MENGEMBANGKAN BUDAYA INDONESIA DI TENGAH GLOBALISASI BUDAYA

Globalisasi budaya identik dengan budaya pop dan postmodernisme yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Budaya pop awalnya merupakan hegemoni budaya Barat (terutama Amerika), ditandai dengan merebaknya gaya hidup Amerika melalui industri budayanya seperti musik, olahraga, fastfood, mode pakaian, dan film-film Amerika di seluruh dunia. Namun kondisi ini pun tidak selalu statis. Sesuai sifatnya yang fleksibel dan berubah-ubah, budaya pop menjadi sangat terbuka untuk diisi oleh budaya mana pun. Globalisasi budaya memungkinkan dibukanya kelas-kelas yoga di New York dan restoran sushi di Kuwait. Peran media massa dalam menyebarkan informasi menjadikan proses ini makin cepat, dengan persinggungan antar budaya yang mengalir deras melahirkan variasi kebudayaan yang sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, pilihannya hanya mempengaruhi dan dipengaruhi. Jika kita tidak mampu menghindar dari pengaruh, mengapa kita tidak ikut memberi pengaruh? Karena itu, sudah saatnya kita bersikap serius untuk terjun dalam globalisasi budaya dan turut membawa kebudayaan kita kepada dunia.

Yang harus kita tentukan mula-mula ialah definisi kebudayaan kita sendiri. Apa itu budaya Indonesia? Batik, angklung, wayang, mandau, tari saman, gotong royong, paguyuban, nagari, apa pun itu, daftarkan satu per satu baik budaya tradisi maupun kontemporer, baik budaya kongkrit maupun abstrak. Sebelum mulai menyebarkan budaya, kita perlu mengenali dulu budaya kita. Ini penting terutama ketika kita berurusan dengan masalah hak cipta, kekayaan intelektual dan kekayaan budaya. Budayawan Jepang Yamada Shoji mengatakan bahwa ada dua hal yang bertentangan dalam budaya yakni perilaku ‘memiliki’ sekaligus ‘menyebarkan’. Paradoks ini kita temui tatkala terjadi saling klaim atas suatu budaya seperti yang kita alami akhir-akhir ini dengan Malaysia. Ini menjadi satu kesulitan tersendiri, karena di satu sisi kita semestinya bangga terhadap luasnya penyebaran budaya kita, tapi di sisi lain kita merasa hak milik kita dirampas. Kebudayaan Indonesia pun nyatanya sangat banyak yang merupakan pengaruh kebudayaan asing. Apakah salah jika kita mengikutsertakan barongsai dan potehi dalam festival budaya Indonesia? Saya juga tak ingin rakyat India mendemo kita karena memainkan lakon-lakon Ramayana. Maka inventarisasi terhadap aset-aset kebudayaan kita penting untuk dilakukan, namun dengan tetap meniscayakan asimilasi dan akulturasi. Berbagai UU Perlindungan Budaya yang telah ada selayaknya dimaksimalkan.
Setelah memegang daftar inventaris budaya Indonesia, maka berikutnya kita perlu menggegas industrialisasi budaya. Hanya dengan memberikan nilai ekonomi yang tinggi, maka kebudayaan kita akan memiliki daya jual yang meningkatkan daya saing dan kemampuan survivalnya, memberi imbas positif bagi kesejahteraan masyarakat serta menjadi jalan menuju ekspansi budaya besar-besaran. Bagaimana industrialisasi budaya mendorong ekspansi budaya? Hal ini terjadi karena industri membutuhkan pasar yang besar, dan pasar dari industri budaya adalah orang-orang yang berminat terhadap budaya tersebut. Maka kesuksesan industri budaya berbanding lurus dengan kesuksesan ekspansi budaya. Setiap kali industri tersebut melakukan ekspansi pasar, maka ia juga telah melakukan ekspansi budaya. Ada pun ekspansi budaya membutuhkan produkproduk yang agresif, yaitu produk-produk berorientasi ekspor yang mampu membawa nama Indonesia ke seluruh dunia.
Dalam proses ekspansi budaya ini, kita pun memerlukan metode penyebaran yang tepat. Meski pun kita telah melakukan industrialisasi batik, namun permintaan batik di luar negeri tidak akan serta merta melonjak karena pasar harus tertarik lebih dulu dengan produk batik. Lalu bagaimana kita akan mempromosikan begitu banyak budaya kita kepada pasar luar negeri? Bahkan untuk memperkenalkannya saja sudah sulit. Menurut Turner (1984), budaya pop dan media massa memiliki hubungan simbiotik di mana keduanya saling tergantung dalam sebuah kolaborasi yang sangat kuat. Kepopuleran suatu budaya sangat bergantung pada seberapa jauh media massa gencar mengkampanyekannya. Begitu pula media massa hidup dengan cara mengekspos budaya-budaya yang sedang dan akan populer. Maka kita harus memprioritaskan terlebih dahulu produk-produk budaya yang berkaitan dengan komunikasi massa. Saya memilih industri film sebagai langkah awal ekspansi budaya secara serius. Film yang saya maksud meliputi film layar lebar dan sinetron di televisi. Format audio visual memungkinkan film untuk menarik perhatian lebih besar, menjadikannya efektif dalam komunikasi massa. Alur cerita akan memudahkan para penonton untuk menangkap maksud film dengan cara yang menyenangkan, sementara film juga mudah disisipi pesan-pesan sampingan yang tidak begitu disadari seperti iklan dan propaganda.

