shoutmix


ShoutMix chat widget

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 17 April 2011

MENGEMBANGKAN BUDAYA INDONESIA DI TENGAH GLOBALISASI BUDAYA

Globalisasi budaya identik dengan budaya pop dan postmodernisme yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Budaya pop awalnya merupakan hegemoni budaya Barat (terutama Amerika), ditandai dengan merebaknya gaya hidup Amerika melalui industri budayanya seperti musik, olahraga, fastfood, mode pakaian, dan film-film Amerika di seluruh dunia. Namun kondisi ini pun tidak selalu statis. Sesuai sifatnya yang fleksibel dan berubah-ubah, budaya pop menjadi sangat terbuka untuk diisi oleh budaya mana pun. Globalisasi budaya memungkinkan dibukanya kelas-kelas yoga di New York dan restoran sushi di Kuwait. Peran media massa dalam menyebarkan informasi menjadikan proses ini makin cepat, dengan persinggungan antar budaya yang mengalir deras melahirkan variasi kebudayaan yang sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, pilihannya hanya mempengaruhi dan dipengaruhi. Jika kita tidak mampu menghindar dari pengaruh, mengapa kita tidak ikut memberi pengaruh? Karena itu, sudah saatnya kita bersikap serius untuk terjun dalam globalisasi budaya dan turut membawa kebudayaan kita kepada dunia.

Yang harus kita tentukan mula-mula ialah definisi kebudayaan kita sendiri. Apa itu budaya Indonesia? Batik, angklung, wayang, mandau, tari saman, gotong royong, paguyuban, nagari, apa pun itu, daftarkan satu per satu baik budaya tradisi maupun kontemporer, baik budaya kongkrit maupun abstrak. Sebelum mulai menyebarkan budaya, kita perlu mengenali dulu budaya kita. Ini penting terutama ketika kita berurusan dengan masalah hak cipta, kekayaan intelektual dan kekayaan budaya. Budayawan Jepang Yamada Shoji mengatakan bahwa ada dua hal yang bertentangan dalam budaya yakni perilaku ‘memiliki’ sekaligus ‘menyebarkan’. Paradoks ini kita temui tatkala terjadi saling klaim atas suatu budaya seperti yang kita alami akhir-akhir ini dengan Malaysia. Ini menjadi satu kesulitan tersendiri, karena di satu sisi kita semestinya bangga terhadap luasnya penyebaran budaya kita, tapi di sisi lain kita merasa hak milik kita dirampas. Kebudayaan Indonesia pun nyatanya sangat banyak yang merupakan pengaruh kebudayaan asing. Apakah salah jika kita mengikutsertakan barongsai dan potehi dalam festival budaya Indonesia? Saya juga tak ingin rakyat India mendemo kita karena memainkan lakon-lakon Ramayana. Maka inventarisasi terhadap aset-aset kebudayaan kita penting untuk dilakukan, namun dengan tetap meniscayakan asimilasi dan akulturasi. Berbagai UU Perlindungan Budaya yang telah ada selayaknya dimaksimalkan.
Setelah memegang daftar inventaris budaya Indonesia, maka berikutnya kita perlu menggegas industrialisasi budaya. Hanya dengan memberikan nilai ekonomi yang tinggi, maka kebudayaan kita akan memiliki daya jual yang meningkatkan daya saing dan kemampuan survivalnya, memberi imbas positif bagi kesejahteraan masyarakat serta menjadi jalan menuju ekspansi budaya besar-besaran. Bagaimana industrialisasi budaya mendorong ekspansi budaya? Hal ini terjadi karena industri membutuhkan pasar yang besar, dan pasar dari industri budaya adalah orang-orang yang berminat terhadap budaya tersebut. Maka kesuksesan industri budaya berbanding lurus dengan kesuksesan ekspansi budaya. Setiap kali industri tersebut melakukan ekspansi pasar, maka ia juga telah melakukan ekspansi budaya. Ada pun ekspansi budaya membutuhkan produkproduk yang agresif, yaitu produk-produk berorientasi ekspor yang mampu membawa nama Indonesia ke seluruh dunia.
Dalam proses ekspansi budaya ini, kita pun memerlukan metode penyebaran yang tepat. Meski pun kita telah melakukan industrialisasi batik, namun permintaan batik di luar negeri tidak akan serta merta melonjak karena pasar harus tertarik lebih dulu dengan produk batik. Lalu bagaimana kita akan mempromosikan begitu banyak budaya kita kepada pasar luar negeri? Bahkan untuk memperkenalkannya saja sudah sulit. Menurut Turner (1984), budaya pop dan media massa memiliki hubungan simbiotik di mana keduanya saling tergantung dalam sebuah kolaborasi yang sangat kuat. Kepopuleran suatu budaya sangat bergantung pada seberapa jauh media massa gencar mengkampanyekannya. Begitu pula media massa hidup dengan cara mengekspos budaya-budaya yang sedang dan akan populer. Maka kita harus memprioritaskan terlebih dahulu produk-produk budaya yang berkaitan dengan komunikasi massa. Saya memilih industri film sebagai langkah awal ekspansi budaya secara serius. Film yang saya maksud meliputi film layar lebar dan sinetron di televisi. Format audio visual memungkinkan film untuk menarik perhatian lebih besar, menjadikannya efektif dalam komunikasi massa. Alur cerita akan memudahkan para penonton untuk menangkap maksud film dengan cara yang menyenangkan, sementara film juga mudah disisipi pesan-pesan sampingan yang tidak begitu disadari seperti iklan dan propaganda.

