shoutmix


ShoutMix chat widget

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 05 Oktober 2012

penghitungan timing dan BUS memory speed pada RAM (tulisan 1 semester 5)

Memori akses acak (bahasa Inggris: Random access memory, RAM)

adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan.
Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic.
Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM.

Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan ROM (read-only-memory), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Jenis-Jenis RAM
  • DRAM (Dynamic RAM) adalah jenis RAM yang secara berkala harus disegarkan oleh CPU agar data yang terkandung didalamnya tidak hilang.
  • SDRAM (Synchronous Dynamic RAM) adalah jenis RAM yang paling umum digunakan pada PC masa sekarang. RAM ini disinkronisasi oleh clock sistem dan memiliki kecepatan lebih tanggi dari pada DRAM.
  • SRAM (Statik RAM) adalah jenis memory yang tidak perlu penyegaran oleh CPU agar data yang terdapat didalamnya tetap tersimpan dengan baik. RAM jenis ini memiliki kecepatan lebih tinggi dari  pada DRAM.
  • RDRAM (Rambus Dynamic RAM) adalah jenis memory yang lebih cepat dan lebih mahal dari pada SDRAM.
  • EDORAM (Extended Data Out RAM) adalah jenis memory ini umunya digunakan pada system yang menggunakan Pentium.
Semakin tinggi frequensi semakin cepat RAM
Semakin rendah timing semakin cepat RAM
Tetapi Timing dan Frekuensi adalah 2 hal yang saling bertentangan walau hasilnya sama yitu lebih cepat



Pada beberapa orang untuk membedakan antara Multiplier Prosessor dengan multiplier RAM, Multiplier RAM biasanya disebut DEVIDER 


TIMING, merupakan pengatur kecepatan data yang akan dan sedang diolah oleh memory, sehingga sangat berpengaruh dengan jumlah data yang sanggup diselesaikan untuk proses selanjutnya.

Timing utama dari memory :

• CAS (tCL) Timing: CAS (Column Address Strobe / Column Address Select)
Adalah pengontrol waktu putaran saat pengiriman data pembacaan perintah sampai pembacaan tersebut berlangsung. Waktu dari awal CAS ke akhir CAS biasa disebut waktu ‘latency’. Semakin rendah nilai ini, berarti proses semakin cepat dan performance semakin tinggi. Jadi CAS latency merupakan waktu penundaan dalam perputaran waktu antara pengiriman perintah pembacaan sampai data pembacaan pertama itu terkirim ke output. Bagian ini adalah bagian terpenting dan yang paling menentukan kecepatan akses memory.
Contoh : 2.5-3-3-8 angka “2.5” adalah CAS timing.


Untuk memory sebuah (satu keping) memiliki bandwitdh data sebanyak
64bits, itu sama dengan 8 bytes data (bus width).
Karena DDR RAM (double data rate) selalu dikali dengan 2 (Cycle per
clock), maka setiap FSB yg berjalan selalu dikalikan 2.
Maka hubungan antara Bus speed (MT/s) dan clock speed (Mhz) memory adalah:

Bus Speed = Clock speed x 2 Cycle per clock.

Bandwidth memory = Bus Speed x 8 bytes (64 bites)

Jadi lebih lengkapnya:

Untuk DDR
------------

Clock(MHz) | Bus Speed (MT/s) | Bandwidth memory (MBps) | Modules Standar
------------------------------------------------------------------------------------------
100,0 DDR 200 200 x 8 = 1.600 PC 1600
133,33 DDR 266 266 x 8 = 2.133 PC 2100
150,0 DDR 300 300 x 8 = 2.400 PC 2400
166,66 DDR 333 333 x 8 = 2.667 PC 2700
183 DDR 366 367 x 8 = 3.000 PC 3000
200,0 DDR 400 400 x 8 = 3.200 PC 3200
216 DDR 433 433 x 8 = 3.466 PC 3500
233,33 DDR 466 466 x 8 = 3.733 PC 3700
250,0 DDR 500 500 x 8 = 4.000 PC 4000
266,66 DDR 533 533 x 8 = 4.266 PC 4300

Untuk DDR2
-------------

Clock(MHz) | Bus Speed (MT/s) | Bandwidth memory (MBps) | Modules Standar
----------------------------------------------------------------------------------
200,0 DDR2 400 400 x 8 = 3.200 PC2 3200
266,66 DDR2 533 533 x 8 = 4.266 PC2 4300
333,33 DDR2 666 666 x 8 = 5.333 PC2 5400
400 DDR2 800 800 x 8 = 6.400 PC2 6400

untuk "Dual Channel DDR" (khusus untuk mobo yg sudah
mensupportnya), perhitungan dasar untuk dual channel adalah bila 1
keping memory memiliki lebar data 64 bits, maka untuk dua keping yg
"identik" akan menghasilkan 2 x 64 bits = 128 bits bandwidth.

Maka dari 128 bits itu sama dengan 16 bytes.

Kita ambil contoh untuk yg 200 MHz maka perhitungannya menjadi

400 MHz x 16 bytes (128 bits) = 6.400 MBps.

Bagaimana dengan perhitungan memory SDRAM (Single DataRate RAM)?
Untuk SDRAM tidak mengenal perkalian dua, karena bekerja 1 kali siklus
per clock, maka bandwidth untuk SDRAM yaitu :

133.33MHz x 8 bytes (64 bits) = 1.066 MBps
100MHz x 8 bytes (64 bits) = 800 MBps
66MHz x 8 bytes (64b bits) = 533 MBps

MT/s = MegaTransfer per second
MHz = MegaHertz
MBps = Megabytes per second
PARiTy = System pengecekan error pada memory.
ECC = Pengembangan dari Parity. 


BUS SPEED MEMORY
Bus speed adalah rasio kecepatan core yang menghubungkan dengan komponen seperti memori (RAM) dan chipset. Biasanya kecepatan ini dinyatakan dalam satuan MHz (Mega Hertz) berdasarkan frekuensi yang berjalan padanya.