Sumber: http://obyramadhani.wordpress.com/2009/12/23/mengembangkan-budaya-indonesia-di-tengah-globalisasi-budaya/

Dada Ayam yang Sombong


Dada Ayam yang Sombong
Di satu peternakan hiduplah dua ekor ayam aneh.
Ayam pertama mempunyai dada yang menggelembung. Dadanya selalu penuh oleh pujian ayam-ayam lain. Ia memang mempunyai banyak kepandaian yang menjadikannya sombong.
Ia berkokok paling pagi.
Ia dapat mengepakkan sayap dan terbang lebih tinggi dari teman-temannya.
Ia juga memiliki bulu yang paling bersih, warna jengger paling merah, serta kuku taji yang berlekuk paling bagus.
Kalau ia berjalan, dadanya selalu sampai lebih dulu.
Waktu makan bersama, ayam-ayam lain merasa sesak karena dadanya yang menggelembung besar.
Ayam kedua mempunyai kepala yang besar. Kepalanya selalu penuh oleh pertanyaan. Semua hal di peternakan menarik hatinya.
Ia mempertanyakan:
“Kenapa ayam bangun paling pagi?”
“Kenapa sapi bisa mengeluarkan susu?”
“Kenapa tikus dan babi sangat bisa makan apa saja?”
Kalau ia berjalan, badannya selalu oleng karena kepalanya yang berat.
Waktu makan bersama, ia lebih banyak diam dan memperhatikan teman-temannya.
Suatu hari ayam dengan dada yang menggelembung dan ayam dengan kepala yang besar duduk berdua di tepi kubangan kerbau.
Ayam dengan dada menggelembung mulai menyombong,
“Setiap pagi aku berkokok paling pagi!”
Dengan kesombongan itu, dadanya tambah menggelembung.
Ayam berkepala besar menyahut dengan pertanyaan,
“Memang kenapa kalau kau berkokok paling pagi? Untuk membangunkan manusia? Kalau kau tidak bangun pagi dan ada yang bangun lebih pagi di antara kita, pasti dia akan berkokok dan membangunkan manusia, kan?”
Dengan pertanyaan itu, kepalanya bertambah besar.
Ayam dengan dada menggelembung menambahkan,
“Aku dapat mengepakkan sayap dan terbang lebih tinggi daripada kalian.”
Dadanya tambah menggelembung.
Ayam dengan kepala besar menyahut lagi,
“Memang apa gunanya kau kepakkan sayapmu? Buat apa kau terbang kalau kau takut pergi dari pertenakan ini? Kau tidak bisa pergi kemana-mana juga, kan?”
Kepalanya membesar lagi.
Ayam dengan dada menggelembung tidak mau kalah,
“Aku memiliki bulu yang paling bersih, warna jengger paling merah, serta kuku taji yang berlekuk paling bagus!”
Dadanya makin sesak dan sudah hampir meledak.
Ayam dengan kepala besar menimpali,
“Apa gunanya bulu bersih kalau nantinya kau kotori juga dengan debu? Buat apa jengger paling merah kalau tidak ada fungsinya? Untuk apa juga taji yang cantik kalau hanya untuk mengorek tanah?”
Waktu ayam dengan kepala besar menyelesaikan pertanyaannya, dada ayam yang menggelembung meledak dan mengeluarkan bunyi yang mengagetkan peternakan. Disusul dengan kepala ayam besar pecah.
Berantakan.