Sumber: http://obyramadhani.wordpress.com/2009/12/23/mengembangkan-budaya-indonesia-di-tengah-globalisasi-budaya/

Dada Ayam yang Sombong


Dada Ayam yang Sombong
Di satu peternakan hiduplah dua ekor ayam aneh.
Ayam pertama mempunyai dada yang menggelembung. Dadanya selalu penuh oleh pujian ayam-ayam lain. Ia memang mempunyai banyak kepandaian yang menjadikannya sombong.
Ia berkokok paling pagi.
Ia dapat mengepakkan sayap dan terbang lebih tinggi dari teman-temannya.
Ia juga memiliki bulu yang paling bersih, warna jengger paling merah, serta kuku taji yang berlekuk paling bagus.
Kalau ia berjalan, dadanya selalu sampai lebih dulu.
Waktu makan bersama, ayam-ayam lain merasa sesak karena dadanya yang menggelembung besar.
Ayam kedua mempunyai kepala yang besar. Kepalanya selalu penuh oleh pertanyaan. Semua hal di peternakan menarik hatinya.
Ia mempertanyakan:
“Kenapa ayam bangun paling pagi?”
“Kenapa sapi bisa mengeluarkan susu?”
“Kenapa tikus dan babi sangat bisa makan apa saja?”
Kalau ia berjalan, badannya selalu oleng karena kepalanya yang berat.
Waktu makan bersama, ia lebih banyak diam dan memperhatikan teman-temannya.
Suatu hari ayam dengan dada yang menggelembung dan ayam dengan kepala yang besar duduk berdua di tepi kubangan kerbau.
Ayam dengan dada menggelembung mulai menyombong,
“Setiap pagi aku berkokok paling pagi!”
Dengan kesombongan itu, dadanya tambah menggelembung.
Ayam berkepala besar menyahut dengan pertanyaan,
“Memang kenapa kalau kau berkokok paling pagi? Untuk membangunkan manusia? Kalau kau tidak bangun pagi dan ada yang bangun lebih pagi di antara kita, pasti dia akan berkokok dan membangunkan manusia, kan?”
Dengan pertanyaan itu, kepalanya bertambah besar.
Ayam dengan dada menggelembung menambahkan,
“Aku dapat mengepakkan sayap dan terbang lebih tinggi daripada kalian.”
Dadanya tambah menggelembung.
Ayam dengan kepala besar menyahut lagi,
“Memang apa gunanya kau kepakkan sayapmu? Buat apa kau terbang kalau kau takut pergi dari pertenakan ini? Kau tidak bisa pergi kemana-mana juga, kan?”
Kepalanya membesar lagi.
Ayam dengan dada menggelembung tidak mau kalah,
“Aku memiliki bulu yang paling bersih, warna jengger paling merah, serta kuku taji yang berlekuk paling bagus!”
Dadanya makin sesak dan sudah hampir meledak.
Ayam dengan kepala besar menimpali,
“Apa gunanya bulu bersih kalau nantinya kau kotori juga dengan debu? Buat apa jengger paling merah kalau tidak ada fungsinya? Untuk apa juga taji yang cantik kalau hanya untuk mengorek tanah?”
Waktu ayam dengan kepala besar menyelesaikan pertanyaannya, dada ayam yang menggelembung meledak dan mengeluarkan bunyi yang mengagetkan peternakan. Disusul dengan kepala ayam besar pecah.
Berantakan.