Pengertian Bus Speed adalah berapa kali transfer data dlm 1 detik. Artinya, dgn Bus
Speed 200 MHz maka dlm 1 detik terjadi 200 juta kali transfer data. Khusus unt RAM
jenis DDR, dimana DDR adalah singkatan dari Double Data Rate, maka dlm satu kali
clock (transfer) terdiri dari 2 cycles. Sehingga kecepatan efektif RAM DDR adalah 2 kali
Bus Speednya.
Perlu kita ketahui bahwa 1 keping RAM memiliki lebar jalur (buswidth) sebesar 64 bit.
Mengingat 8 bit = 1 Byte, maka 64 bit = 8 Bytes. Buswidth ini bisa kita umpamakan
loket jalan toll, kalau banyaknya loket 64 maka dlm satu saat terjadi 64 transaksi secara
bersamaan. Jadi dlm 1 clock bisa terjadi transfer data sebesar 8 Bytes (atau 64 bit)
 
Cara menghitung bus speed memory :


-Langkah pertama
yang harus kita ketahui adalah mengenali karakter dan spesifikasi dari processor, motherboard maupun memory yang kita gunakan terutama yang harus kita tahu adalah maximal temperature, Default voltage dan maximal voltage. Ini digunakan sebagai patokan bagi kita supaya di dalam overclock kita tau batasan kemampuan dari masing2 hardware yang akan kita overclock sehingga dapat dilakukan overclocking secara maximal namun tidak mengakibatkan kerusakan pada hardware yang kita overclock.

-langkah kedua
menyediakan beberapa software tool yang akan membantu kita dalam process overclocking. Di dalam panduan ini saya akan menggunakan CPUz ,CoreTemp dan orthos saja.
>Cpuz sebagai informasi clock speed di system
>Orthos sebagai Stability Tester
>CoreTemp Sebagai pemantau suhu processor
-Langkah ketiga
mencari maximal clock speed dari processor, mencari maximal speed processor dapat kita lakukan dengan mengubah nilai beberapa variable di bios. Adapun variable yang mempengaruhi clock speed processor adalah
*FSB
*Multiplier
*Voltage
kemudian kita turunkan clock memory dan clock Htt-link supaya kita dapat menemukan maximal clock processor.
*Untuk menurunkan htt-link clock kita set Htt multi ke 3x .
*untuk menurunkan memory clock kita set dividernya ke ddr 400 dan setting dengan timming longgar 5-5-5-12-2T

untuk menghitung kecepatan clock processor digunakan rumus :
processor clock = FSB x Multiplier  sekarang mulai naikkan FSB-nya supaya cepat langsung aja naikkan saja 25% dari clock standart.
Contoh : AMD64 X2 3600+ brisbane
FSB : 200Mhz
Multiplier : 9,5
Jadi default clocknya : 200Mhz x 9,5 = 1900Mhz / 1,9Ghz
kita tingkatkan FSB nya sebesar 25% maka perhitungannya:
=FSB + (FSB x 25%)
=FSB + (( FSB x25 ) : 100)
=200 + ((200x25) : 100)
=250


sumber : overclocker forum, wikipedia, anandtech.net, tomhardware.com

Selasa, 12 Juni 2012

Softskill minggu ke 11/12


ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
 
1. Ekonomi Sederhana (Tertutup)
Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I).
Y = C + I (1)
Seperti telah disebut diatas output, Y sama dengan income. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya, belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S), hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + S (2)

Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat
C + I = Y = C + S (3)
Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan diatas akhirnya menjadi:
I = S (4)
Saving sama dengan investasi, artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Dari sisi aggregate, konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment), karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut.

2. Konsumsi dan Investasi
Apabila tabungan berjumlah cukup besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. Dengan kata lain, tabungan akan digunakan melakukan investasi. Bila digambarkan dengan rumus, maka akan didapat rumus berikut ini :
Y = C + S
Y = C + I sehingga I = S
Faktor – faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain:
1. Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi, dan sebaliknya.
2. Jumlah permintaan. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar.
3. Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.
Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia
Salah satu titik awal kelahiran ilmu ekonomi makro adalah adanya permasalahan ekonomi jangka pendek yang tidak dapat diatasi oleh teori ekonomi klasik. Masalah jangka pendek ekonomi tersebut yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pemba-yaran. Munculnya ekonomi makro dimulai dengan terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat pada tahun 1929. Depresi merupakan suatu malapetaka yang terjadi dalam ekonomi di mana kegiatan produksi terhenti akibat adanya inflasi yang tinggi dan pada saat yang sama terjadi pengangguran yang tinggi pula.
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekono-miannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).
Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi maka ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) dan 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) atau inflasi dari sisi permintaan (demand side inflation) adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Karena jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada barang yang ditawarkan maka terjadi kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan eko-nomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity). Dengan tingkat pertumbuhan yang pesat/tinggi mendorong peningkatan permintaan sedangkan barang yang ditawarkan tetap karena kapasitas produksi sudah maksimal sehingga mendorong kenaikan harga yang terus menerus.
Inflasi desakan biaya (Cost-push Inflation) atau inflasi dari sisi penawaran (supply side inflation) adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi, sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa. Pening-katan biaya produksi akan mendorong perusahaan menaikan harga barang dan jasa, meskipun mereka harus menerima resiko akan menghadapi penurunan permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka produksi. Sedangkan inflasi karena pengaruh impor adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu, sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri.