Sumber: edowallad >>  http://www.kemudian.com/node/62667




Moral1 : kalo cerita ini terjadi pada manusia...pasti tidak akan ada yang bersikap sombong lagi... soalnya dadanya akan membesar seketika jika dia berkata sombong...ketauan deh. tapi kalo setiap orang bertanya terus kepalanya tambah besar... bakal jadi idiot semua dunk.. soalnya gak ada lagi yang berani mempertanyakan apapun
Moral2:  jadi orang itu tidak boleh sombong dan jangan terlalu banyak nanya

Dua Kucing dan Dua Onigiri

Suatu hari ada seekor kucing besar dan seekor kucing kecil. Dua ekor kucing tersebut menemukan dua buah onigiri. Kucing yang besar menemukan onigiri kecil, sedangkan kucing yang kecil menemukan onigiri besar. Karena hanya mendapatkan onigiri yang kecil, kucing besar itu berkata kepada kucing yang kecil.
“Hei, kucing kecil. Lihatlah, badanmu kan kecil kenapa kamu mau makan onigiri yang besar? Ayo tukarkan dengan onigiriku saja” kata kucing besar.
“Enak saja. Aku kan yang menemukan onigiri besar ini, jadi walaupun badanku kecil aku berhak makan onigiri besar” kata kucing kecil.
“Heh, dimana-mana itu kalau kucing kecil makannya ya sedikit. Kalau kucing besar makannya ya banyak. Kok begitu saja kamu tidak tahu sih?”
“Nah, aku kini tahu akal bulusmu. Kamu khawatir kan kalau aku makan onigiri besar ini badanku akan menjadi besar. Kalau badanku besar, kamu takut kalah saingan kan?”
“Bukan begitu. Tapi wajarnya karena badanmu kecil, ya makanmu juga sedikit saja. Nanti kalau makan kebanyakan perutmu akan sakit”
“Ah, kamu ini mau mencoba membujukku ya? Pokoknya aku gak mau!”
Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya kedua kucing itu saling bertengkar. Pada saat bertengkar itu, kucing besar mendapatkan ide.
“Begini saja, bagaimana kalau kita pergi bertanya kepada kera. Mungkin dia mempunyai pendapat yang lebih bagus” kata kucing besar.
“Baiklah aku setuju” kata kucing kecil.
Akhirnya dengan menggelindingkan onigiri di sepanjang jalan, mereka pergi menemui kera. Kedua kucing itu lalu menceritakan persoalan yang sedang mereka hadapi.
“Hmm… sulit juga ya. Tapi kalau menurut pendapatku, bagaimana kalau dua onigiri ini dibagi rata hingga mencapai besar yang sama?” tanya kera.
“Baik, saya setuju”
“Saya juga setuju”
“Baiklah, sementara aku menimbang berat onigiri ini, kalian pergilah sedikit menjauh”
Akhirnya kera memegang dua buah onigiri itu di tangan kanan dan kirinya. Ia mencoba menimbang-nimbang dengan tangannya.
“Hmm… kok berat yang kanan ya?” kata kera seraya mengambil sedikit bagian onigiri di tangan kanannya lalu memakannya.
Kera lalu menimbang-nimbang lagi.
“Kok terasa berat yang kiri ya?” katanya lagi seraya mengambil sedikit bagian onigiri dari tangan kirinya lalu memakannya.
Kera terus menimbang-nimbang berat onigiri itu. Namun ia tetap tidak bisa merasakan berat onigiri yang sama. Sampai akhirnya dua buah onigiri itu pun habis dimakannya sedikit demi sedikit. Melihat kedua onigiri mereka habis, kedua kucing itu pun sangat kecewa. Mereka pulang sambil menangis tersedu-sedu. Miauww…
Judul asli: Futatsu no Omusubi (Dua Buah Omusubi) berasal dari Prefektur Fukuoka.
Moral : jangan selalu percaya dan bergantung kepada saran orang lain, biasa saja mereka hanya memanfaatkan keadaan kita pada akhirnya.

