Ditinjau dari segi historis, hubungan
antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan
yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di
Yunani, “philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dikemudian hari, ternyata
juga kita lihat adanya kecenderungan yang lain. Filsafat
Yunani Kuno yang tadinya merupakan suatu kesatuan
kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens, 1987,
Nuchelmans, 1982).
Lebih lanjut
Nuchelmans (1982), mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi
perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian
dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut
ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. Pendapat
tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985),
yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari
filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat
yang dianut.
Dalam
perkembangan lebih lanjut menurut Koento Wibisono (1999), filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi
dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan”
telah tumbuh mekar- bercabang secara subur. Masing-masing
cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya,
berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.
Ingatkah anda akan perumpamaan “gelas setengah penuh” dan
“gelas setengah
kosong”? Menurut Drucker, perumpamaan ini menggambarkan dengan tepat pentingnya
persepsi terhadap suatu fenomena. “Mengubah persepsi manajer dari setengah
gelas penuh menjadi setengah gelas kosong”, demikian Drucker, “membuka
kesempatan bagi perkembangan yang besar.
Drucker memberi contoh
tentang kasus Amerika. Tiga atau empat dekade belakangan ini, dunia kesehatan
Amerika Serikat mengalami kemajuan pesat. Angkat kematian bayi menurun tajam.
Umur hidup rata-rata orang meningkat setiap tahunnya. Banyak penyakit kanker
yang berhasil disembuhkan. Walaupun begitu, masyarakat Amerika mengalami
paranoia kolektif tentang kesehatan mereka. Tiba-tiba, semua orang jadi sangat
khawatir dengan kondisi kesehatan mereka. Mereka khawatir terkena kanker. Semua
penyakit secara langsung dikaitkan dengan kanker. Jelaslah dalam hal ini, gelas
dilihat setengah kosong.
Masyarakat Amerika tidak
menikmati perkembangan teknologi kesehatan mereka. Mereka justru berpendapat,
bahwa penyakit masih merupakan penyebab utama kematian. Menurut Drucker,
situasi ini sangatlah tepat untuk memasarkan produk-produk kesehatan, seperti
obat-obatan, alat-alat olahraga, dan program-program diet sehat. Pada 1983,
perusahaan yang paling berkembang adalah perusahaan penjual alat-alat olahraga
dalam ruangan.
Perubahan persepsi tidak
mengubah fakta, melainkan mengubah bagaimana fakta itu dimaknai.
Perubahan makna atas fakta-fakta yang ada tersebut bisa berlangsung sangat
cepat. Dulu, komputer dipandang sebagai ancaman bagi praktek bisnis. Tak sampai
dua tahun, pandangan itu berubah. Komputer pun dipandang sebagai bagian tak
terpisahkan dari praktek bisnis. Jelaslah, bahwa perubahan persepsi ini
seringkali tidak bisa diukur dan ditebak. Inilah yang disebut sebagai mood
pasar. “Akan tetapi”, tulis Drucker, “mood pasar bukanlah sesuatu yang
misterius. Itu adalah sesuatu yang konkret, dapat dirasakan, dan dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan kemajuan.Air sumber kehidupan. Darinya segala macam kehidupan berawal
dan kepadanya segala yang hidup menggantungkan kelangsungan hidupnya.. Jika kita
ingin memiliki peranan penting dalam masyarakat sebagaimana air, coba kita
renungkan apa yang membuatnya begitu berarti:
* Air yang mengalir dapat menyuburkan tanah sekitar,
menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah; mengajarkan pada kita agar kita senantiasa
berusaha memberikan manfaat, melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan
mereka. Khairu an naas anfa'uhum li an naas
* Bersih dan jernih adalah sifat air yang masih alami;
melambangkan kejernihan hati, kejujuran dan keadilan
* Aliran-aliran kecil bergabung menjadi anak sungai dan
akhirnya menjadi sungai besar; jika ingin berhasil, maka kita harus saling
membantu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan.
* Aliran air setiap waktu berubah; mengajarkan bahwa
kehidupan ini harus dinamis, selalu bergerak untuk berubah menjadi lebih baik.
Jika air berhenti mengalir maka akan membusuk, demikian pula manusia harus
kreatif dan inovatif jika ingin tetap eksis.
* Sungai mengalir dari atas ke bawah; melambangkan
kerendahan hati dan sopan santun, orang yang di atas harus mendatangi yang di
bawahnya.
* Air dengan mudah melewati bebatuan. Bila bertemu kerikil
ia akan mengalir di atasnya namun bila menjumpai batu besar ia lewat di
sampingnya; menggambarkan pribadi yang luwes, fleksibel, dan mudah menyesuaikan
diri.
* Air mendatangkan banyak kebaikan bagi lingkungannya, tapi
bila lingkungannya dirusak maka ketika hujan turun akan terjadi banjir yang
menerjang segala yang dilaluinya; ada saatnya bersikap lembut namun juga ada
kalanya bersifat tegas.
* Sungai menampung sampah, kaleng bekas bahkan kotoran
manusia; mengajarkan kita untuk siap menerima masukan dan kritik sekalipun
menyakitkan tapi harus ditanggapi dengan tenang dan obyektif.
- Sungai yang masih alami suaranya gemericik indah; Orang yang bijak akan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan tuhannya dan dengan sesamanya.



0 comments:
Posting Komentar