Pengangguran, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa pada saat terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat tahun 1929, terjadi inflasi yang tinggi dan diikuti dengan pengangguran yang tinggi pula. Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.
Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan
setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
Pada tahun 1980-an, pengangguran terbuka di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat yaitu dari 1,7 persen pada tahun 1980 menjadi 3,2 persen pada tahun 1990. Pertumbuhan pengangguran di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan, yaitu meningkat dari 2,8 persen pada tahun 1980 menjadi 6,1 persen pada tahun 1990. Sebaliknya tingkat pengangguran di pedesaan menurun secara drastis yaitu dari 1,4 persen menjadi 0,1 persen.
Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran selama periode 1980 – 1990 pada semua tingkat pendidikan memper-lihatkan kecenderungan yang meningkat. Seterusnya, tingkat angkatan kerja berpendidikan di bawah Sekolah Dasar yang menganggur paling rendah sedangkan yang berpendidikan tinggi adalah yang paling tinggi, yaitu meningkat dari 1,8 persen pada 1980 menjadi 15,9 persen pada 1990.
Selanjutnya, tingkat pengangguran di kota Indonesia selama periode 1971-1980 relatifnya rendah dan memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Menurut Manning (1984: 1-28), kadar pengangguran rendah ini disebabkan karena: (a) besarnya kemampuan sektor informal menyerap, bahkan menarik sejum-lah besar penganggur, (b) tingkat investasi pemerintah yang tinggi dalam projek pembangunan dan prasarana sosial (sekolah, klinik kesehatan dan lain-lain), dan (c) pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan adanya peluang pekerjaan baru di luar bidang usaha tani di pedesaan.
B.     Model analisis dengan menggunakan variabel investasi , tabungan !
Dalam perekonomian suatu negara, tabungan dan investasi merupakan indikator yang dapat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang (developing countries) termasuk didalamnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, memiliki dana yang cukup besar. Tetapi di sisi lain, usaha pengerahan sumber dana dalam negeri untuk membiayai pembangunan menghadapi kendala dalam pembentukan modal baik yang bersumber dari penerimaan pemerintah yaitu ekspor barang dan jasa ke luar negeri, ataupun penerimaan pemerintah melalui instrumen pajak
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada pertengahan tahun 1997 yang kemudian menjadi krisis multidimensi berdampak kondisi Indonesia secara umum tidak hanya terhadap sektor ekonomi saja. Nilai tukar rupiah yang terdepresiasi sangat tajam, inflasi yang tinggi, menurunnya kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia, merupakan beberapa akibat dari krisis ekonomi tersebut. Lambat laun, dengan beberapa kali perubahan struktur politik dan penerapan kebijakan-kebijakan oleh pemerintah, kondisi Indonesia menunjukan perubahan yang lebih baik dan kondisi perekonomian yang stabil.
Di Indonesia, untuk membiayai pembangunan nasional yang mencakup investasi domestik, sumber dananya dapat bersumber dari tabungan nasional dan pinjaman luar negeri. Namun, karena terbatasnya jumlah dana serta pinjaman yang diperoleh dari luar negeri, maka diperlukan tabungan nasional yang lebih tinggi sebagai sumber dana yang utama.
Perlunya tabungan nasional ini dibuktikan dengan adanya saving-investment gap yang semakin melebar dari tahun ke tahun yang menandakan bahwa pertumbuhan investasi domestik melebihi kemampuan dalam mengakumulasi tabungan nasional. Secara umum, usaha pengerahan modal dari masyarakat dapat berupa pengerahan modal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pengklasifikasian ini didasarkan pada sumber modal yang dapat digunakan dalam pembangunan. Pengerahan modal yang bersumber dari dalam negeri berasal dari 3 sumber utama, yaitu : pertama, tabungan sukarela masyarakat. Kedua, tabungan pemerintah, dan ketiga tabungan paksa (forced saving or involuntary saving). Sedangkan modal yang berasal dari luar negeri yaitu melalui pinjaman resmi pemerinyah kepada lembaga-lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), World Bank, maupun pinjaman resmi bilateral dan multilateral, juga melalui foreign direct investment (FDI).
Hollis Chenery dan beberapa penulis lainnya telah mengenalkan pendekatan ‘dua-jurang’ pada pembangunan ekonomi. Dasar pemikirannya, ‘jurang tabungan’ dan ‘jurang devisa’ merupakan dua kendala yang terpisah dan berdiri sendiri pada pencapaian target tingkat pertumbuhan di negara kurang maju. Chenery melihat bantuan luar negeri sebagai suatu cara untuk menutup kedua jurang tersebut dalam rangka mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan[2]. Sumitro (1994:44) menjelaskan bahwa kekurangan didalam perimbangan antara tabungan nasional dan investasi harus ditutup dengan pemasukan modal dari luar yang berasal dari tabungan oleh kalangan luar negeri.
Pada negara berkembang dan miskin, kondisi yang paling menonjol adalah belum terciptanya kondisi yang mendorong pada iklim dimana kegairahan untuk menabung dan penanaman modal menunjukan tingkat yang menggembirakan. Sistem produksi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat masih menggunakan pola tradisional. Masih terbatasnya sektor modern dan belum berfungsinya secara efektif dan efisien institusi-institusi keuangan yang disebabkan oleh pola pikir masyarakat yang masih tradisional menyebabkan pengerahan dana dari masyarakat mengalami kesulitan.

sumber : http://tanamalt.blogspot.com/2012/03/analisis-pendapatan-nasional-untuk.html

Softskill minggu 13/14

Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
Bank sentral bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang berbeda.
Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali jaminan atas keamanannya.

A. Pengertian
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.
Jenis-jenis uang
Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari.
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia tersebut disebut hak oktroi.
Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :
• Dikeluarkan oleh pemerintah
• Dijamin oleh undang undang
• Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
• Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral
• Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
• Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)
• Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

B. Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya

A. Uang logam
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
Uang logam memiliki tiga macam nilai.
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)
• Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)
• Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)
• Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)
Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena beberapa alasan, yaitu:[rujukan?]
• Jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar.
• Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak sama
• Nilainya tidak dapat diukur dengan tepat
• Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur atau dijadikan perhiasan.
Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
B. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :
• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.
• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :
• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.
Terjadinya uang giral
Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.
• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet. Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di atas disebut primary deposit.
• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual. Cara ini disebut derivative deposit
• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.
Keuntungan menggunakan uang giral
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.
• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik cek/bilyet giro)
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.
Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.
Sumber :
http://ziakhalidah.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Penciptaan_uang
http://ekonurzhafar.wordpress.com/2010/06/01/uang-bank-dan-penciptaan-uang/
http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/uang-bank-dan-penciptaan-uang/

Senin, 30 April 2012

All About Nintendo 3DS

All About Nintendo 3DS


GENERAL SYSTEM 3DS:
Introducing the Nintendo 3DS system. Experience incredible gameplay featuring real 3D graphics, with no need for special glasses. Nintendo 3DS is a breakthrough in portable entertainment, a truly cutting-edge piece of hardware. It has to be seen to be believed.