NILAI KESUSASTRAAN


kesusastraan adalah seni penggunaan bahasa untuk mencerminkan objek nyata dan keadaan psikis. Kesusastraan merupakan salah satu bagian terpenting dari kebudayaan.
Kriteria dari kesusastraan klasik terletak pada nilai sastra dan pewarisannya.
Isinya dapat memerankan fungsi sebagai teladan, inspirasi dan penyimpan nilai-nilai yang langgeng.
Kebudayaan Tiongkok memiliki tradisi dalam penggunaan sajak untuk mengungkapkan keinginan dan kesusastraan untuk aturan moral. Kesusastraan klasik menarik minat pembacanya dan mengkultivasi watak mereka, dengan teknik seni tinggi dan prinsip moral yang mendalam.
Kesusastraan klasik meliputi syair, sajak, prosa, novel, dan berbagai bentuk lainnya seperti Ci, Fu dan musik klasik.
Ci adalah syair yang berasal dari jaman Dinasti Tang, ditulis dengan melodi tertentu, pola nada yang ketat dan metode rima, dalam jumlah kata dan baris tertentu.
Sedangkan, Fu merupakan karya sastra elaborasi dari kombinasi elemen-elemen syair dan prosa. Pengaruh dari ide “keseimbangan langit dan manusia” yang diusung oleh Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme dalam kata dan arti, telah meningkatkan secara langsung lingkup dari syair, prosa, kaligrafi, seni lukis dan musik.
Manifestasi dari Kesusastraan klasik dapat diringkas dalam kategori-kategori berikut, yakni pemikiran yang menghubungkan dengan sejarah leluhur, ekplorasi terhadap hukum langit, introspeksi/ melihat ke dalam dan ke luar, mempelajari misteri, pelestarian prinsip-prinsip ketuhanan, dan menunjukkan keabadian.
Berikut akan dibahas beberapa kategori tersebut.

1. Perhatian pada Aspek Kejiwaan Rasional Manusia

Mencari kebenaran, hukum langit dan nilai-nilai kemanusiaan adalah tema abadi dari kesusastraan klasik. Persepsi leluhur tentang hidup manusia yang singkat, alam semesta yang abadi, dan pemikiran terhadap sejarah dan kehidupan manusia merupakan rasa keinginan yang mendalam terhadap alam abadi dan tak terbatas.
I Ching, Kitab Perubahan, diletakkan pada urutan pertama dari karya-karya klasik. Karya ini mengungkapkan kosmologi dari “keseimbangan antara Langit dan Manusia”, meliputi gambaran tentang langit dan bumi, menjelaskan alam semesta, menghubungkan manusia dengan Dewa dan menyatukan manusia dengan alam. Manusia dapat membantu perubahan dan perkembangan kekuatan dari Langit dan Bumi, dan manusia dapat berinteraksi dengan alam.
Sebagai tambahan, Kitab Perubahan mengungkap prinsip dasar dari hubungan antara manusia dan alam, yaitu manusia harus saling menjaga satu dengan lainnya, merangkul semua hal dan menjadi jujur dan toleran.
Tao Te Ching karya Lao Tzu (The Book of The Way And its Virtue), Kitab Lagu Confucian Klasik, Kitab Sejarah, Jalan Konfusius dan Musim Semi, semuanya berbicara tentang mengikuti jalur langit, menghormati dan menganjurkan kebajikan. Karena dididik dan dibesarkan oleh orang bijak, orang-orang pada jaman dahulu hormat pada Langit dan Tuhan, memenuhi ketentuan Langit, percaya pada takdir mereka, terbuka, tulus dan tidak melanggar hukum.
Pada berbagai aliran filsafat, semua teori mereka didasari oleh prinsip-prinsip tersebut. Sima Qian dari Dinasti Han menulis karya besar Shih Chi,  yang merupakan sebuah catatan sejarah.
Walaupun hidup pada masa yang sulit, Sima Qian tetap menempatkan moral sebagai target tertinggi dalam hidup. Banyak pemahaman berbeda dari orang-orang setelah membaca karya yang diturunkan dari generasi ke generasi ini.
Beberapa di antaranya ada yang menyesali hidup karena lewatnya waktu. Ada yang berpikir tentang tujuan hidup sebagai manusia. Sebagian orang berusaha menyelidiki mitologi semesta dan banyak lainnya memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu yang lebih penting dari dunia fana.
Setelah memasang target tinggi, haruslah ada suatu jalan untuk meraihnya. Oleh karena itu, orang-orang bijak di berbagai dinasti menaruh perhatian yang serius pada kultivasi.
Pengenalan diri terhadap kesadaran, nilai-nilai kesadaran dan usaha kultivasi, penyempurnaan diri secara menerus dan pembentukan kepribadian ideal, membentuk jiwa manusia yang “ berorientasi ke dalam “ dari bangsa Tiongkok.
Buku Tata Cara Klasik Konfuisme yaitu The Great Learning, menekankan hal berikut, “Berharap untuk meluruskan hati mereka, terlebih dahulu mereka berupaya menjadi tulus dalam pikiran”.
Itu merupakan proses kultivasi dari “Meluruskan hati dan menjadi tulus dalam pikiran” dan menjadi contoh secara pribadi dengan cara, “Kultivasi diri, mengharmoniskan keluarga, pengelolaan pemerintahan dan perdamaian dunia.”
Konfusius berkata, “Jika kita melihat orang yang mulia, kita harus menirunya. Jika melihat orang dengan sifat sebaliknya, kita harus melihat ke dalam dan melakukan introspeksi."
Konfusius juga berkata, “Setiap hari Saya mengevaluasi diri berkali-kali.” Ini memerlukan kriteria yang ketat dan menyeluruh terhadap diri, tetapi tetap sederhana dan toleran terhadap orang lain. Dengan cara ini, seseorang bisa mengkultivasi diri menjadi orang yang baik.