Sumber: edowallad >>  http://www.kemudian.com/node/62667




Moral1 : kalo cerita ini terjadi pada manusia...pasti tidak akan ada yang bersikap sombong lagi... soalnya dadanya akan membesar seketika jika dia berkata sombong...ketauan deh. tapi kalo setiap orang bertanya terus kepalanya tambah besar... bakal jadi idiot semua dunk.. soalnya gak ada lagi yang berani mempertanyakan apapun
Moral2:  jadi orang itu tidak boleh sombong dan jangan terlalu banyak nanya

Dua Kucing dan Dua Onigiri

Suatu hari ada seekor kucing besar dan seekor kucing kecil. Dua ekor kucing tersebut menemukan dua buah onigiri. Kucing yang besar menemukan onigiri kecil, sedangkan kucing yang kecil menemukan onigiri besar. Karena hanya mendapatkan onigiri yang kecil, kucing besar itu berkata kepada kucing yang kecil.
“Hei, kucing kecil. Lihatlah, badanmu kan kecil kenapa kamu mau makan onigiri yang besar? Ayo tukarkan dengan onigiriku saja” kata kucing besar.
“Enak saja. Aku kan yang menemukan onigiri besar ini, jadi walaupun badanku kecil aku berhak makan onigiri besar” kata kucing kecil.
“Heh, dimana-mana itu kalau kucing kecil makannya ya sedikit. Kalau kucing besar makannya ya banyak. Kok begitu saja kamu tidak tahu sih?”
“Nah, aku kini tahu akal bulusmu. Kamu khawatir kan kalau aku makan onigiri besar ini badanku akan menjadi besar. Kalau badanku besar, kamu takut kalah saingan kan?”
“Bukan begitu. Tapi wajarnya karena badanmu kecil, ya makanmu juga sedikit saja. Nanti kalau makan kebanyakan perutmu akan sakit”
“Ah, kamu ini mau mencoba membujukku ya? Pokoknya aku gak mau!”
Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya kedua kucing itu saling bertengkar. Pada saat bertengkar itu, kucing besar mendapatkan ide.
“Begini saja, bagaimana kalau kita pergi bertanya kepada kera. Mungkin dia mempunyai pendapat yang lebih bagus” kata kucing besar.
“Baiklah aku setuju” kata kucing kecil.
Akhirnya dengan menggelindingkan onigiri di sepanjang jalan, mereka pergi menemui kera. Kedua kucing itu lalu menceritakan persoalan yang sedang mereka hadapi.
“Hmm… sulit juga ya. Tapi kalau menurut pendapatku, bagaimana kalau dua onigiri ini dibagi rata hingga mencapai besar yang sama?” tanya kera.
“Baik, saya setuju”
“Saya juga setuju”
“Baiklah, sementara aku menimbang berat onigiri ini, kalian pergilah sedikit menjauh”
Akhirnya kera memegang dua buah onigiri itu di tangan kanan dan kirinya. Ia mencoba menimbang-nimbang dengan tangannya.
“Hmm… kok berat yang kanan ya?” kata kera seraya mengambil sedikit bagian onigiri di tangan kanannya lalu memakannya.
Kera lalu menimbang-nimbang lagi.
“Kok terasa berat yang kiri ya?” katanya lagi seraya mengambil sedikit bagian onigiri dari tangan kirinya lalu memakannya.
Kera terus menimbang-nimbang berat onigiri itu. Namun ia tetap tidak bisa merasakan berat onigiri yang sama. Sampai akhirnya dua buah onigiri itu pun habis dimakannya sedikit demi sedikit. Melihat kedua onigiri mereka habis, kedua kucing itu pun sangat kecewa. Mereka pulang sambil menangis tersedu-sedu. Miauww…
Judul asli: Futatsu no Omusubi (Dua Buah Omusubi) berasal dari Prefektur Fukuoka.
Moral : jangan selalu percaya dan bergantung kepada saran orang lain, biasa saja mereka hanya memanfaatkan keadaan kita pada akhirnya.