SYSTEM FEATURES 3DS:
3D Screen: The Nintendo 3DS system opens up a whole new world of eye-popping gameplay possibilities. The stereoscopic 3D display of the upper screen gives objects within the game world a feeling of space and depth that extends far into the back of the screen. It becomes easier to see the position of characters and obstacles in the world, making many game experiences even more intuitive for all types of players.


3D Depth Slider: A built-in 3D Depth Slider allows you to immediately adjust the intensity of the 3D settings on the Nintendo 3DS system to your liking. The 3D effect can also be turned down completely—all Nintendo 3DS games and applications can be played in 2D, and look better than any Nintendo handheld before it.


Motion Sensor & Gyro Sensor: Portable play control reaches a new level with these amazing features, allowing for new & unique gameplay mechanics. A built-in motion sensor and gyro sensor can react to the motion and tilt of the system, so whether players are twisting their systems side to side or moving them up and down, their motion-compatible Nintendo 3DS games respond instantly.


Two Screen: Game graphics have never looked better on a Nintendo handheld system, thanks to the two screens of the Nintendo 3DS system.
A widescreen display on the top screen shows 800x240 pixel resolution, allocating 400 pixels for each eye to create the 3D effect.
The bottom LCD touch screen operates at a resolution of 320x240—with both screens capable of displaying a brilliant 16.77 million colors.


Analog Control: With the Circle Pad, located above the + Control Pad, Nintendo 3DS offers full analog control in 3D game worlds. Combined with the touch screen, traditional buttons, camera and microphone input, and advanced motion control of the Motion Sensor and Gyro Sensor, the potential is extraordinary.


3D Camera: The Nintendo 3DS system uses its two outer cameras to see the world in 3D, much like the human eye. This allows for the creation of 3D photos, 3D video, and even 3D stop-motion animations, that make for an eye-popping addition to your next photo op.


Adjustable Stylus: The adjustable Nintendo 3DS Stylus takes the idea of touch control to a new and even more user-friendly level. Once removed from the holder, the stylus length can be adjusted to your liking with a simple push or pull. Now anyone can achieve the optimum level of comfort while playing games that use the stylus.


Charging Cradle: Dock your Nintendo 3DS system whenever you are not using it in the included Charging Cradle to keep it powered. You can then leave the system on in Sleep Mode while charging, so that it can communicate via the SpotPass feature at any time of day or night.


SD Memory Card: Every Nintendo 3DS system comes packed with a 2GB SD Memory Card. You can use this SD Memory Card to store your 3D photos, and sound recordings created on the Nintendo 3DS system, and music* from your PC. You can also use it to store games downloaded from the Nintendo eShop. The Nintendo 3DS system has SDHC card compatibility to increase your storage space even further.
*Nintendo 3DS is compatible with MP3 and AAC file formats.


Backwards Compatibility: Almost all existing Nintendo DS and Nintendo DSi games can be played on a Nintendo 3DS system in 2D. With backwards compatibility, your existing portable games look and play just as well.
*Nintendo DS and Nintendo DSi games will be displayed in 2D graphics. Select Nintendo DS games that use accessories in the Game Boy™ Advance slot of the Nintendo DS system are not compatible with the Nintendo 3DS system.


StreetPass: Social and wired like no Nintendo system before it, Nintendo 3DS brings fellow players together in exciting new ways with StreetPass™ communication. Set your Nintendo 3DS to Sleep Mode and carry it with you wherever you go to exchange game data like Mii™ characters, high scores, and custom characters with other users you pass on the street. You control what data you exchange, and you can exchange data for multiple games at once, making virtual connections with real world people you encounter in your daily life.


SpotPass: Your Nintendo 3DS system can automatically connect to a wireless internet access point. Once connected, special items will download automatically to your system via the SpotPass feature, even while in sleep mode. Some of these surprise items include exclusive content and promotions from Nintendo Zone™, unique 3D videos from the Nintendo Video™ service, and add-on game content from your favorite Nintendo 3DS games!
Not sure if you've received something? Look for the blue LED light on the outside of your Nintendo 3DS system or a blue dot on your favorite HOME Menu icon to find out what's been delivered to you.


PACKETS IN THE BOX INCLUDES:
• Nintendo 3DS system
• Nintendo 3DS charging cradle
• Nintendo 3DS AC adapter
• Nintendo 3DS stylus
• SD Memory Card (2GB)
• AR Card

Show Picture

• Quick-Start Guide
• Operations Manual (Including Warranty)


COMPARISON TABLE & DETAIL
Show Tabel Perbandingan & Details



FREQUENTLY ASKED & QUESTION:
Q: Bagaimana cara kerja dr layarnya sehingga bs menghasilkan efek 3D?
A: Layar 3DS menggunakan auto-stereoscopic parallax barrier yg bs mengirimkan gambar berbeda kpd setiap bola mata kita, seolah-olah menipu otak kita sehingga terlihat efek 3Dnya. Yah gampangnya kek gt, kl mo tau detail auto-stereoscopic technology googling sndiri yo :D
Show Auto-Stereoscopic Technology


Q: Apakah efek 3D dr Nintendo 3DS ini tdk bagus/sehat untuk mata kita?
A: Sebenarnya ada iya dan tdknya juga, ada orang yg matanya memang kurang kuat untuk melihat efek 3D dr 3DS sehingga semakin merusak mata mereka, namun ada juga yg ‘kebal’ dan bs tahan melihat efek 3D tsb. Namun sangat dianjurkan untuk istirahat selama beberapa menit stlh bermain dalam mode 3D, apalagi bagi yg baru beli, sebaiknya lebih sering istirahat. Percayalah, bermain game 3DS dlm mode 3D sangat melelahkan mata!
*Perhatian bagi Orangtua! Anak-anak dibawah umur 6 thn dilarang bermain dgn mode 3D on, karena mata anak2 dibawah umur 6 tersebut pertumbuhan dan perkembangan mata mereka blm sempurna sehingga takut bs merusak mata mereka.

Q: Baterai Nintendo 3DS bisa bertahan berapa lama?
A: Bisa berthn kira2:
Bermain dlm mode 3D : 3-5 jam.
Bermain dlm mode 2D : 5-8 jam.