2. Contoh Moralitas dan Semangat Kebajikan

Sebagai pembawa pesan penting dari kebudayaan tradisional, kesusastraan klasik memuat contoh-contoh moralitas, hubungan manusia, tiga pemandu pokok, lima kebajikan tetap, dan kriteria moral. Tiga pemandu pokok yakni pemerintah memandu rakyat, ayah memandu anak dan suami memandu istri. Sedangkan, lima kebajikan tetap meliputi kebaikan, kebenaran, kesusilaan, kebijakan dan kesetiaan.
Tso Chuan, sebuah komentar untuk Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur, mencatat niat Yu melempar sebuah Ding, wadah kuno dengan tiga kaki, pada masa Dinasti Xia. Wadah ini, yang merupakan simbol dari hal primitif, digunakan untuk memperlihatkan roh jahat dan hal gaib. Ini membuat orang-orang mengerti bahwa Langit memberkati orang-orang yang mempunyai sifat bajik. Dengan demikian, orang-orang memperoleh pendidikan moral melalui simbol ini.
Semangat kebajikan yang dianjurkan oleh Aliran Konfusius menjadi patokan untuk hidup bersama. Pada masyarakat jaman dahulu, ini juga berarti menjadi acuan untuk mencintai orang lain. Kitab Sejarah bercerita tentang “lima ajaran” yaitu Tanggung jawab Ayah, Kebaikan Ibu, keramahan seorang kakak, rasa hormat adik dan bakti seorang anak.
Zhuang Zi berkata, “Satu cinta untuk semua hal, langit dan bumi bersama-sama”. Ini mengekspresikan semangat kebaikan dalam memperlakukan semua benda di dunia dan untuk membentuk satu tubuh dengan langit dan bumi. Dalam masa sejarah 5000 tahun, orang bijak dalam jumlah tak terhitung turun ke dunia dengan membawa idealisme tinggi.
Mereka semua benar-benar baik, jujur, bersih, tak tergerak oleh sanjungan dan mendengarkan permohonan dari manusia. Nilai-nilai seperti ini mendorong bangsa Tiongkok untuk menerobos semua rintangan, sehingga mampu melewati perjalanan sejarah yang panjang hingga hari ini.
Ini merupakan faktor penting bagi kesusastraan Tiongkok kuno yang menjadikannya penuh semangat hidup. Ini kemudian membentuk tradisi sastra yang mendorong nilai-nilai kebenaran dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Karya klasik terkenal sepanjang masa, senantiasa memberikan perhatian khusus terhadap integritas moral dari karakter. Karya-karya tersebut juga selalu mencoba segala hal untuk mengagungkan kesetiaan, ketaatan, kesucian dan kebenaran.
Nilai-nilai karya klasik biasanya terfokus pada penggambaran karakter yang baik dan orang-orang dengan kriteria moral yang tinggi. Karya klasik tidak hanya menaruh perhatian pada kecantikan luar dari karya itu, tetapi juga pada kekayaan makna yang mendalam dari moralitas. Semua ini memberikan kenikmatan estetika dan kondisi kejiwaan yang tinggi bagi manusia.

