shoutmix


ShoutMix chat widget

Minggu, 02 Oktober 2011

Mengatasi Rasa Kecewa Pada Anak

Sebagaimana orang dewasa, anak-anakpun dapat merasakan perasaan kecewa. Bagaimana sikap orangtua dalam membantu anak mengatasi perasaan kecewa ini?


Misalnya saja, seorang anak tidak terpilih sebagai anggota sebuah kelompok paduan suara padahal banyak teman-temannya ada di dalam kelompok tersebut.

Menurut Lewis P. Lipsitt, Phd, seorang profesor emeritus pada bidang psikologi dari Universitas Brown di kota Providence profinsi Rhode Island, hal terburuk yang bisa dilakukan adalah mengatakan, "Halah, siapa sih yang butuh ikut paduan suara?" atau "Ikut paduan suara itu kan hanya membuang waktu"

Jawaban orangtua yang demikian, bukan saja mengecilkan pilihan aktivitas yang diminati anak, tetapi juga orangtua sebetulnya telah gagal dalam memberikan alat yang dapat menolong si anak mengatasi rasa kecewanya.

Cara yang terbaik untuk membantu anak ini adalah dengan memandang situasi ini sebagai sebuah kesempatan bagi si anak untuk mengatasi perasaannya dan mengambil reaksi yang tepat terhadap sebuah penolakan, lebih lanjut Dr. Lipsitt menambahkan.

Rasakan kepedihan si anak. Dengan demikian kita akan membantu menyiapkan si anak untuk mengatasi kegagalan-kegagalan dan kekecewaan yang tidak dapat dihindari pada masa dewasa. Dr. Lipsitt juga mengatakan, sebetulnya penolakan tidaklah selalu negatif, bahkan seringkali penolakan dapat membuat seseorang makin memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil pada bidang yang ditolak atau pada bidang lain di masa yang akan datang .

Jadi bersimpatilah, bicarakan pada si anak bagaimana perasaan kita pada saat kita mengalami persoalan yang sama. Sampaikan juga, bahwa ini bukanlah akhir dari segala-galanya. Masih banyak hal lain yang merupakan kelebihan si anak dan juga masih banyak cara menggunakan waktu bersama-sama dengan teman-teman yang ada di kelompok paduan suara tersebut.

Sebagai contoh, kita bisa mengatakan, "Saya tahu kamu merasa sedih dan marah karena tidak terpilih dalam kelompok paduan suara itu. Saya masih ingat, saya juga merasakan hal yang sama. Ketika saya berumur 9 tahun dan tidak terpilih dalam tim baseball bersama sahabat saya, saya merasa sangat kecewa. Saat itu saya juga merasa khawatir sahabat saya tidak akan bermain bersama saya lagi, karena saya tidak tergabung dalam kelompok itu. Tapi itu tidak terjadi. Saya bahkan akhirnya mengetahui, bahwa saya lebih handal dalam permainan sepak bola dari pada baseball.

Meskipun saya tahu, bahwa kamu sangat ingin berada dalam kelompok paduan suara itu,  mungkin ini adalah kesempatan yang baik untuk mengikuti kelas karate yang sudah lama ingin kamu coba . Dan kamu masih bisa bermain bersama teman-teman kamu itu di sekolah atau selama kegiatan pramuka.

Demikianlah saran Dr. Lipsitt dalam membantu anak mengatasi perasaan kecewa.

disadur dari : http://www.parents.com/big-kids/discipline-behavior/behavior/easing-disappointment/

0 comments:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More