Memang, battery 3DS ini sangat cepat habis, sedikit-sedikit sudah mau dicharge, namun ada solusi untuk itu, yaitu dengan mengganti batterynya dengan battery Nyko Power Pack+ (Sudah dicoba bbrp member disini n ktny hasilny memuaskan)

Q: Apakah Nintendo 3DS ini bisa memainkan game-game lama dari Nintendo DS?
A: Tentu bs :D dgn catatan bahwa gameny original/ cartridgenya original dijamin bisa jalan di mesin 3DS, semua game dari NDS bs dimainkan di 3DS juga, namun untuk game GBA sayangnya tidak bs, karena tidak ada slot utk cartridge GBA, solusi untuk bermain game GBA yah beli & download gamenya dari eShop,kalau game bajakan/flashcard,brarti tergantung flashcardnya sendiri, support ga dengan 3DS, kl support 3DS, brarti game2 bajakan jg bs jalan

Q: Bila kita memainkan game NDS di 3DS, apakah 3DS bs membuat game NDS jd efek 3D?
A: No no no.. kagak bisa…

Q: Saya dgr2 N3DS itu region lock ya? Itu mksdny apa ya?
A: Region = Wilayah/Daerah
Lock = Kunci
Region game atau mesin yg dikenal di 3DS ada 3:
-Asia & US (Bahasa Inggris)
-Australia (Bahasa Inggris)
-Japan (Bahasa Jepang)
-Europe (Bahasa Inggris)

Jd gampangnya itu,N3DS versi US/Asia hanya bisa memainkan game2 region US dan Asia, tidak bisa memainkan game-game region JAP, AUS, dkk… Begitu pula sebaliknya...

Q: Bagaimana cara mengetahui cartridge/kaset 3DS kita region mana?
A: Liad dibagian ratingnya, kl ESRB biasanya USA, kl PEGI biasanya EUR, kl CERO biasanya JAP, atau liad aja bagian belakang caseny biasanya ada ditulis, lbh gampang lagi tanya langsung ama penjualny gameny region apa :P




Nintendo 3DS Available Colors & Models
 
sumber:
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=217149 

[Review] Brainwavz M4

IMG_3041.jpg

Pros: Comply tips, clarity, soundstage
Cons: None

Packaging

IMG_3006.jpg
IMG_3008.jpg

I received what I believe to be the final packaging for the Brainwavz M4, sans the hardshell case so I'm going to give it a review and if there's any clarification needed I will gladly fix things up. I must say though the M4 arrived in a rather attractive packaging. The gradient red in the middle to the black outside with M4 in the bottom left and Brainwavz in the upper right is clean and efficient. There's some other tidbits of information but they're kept to the corners as to not attract attention away from the upper middle where the plastic window shows the M4. On the back in typical fashion the specifications, accessory list and compatibility are listed on the right while the left has pictures showcasing some highlights of the headphones.

When opened up the real surprise came. The package opens on either the left or right side and slides out to a red cardboard box with no top, instead a semi-hard grey foam in which the M4 are safely sitting in. When the top semi-hard foam is pulled off the accessories are found carefully nestled with another darker protective foam ensuring nothing is moving around and if it is, it's only coming in contact with foam. Under everything is the warranty card. Included are S/M/L single flanged tips, a carrying case (not pictured), a pair of Comply S series tips, a shirt clip, and instruction manual.

The packaging here is a huge step up from the Beta's which I found to be very jumbled. This is sleek and safe and definitely gets my thumbs up. I like the design of the box as well, which is something a lot of people overlook, but to me it's something important especially for the average consumer. The included accessories are nothing out of the ordinary, but the included Comply tips are a nice touch and I applaud Brainwavz for continuing to include them.

Design and Build Quality

IMG_3016.jpg
IMG_3019.jpg

When I received my M4 I had concerns about their durability due to the RE0 problems. After over a week of constant use and abuse in varying weather and environments and even accidentally stepping on them they are kicking as if they're brand new. The housing of the M4 won't turn any heads, it's a basic barrel looking housing meant to be worn down. The housing seems to have the same potential breaking point as the RE0 where the seam on the housing is, but honestly after the abuse I've put them through I feel good about their durability. Each housing is stamped with an R or L easily seen and Brainwavz text around the vent on the back of the housing.

The M4 have a more than adequate stress relief leading to the housing which reaffirms my lack of durability concerns. The cable itself seems your run of the mill cable but has little grey accents throughout that definitely caught my eye. The cables lead to a Y split which is still lacking a cable cinch, which I find to be an odd choice given how useful they are. I suppose the shirt clip could be a substitute but I personally find them to be an annoyance. The Y split itself is black and stamped with white text that says, "Brainwavz M4." Terminating the cable is an L shaped 3.5mm gold plated plug.

When worn in the ear the M4 have a semi-deep insertion which keeps them in the ear without problems. With the Comply tips I have more than adequate isolation, about 60% with no music playing and it easily blocks most noises with music at an adequate level. Comfort is decent, I barely notice them in my ears with the Comply tips, but they aren't on the level my q-JAYS are on.

Brainwavz has stepped up their build quality from the Beta's here though there I'm still left wondering why there's no cable cinch. Either way those who are concerned about durability concerns shouldn't have much to worry about here, they seem better built than the RE0 in almost every way. 

Sound Quality

I gave these at least 50 hours of burn-in and another 100 hours of listening with no noticeable changes in sound throughout.

To describe the M4 in a simple way, they have a slight V-shape with good clarity and frequency response throughout. They aren't the most detailed IEM, but nothing feels as if it's missing, simply just some grain muddling it up. The sound is presented in an intimate manner with good depth to it. 

To get more wordy, the bass is absolutely capable of thumping for electronic music with good extension, speed and impact. The bass isn't on a DUNU Hephaes level, nor would I consider it bass head level, but it definitely asserts itself in a good way with a great amount and quality. The bass isn't so prominent though as to over extend itself into the mids, quite the opposite actually. The bass accentuates the mids in rock music adding to the attitude and energy of the guitars and vocals due to its delicate balance. The mids sound a little dry at times, but there's fantastic depth to vocals and excellent clarity. Despite the slightly recessed mids the M4 are perfectly capable of delivering the crunch needed sometimes. The highs are excellent here, a bit sharp at times and a tad grainy, but they are well extended. I've never at one point felt there was anything missing in the highs, or at any point in the frequency spectrum for that matter.