3. Pemahaman Moral Tradisional Melalui Kesusastraan

Salah satu fungsi utama dari kebudayaan tradisional adalah sebagai referensi. Sebabnya, semua karya klasik memiliki tradisi mendidik. Syair Bai Juyi dari Dinasti Tang menyatakan, “artikel ditulis dengan latar waktu, sedangkan Sajak, Ci, lagu dan Fu ditulis untuk peristiwa perseorangan.
“Orang jaman dahulu menekankan pada karakter moral, kebajikan, kebaikan dan menjelaskan secara rinci ide-ide melalui tulisan. Perhatian terhadap dunia juga menjadi tanggung jawab alami mereka. Mereka melampaui keuntungan dan kerugian pribadi, tidak gembira dengan perolehan materi dan tidak sedih terhadap kehilangan. Mereka peduli pada negara dan rakyat.
Karya sastra klasik memuji kebijaksanaan dan keadilan, membuang kegelapan dan kemerosotan moral, menyangga standard moral, mendukung belas kasih, menghukum yang jahat dan menyoroti perihal takdir.
Semua karya klasik Konfusius, Buddhisme, dan Taoisme mendukung filosofi hidup berdasarkan kebajikan dan moralitas. Kitab Lagu, Buku Ratapan dan beberapa lainnya menceritakan tentang pencarian manusia dalam kepribadian yang ideal.
Ketika Sima Qian menulis Biografi Lian Po dan Lin Hsiang-ju, Dia menggambarkan sikap ksatria Lin Hsiang-Ju dan kesediaan Lian Bo untuk dihukum setelah menyadari kesalahan-kesalahannya. Sikap-sikap ini merupakan wujud kongkrit dari kriteria moral.
Orang-orang dapat merasakan kekhidmatan dan gaya sastra dari Kitab Catatan Sejarah. Syair dari dinasti Tang dan Ci dari dinasti Song dianggap sebagai harta berharga dari kesusastraan Tiongkok. Karya-karya tersebut menjadi esensi makna dari kebudayaan Tiongkok dan menggambarkan dunia spiritual manusia.
Empat novel terkenal dari dinasti Ming dan Qing, membantu meningkatkan estetika dan penilaian estetika orang-orang melalui plot yang mempesona. Koleksi cerita dari novel singkat dinasti Ming berkisah tentang pembayaran karma, untuk memperingatkan manusia bahwa, melakukan perbuatan baik, menghasilkan balasan yang baik, dan berbuat jahat membawa akibat yang buruk. Sehingga orang-orang dapat memilih dan mengikuti perbuatan yang baik.
Dalam hal pencerahan hidup, karya sastra klasik ini memberikan arahan hidup dan mengekpresikan kepedulian sosial yang kuat. Dari karya klasik, kita telah melihat Gambar Keadilan Langit dan Bumi dan mendengar Lagu Keadilan dunia manusia.
Mereka seperti aliran sungai yang jernih, yang membersihkan kotoran dan lumpur. Karya-karya ini tidak hanya membuka proses sejarah Tiongkok melalui bahasa dan seni, tetapi juga mengandung kriteria moral tinggi dan pencarian prinsip “keseimbangan antara Langit dan Manusia.” Mereka menyediakan generasi masa depan dengan sumber spiritual tak terbatas.
Karya karya tersebut bersinar secara ideologi dan artistic. Dengan menginspirasi kesadaran dan pikiran belas kasih orang-orang, karya klasik ini mengarahkan orang-orang di jalan Langit, melampaui hidup manusia awam dan memilih keadilan dan belas kasih
SUMBER: http://erabaru.net/featured-news/48-hot-update/17510-nilai-moral-yang-diwariskan-melalui-sastra-tradisional-klasik

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More