The M4 aren't the most detailed headphones, but I never felt I was missing out on any part of a song, despite how subtle or intricate a part is. The sound stage is rather small and aggressive, but the instrument separation is fantastic and the depth is phenomenal to it. Panning sounds spot on and the depth of the instruments on live recordings makes me feel as if I'm at the concert. Every instruments sounds where it should be. Brainwavz claims the M4 benefit from amping and I have to agree they do sound a bit better with a cleaner source, but I've been enjoying them just as much straight from my iPod as I have with my iBasso D4.

Onto the songs:

Radiohead - Jigsaw Falling Into Place
I love this song, it has good energy to it that doesn't always translate well. The M4 definitely are a headphone that translate the energy well here though. The bassline is rolling along as the kick drum thumps. The hi-hat hits and snare hits are easily heard as the guitar sits in the left ear. The vocals are front and present and don't sound recessed at all, in-fact they sound intimate and very clear. The emotion conveyed through Thom's singing is easily felt through the M4 and it gives me goosebumps. If the M4 have recessed mids it's not apparent here, this song is a very mid-centric song with the vocals being the prominent instrument and the M4 don't disappoint.

The xx - Fantasy
This is largely an atmospheric song relying on a good presentation to sound it's best while having a very intense heavy rolling bass line. The presentation of this song is just wonderful. The vocals and the atmospheric noises in the back sound as if it were recorded in a cave, and I say that with the highest regard I possibly can. The rolling bassline is simply rumbling my ear, resonating in my ears and vibrating around. Then a sparse guitar comes in and the depth the M4 give it is simply phenomenal, it's as if the guitar is moving closer and further and left and right. Outstanding.

Cults - You Know What I Mean
A heavily influenced song by 50s pop, a lot of focus on the highs here. The M4 are somewhat bright and when the chorus comes the song has a somewhat of a sharp edge to it, but throughout the song there's good space. The presentation reminds me of a 1950's high school prom, which is honestly exactly what this song reminds me of. The M4 again show it's fantastic sound stage and positioning.

Bloc Party - Banquet
This song has a lot of energy and a lot to focus on if you really want to. Right away I notice how perfectly separated the instruments are as each guitar has it's separate channel. The drums thud away in the middle with every hit on any drum being easily and clearly heard as each guitar alternates in left or right clearly. The chorus comes and the bass, drums, two guitars and vocals are all easily picked out with no problems. Slight grain shows up but it's nothing more than a small smudge on an otherwise perfectly clear window.

Hot Chip - The Warning
I love the warm fuzzy yet cold feel to this song with a nice build up. The kick drum is thumping as the xylophone loop sounds crystal clear. Once the melody comes in the xylophone loop is still easily heard. The keyboards come in and sound absolutely warm and fuzzy as the cold melody continues. The vocals hit the spot, intimate, hushed and very clear. This song is just fantastic through the M4!

Conclusion

The M4 are simply put a great headphone. I can't find one con to them from build quality to sound quality. The M4 simply are above average in every department. Some describe the M4 as a v-shaped sound, but I don't feel as if the mids are lacking in the least bit. Like the Beta's the M4 show excellent sound stage, maybe not in width but in perception and depth. Are the M4 going to wow anyone from the start? I don't think so. That doesn't mean they aren't fantastic though. What makes the M4 exceptional is the versatility they have. I can't find one genre I don't enjoy through these. I highly recommend these.



sumber : 
keanex 
http://www.head-fi.org/t/581544/review-brainwavz-m4

REVIEW – Audeze LCD-3 planar magnetic headphones

 review by Skylab from http://www.head-fi.org






Introduction:

The announcement was a well-kept secret, and it hit the head-fi community like a ton of bricks.  Audeze was coming out with a new headphone, the LCD-3, which would feature a new driver, new pads, slightly uprated cosmetics, and would cost $1,950 – roughly double what the popular LCD-2 cost.  Explosions ensued.  There were lots of people very upset about the much higher price.  I was intrigued.  I sought out a pair at CanJam, and having liked what I heard in what was admittedly a very difficult environment to judge open headphones, I asked Alex from Audeze if I could get a review pair sent.  He obliged, and here we are.

Audeze made huge strides over the 18 months the LCD-2 were in production in terms of improving ergonomics and comfort, and these are all in play in the LCD-3 – much softer leather earpads, leather headband, angled cable exits, etc.  The LCD-3 has a metal cable exit rather than the extruded wood.  I think this is a very wise move.  Not sure it’s a cosmetic improvement, but given that there were quite a few reports of splits in the wood of the LCD-2’s cable junction, I think this was a wise move.

Personal opinion: I like dark wood, and I prefer the darker wood of my original LCD-2 over the Zebra-wood of the LCD-3.  The wood finish is nicer on the LCD-3 to be sure, but I like darker wood.  That’s just me, though.  Many will like this look better.  The dark brown leather is VERY nice looking, and matches the grill color well.  Judge for yourself:

d5efd5c7.jpg
cb19fbf6.jpg
64d03235.jpg


As you can see, the LCD-3 comes in a ver nice wood box, and includes some leather conditioner, as well as balanced and unbalanced cables.

I think the LCD-3 are much more comfortable than the LCD-2, also, and this is largely due to the MUCH cushier pads.


Review parameters:

Sources uses: RWA Audeze Edition DAC, AVA Vision Hybrid DAC, MHDT Havana DAC, all playing lossless music files.

Amps used: RWA Audeze Edition, Leben CS-300, Trafomatic Head One, Meier Audio Corda Classic; Marantz 2285, Pioneer SX-1980, Sansui 9090DB receivers.

Headphones compared:  Audeze LCD-2 R1, Sony MDR-R10, Beyerdynamic T1, HifiMan HE-6

Cables used: ALO Cain Mail balanced, Q-Audio unbalanced


Sound:

So, before we can possibly tackle the question of value, we have to first decide how the things SOUND.  And there is no doubt that they sound excellent.  But that isn’t good enough.  A high-end headphone must go beyond that.  It was OK for the LCD-2 to sound “just” excellent.  The LCD-3 needs to sound even better – it has to be at the pinnacle of headphone sound to play at this price point.
And, in the opinion of this reviewer, it is indeed.  The LCD-3 has a coherency, transparency and top to bottom consistency of sound that rate it as the very best headphone I have ever heard.
Take just one example – Diana Krall’s “Do Nothing ‘til You Hear From Me” from “Stepping Out”.  The bowed cello solo in the middle is the most lifelike reproduction of a cello I have ever heard.  The stand-up bass is deep and powerful but with a truly astounding level of definition.  And Diana’s vocals are cleanly rendered in a very lifelike way.

That deep bass was very much in evidence again on Mastodon's "The Hunter", by the recent album of the same name.  Bass is as deep and powerful as one could even ask for, and actually manages to best the LCD-2 in terms of definition and taughtness while not giving up any weight.  This is as good as bass performance gets via headphones.  The LCD-3 have no equal that I have ever heard in this regard.

Midrange performance was also absolutely first rate.  There is a slight lushness to the mids, I feel - I'm not sure how else to describe it.  I know one head-fier has described the LCD-2 as "creamy".  I am not sure that's the word I would use, but the mids are surely beautiful, while not sounding colored in any way. I think you can see this in the frequency response chart below, there is a small measured dip at the upper end of the midrange, and I think this is what keeps the mids from ever crossing over into overly-bright territory.

LCD-3FR.jpg


Nonetheless When guitar has bite, the LCD-3's reproduce the bite, but not in a way that's painful - in a way that seems always very natural.  "Cosmic Egg" from the Wolfmother album of the same way evidences this nicely.

I think it bears mention that, from the FR chart above, supplied with my review pair, the FR is not markedly different from the LCD-2 FR charts I have seen.  Nonetheless, the LCD-3 are more neutral sounding than the LCD-2.  I liked the LCD-2’s slightly dark tonal balance a lot, but there is none of that in evidence with the LCD-3.  I would definitely not call them “bright” though.  In fact, I found them to be so neutral as to be difficult to get a handle on sometimes.  I started listening to them on my vintage Marantz 2285.  I thought they sounded very good, but thought they were missing something at the top that I was sure I had heard at Can Jam.  So I quickly moved them to the Red Wine Audio Audeze Edition, and there it was – that treble extension that I hadn’t noticed before that the vintage Marantz lacks (probably not surprisingly).  The RWA AE was much more adept as driving the LCD-3 than the Marantz.  The 2285 doesn’t lack at all for power, but doesn’t seem to have the nuance that the AE does.  And the LCD-3 laid this very plain, in no time at all.

All that transparency and neutrality isn’t always a universally good thing, though.  There was a degree to which the LCD-2 allowed one to listen to sub-par recordings and not immediately be struck by how poor they are.  Not so with the LCD-3.  The Waterboys “This is the Sea” from the album of the same name came up on my iPod (which goes digitally via the Pure i20 into the RWA AE’s DAC) and I thought “wow that sounds really, really awful” – but that is just how that recording sounds.  It’s sinfully bright, and that is how the LCD-3 rendered it.  Up right after it was Nickel Creek’s “Best of Luck” from “Why Should the Fire Die”, and that sounded TERRIFIC, as I would expect.  All well recorded material sounded really, really good, and in fact, was the best I have ever personally heard from a headphone, including my beloved Sony MDR-R10.

The LCD-3, though, are better than the MDR-R10.  They are more even in frequency response, and just slightly more transparent.  The R-10 have a phenomenal midrange, and so do the LCD-3.  The R-10 have a little peakiness in parts of the treble, though, that I do not hear from the LCD-3.  And the bass on the R-10 is also a little pronounced in the midbass and a little lacking in the very deep bass versus the LCD-3.  I find the LCD-3 to be a remarkably neutral transducer.  I do not hear any obvious frequency-response aberrations with the LCD-3.  In this way it departs from the LCD-2 – the 3 is more neutral sounding to these ears, and this is most germane in the treble.  The LCD-2 featured a shelved-down treble, which I personally liked, but as such it was not flat from 20Hz-20kHz.  The LCD-3 has much less of this in terms of both the measured performance, and even less in terms of what I hear.  And yet, the treble is not aggressive or biting, but VERY pure and sweet.  Again, the LCD-3 will not hide a recording with a nasty treble though.  If it’s there, you will hear it.

And I think that defines the LCD-3 for me.  The combination of a very neutral frequency response and an almost startling transparency are its hallmarks.  The vast majority of the time I enjoyed listening to music through the LCD-3 more than I ever have with headphones.  Alison Krauss’s new record, Paper Airplane, is a terrific recordings, and it sounded just terrific on the LCD-3.  Alison’s vocals were beautiful.  Same for Steven Wilson’s, on “Postcard” from his new and terrifically recorded “Grace For Drowning”.  The song is just haunting, and it sounds beautiful on the LCD-3.  Then again, I have some metal records that are super-aggressive sounding, and the LCD-3 laid them bare.  Such is life.  For those I will probably stick with the LCD-2.  But one cannot blame the messenger!  I know such recordings are harsh.  No surprise the LCD-3 renders them as such.

One result of the combination of the neutrality and transparency is an outstanding retreival of detail and resolution.  Other headphones I have heard force detail at you my pushing the mid treble up.  That's not what is happening here.  The resolution is due to the transparency.  This is something I have found in evidence in all planar magnetic headphones (and speakers) I have heard - and it's very much in evidence here.  There are some very subtle percussion elements in Opeth's "Death Whispered a Lullaby" from "Damnation" that I had never really noticed before, but that I was able to hear on the LCD-3.

I also spent some time comparing the LCD-3 to the HifiMan HE-6. I find the HE-6 to have just a touch more treble energy than is neutral, although overall I find the HE-6 to be an absolutely outstanding pair of headphones, and I listen to them at work almost daily.  The LCD-3 were just better, in every dimension, IMO.  Which isn’t to take away from the HE-6, but I found the LCD-3 to be more neutral, and just slightly more transparent.

I spent the majority of my review time listening to the LCD-3 on the Red Wine Audio Audeze Edition, since I felt that it had made the LCD-2 sound about as good as anything else, and wanted to give the LCD-3 a very clean signal.  I also played them on the Leben CS-300, the Trafomatic Head One, the new and several of my vintage receivers.  I also listened to it on the new Meier Audio Corda Classic, on which they also sounded great (review forthcoming on the Meier).  They sounded great on the Pioneer and Sansui receivers, but not as good on the Marantz, as mentioned above, just because the LCD-3 exposed a treble roll-off on the Marantz I hadn’t been aware of.  The LCD-3 definitely benefit from the best you can give them, but they sounded very good from everything I listened to them on.

So it also was with sources.  The RWA DAC, my MHDT Havana, and my AVA Vision Hybrid DAC all sounded good, and all sounded different. And to a degree I wasn’t quite used to.  It was very easy to pick out the differences.  The LCD-3 will make a good source reviewing tool!  The Havana is the warmest, the RWA the most neutral, and the AVA in the middle.  This was plainly apparent.

Lastly, let’s talk about soundstage.  The LCD-3 is excellent in this regard, but in this one area I don’t think it is quite state of the art.  I think the LCD-3 is better than the LCD-2 in this regard, especially in terms of image specificity.  But the R-10 is better in terms of image definition and specificity.  The LCD-3 projects the soundstage out in front of the head somewhat, which I really like – it does NOT feel like the sound is just between your ears, at all.  The width is outstanding, and so is the depth.  But the images are just not quite as well defined as I hear on some other headphones, like the R-10, or even the Beyer T1.  That said, I am not an imaging freak, and I value tonality and transparency higher.  And so for me, the LCD-3 is as good as it gets.  But if soundstage gymnastics are your primary thing, I think I would probably go with something like the HD-800.  The LCD-3 is “merely” excellent in terms of soundstaging ability.



Summary:

So, overall, where does that leave us?  I think the LCD-3, as a whole, is the best headphone I have heard.  I have never owned any electrostats, but I have had several pairs for review, and have heard quite a few others, and I prefer the meatier sound of the LCD-3 to any of those.  But again, that’s not a direct, detailed comparison.  Someone else will have to offer that.  However, the LCD-3 is a big improvement over the LCD-2, and handily beats the Beyer T1 (which is a headphone I like a lot).  I prefer the LCD-3 to the HE-6 as well, and even prefer it overall to the MDR-R10.  And folks, that’s saying a mouthful.  Does that make it worth the asking price?  For me, beyond any shadow of a doubt.  But I liked the LCD-2 a great deal as well, and of course, like all reviews, this one is my personal opinion, and nothing more.  Only you, dear reader, can decide that for yourself.  I sure hope you get a chance to hear a pair, though.  I don’t think you will be disappointed.  I am buying the review pair.  No way am I letting these go.

Rabu, 11 April 2012

tugas minggu 1

Definisi dan Metodologi Ekonomi

Ekonomi adalah ilmu mengenai asas-asas  produksi, distribusi dan pemakaian barang-barang serta kekayaan seperti hal keuangan, peindustrian,  dan perdagangan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan hidup.
Metodologi ekonomi adalah ilmu yang mempelajari metode, umumnya metode ilmiah, yang berhubungan dengan ekonomi, termasuk prinsip tentang pertimbangan ekonomi.
 

Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga

I. Masalah pokok ekonomi itu terbagi menjadi dua yaitu,
1. Menurut Aliran Klasik, yaitu masalah pokok ekonomi terdiri dari Produksi, Distribusi, dan Konsumsi.
• Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda. Untuk mencapai kemakmuran, barang2 kebutuhan harus tersedia ditengah masyarakat, karena masyarakat sangat hitrogen, maka barang2 yang tersedia pun sangat beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen, yaitu barang apa saja yang harus diproduksi.
 Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Agar suatu barang atau jasa yang di hasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat, dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik.
 Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Barang hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tepat pula.
2. Menurut Aliran Modern, Ekonomi modern mengakomodasikan masalah ekonomi dalam 3 masalah pokok yaitu,
• Barang dan jasa apa yang akan dihasilkan / diproduksi dan berapa jumlahnya (what).
• Bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan / diproduksi (how).
• Untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan / diproduksi (for whom).
II. Pegaruh Mekanisme Harga
Masa kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidak seimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas. Contoh kasus pada saat stok beras nasional mulai menipis, akibatnya harga beras akan naik dan masyarakat akan beralih ke yang lebih murah ( jagung, umbi-umbian, dll).

Sistem Perekonomian


Sistem Ekoomi dapat di bagi menadi 4 bagian yaitu :
A. Sistem Ekonomi Tradisional
Tujuan dari sistem ekonomi ini adalah mempertahankan tradisi yang terjadi turun temurun, dengan mengabaikan apa yang harus dilakukan dan untuk apa dilakukan.
Ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional ini adalah:
1)     Teknologi masih sederhana.
2)     Kegiatan usaha ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
3)     Modal masih terbatas.
B.   Sistem Ekonomi liberal/pasar/kapitalis
Sistem ekonomi liberal/pasar/kapitalis atau yang biasa disebut dengan Free Fight Liberalism adalah suatu penerapan kehidupan ekonomi yang bebas, dimana warga negara diberi kebebasan oleh pemerintahan untuk melakukan kegiatan ekonomi.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi liberal, yaitu:
1)      Semua alat dan sumber produksi berada di tangan perseorangan.
2)     Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh swasta.
3)     Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
C.   Sistem Ekonomi Komando/Sosialis
Sistem ekonomi komando/etatisme/terpusat adalah sistem ekonomi yang pengaturan kehidupan ekonominya secara langsung oleh negara.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi komando, yaitu:
1)      Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh negara.
2)     Kegiatan perekonomian diatur dan dikuasai secara mutlak oleh negara.
D.  Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengambil segi positif dari sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.
Adapun ciri-ciri dari sistem ekonomi campuran, yaitu:
1)    Kesempatan kerja penuh ( full employment) dan jasa kolektif mendapat prioritas yang tinggi.
2)   Harga tidak semata-mata ditentukan oleh mekanisme pasar, tetapi pemerintah juga ikut campur dalam menentukan kebijakan.

sumber :

  •  http://kangmoes.com/artikel-tips-trik-ide-menarik-kreatif.definisi/pengertian-ekonomi.html
  • http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/metodologi-ekonomi/
  • http://titoblogz.wordpress.com/

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More