NILAI KESUSASTRAAN


kesusastraan adalah seni penggunaan bahasa untuk mencerminkan objek nyata dan keadaan psikis. Kesusastraan merupakan salah satu bagian terpenting dari kebudayaan.
Kriteria dari kesusastraan klasik terletak pada nilai sastra dan pewarisannya.
Isinya dapat memerankan fungsi sebagai teladan, inspirasi dan penyimpan nilai-nilai yang langgeng.
Kebudayaan Tiongkok memiliki tradisi dalam penggunaan sajak untuk mengungkapkan keinginan dan kesusastraan untuk aturan moral. Kesusastraan klasik menarik minat pembacanya dan mengkultivasi watak mereka, dengan teknik seni tinggi dan prinsip moral yang mendalam.
Kesusastraan klasik meliputi syair, sajak, prosa, novel, dan berbagai bentuk lainnya seperti Ci, Fu dan musik klasik.
Ci adalah syair yang berasal dari jaman Dinasti Tang, ditulis dengan melodi tertentu, pola nada yang ketat dan metode rima, dalam jumlah kata dan baris tertentu.
Sedangkan, Fu merupakan karya sastra elaborasi dari kombinasi elemen-elemen syair dan prosa. Pengaruh dari ide “keseimbangan langit dan manusia” yang diusung oleh Konfusianisme, Buddhisme dan Taoisme dalam kata dan arti, telah meningkatkan secara langsung lingkup dari syair, prosa, kaligrafi, seni lukis dan musik.
Manifestasi dari Kesusastraan klasik dapat diringkas dalam kategori-kategori berikut, yakni pemikiran yang menghubungkan dengan sejarah leluhur, ekplorasi terhadap hukum langit, introspeksi/ melihat ke dalam dan ke luar, mempelajari misteri, pelestarian prinsip-prinsip ketuhanan, dan menunjukkan keabadian.
Berikut akan dibahas beberapa kategori tersebut.

1. Perhatian pada Aspek Kejiwaan Rasional Manusia

Mencari kebenaran, hukum langit dan nilai-nilai kemanusiaan adalah tema abadi dari kesusastraan klasik. Persepsi leluhur tentang hidup manusia yang singkat, alam semesta yang abadi, dan pemikiran terhadap sejarah dan kehidupan manusia merupakan rasa keinginan yang mendalam terhadap alam abadi dan tak terbatas.
I Ching, Kitab Perubahan, diletakkan pada urutan pertama dari karya-karya klasik. Karya ini mengungkapkan kosmologi dari “keseimbangan antara Langit dan Manusia”, meliputi gambaran tentang langit dan bumi, menjelaskan alam semesta, menghubungkan manusia dengan Dewa dan menyatukan manusia dengan alam. Manusia dapat membantu perubahan dan perkembangan kekuatan dari Langit dan Bumi, dan manusia dapat berinteraksi dengan alam.
Sebagai tambahan, Kitab Perubahan mengungkap prinsip dasar dari hubungan antara manusia dan alam, yaitu manusia harus saling menjaga satu dengan lainnya, merangkul semua hal dan menjadi jujur dan toleran.
Tao Te Ching karya Lao Tzu (The Book of The Way And its Virtue), Kitab Lagu Confucian Klasik, Kitab Sejarah, Jalan Konfusius dan Musim Semi, semuanya berbicara tentang mengikuti jalur langit, menghormati dan menganjurkan kebajikan. Karena dididik dan dibesarkan oleh orang bijak, orang-orang pada jaman dahulu hormat pada Langit dan Tuhan, memenuhi ketentuan Langit, percaya pada takdir mereka, terbuka, tulus dan tidak melanggar hukum.
Pada berbagai aliran filsafat, semua teori mereka didasari oleh prinsip-prinsip tersebut. Sima Qian dari Dinasti Han menulis karya besar Shih Chi,  yang merupakan sebuah catatan sejarah.
Walaupun hidup pada masa yang sulit, Sima Qian tetap menempatkan moral sebagai target tertinggi dalam hidup. Banyak pemahaman berbeda dari orang-orang setelah membaca karya yang diturunkan dari generasi ke generasi ini.
Beberapa di antaranya ada yang menyesali hidup karena lewatnya waktu. Ada yang berpikir tentang tujuan hidup sebagai manusia. Sebagian orang berusaha menyelidiki mitologi semesta dan banyak lainnya memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu yang lebih penting dari dunia fana.
Setelah memasang target tinggi, haruslah ada suatu jalan untuk meraihnya. Oleh karena itu, orang-orang bijak di berbagai dinasti menaruh perhatian yang serius pada kultivasi.
Pengenalan diri terhadap kesadaran, nilai-nilai kesadaran dan usaha kultivasi, penyempurnaan diri secara menerus dan pembentukan kepribadian ideal, membentuk jiwa manusia yang “ berorientasi ke dalam “ dari bangsa Tiongkok.
Buku Tata Cara Klasik Konfuisme yaitu The Great Learning, menekankan hal berikut, “Berharap untuk meluruskan hati mereka, terlebih dahulu mereka berupaya menjadi tulus dalam pikiran”.
Itu merupakan proses kultivasi dari “Meluruskan hati dan menjadi tulus dalam pikiran” dan menjadi contoh secara pribadi dengan cara, “Kultivasi diri, mengharmoniskan keluarga, pengelolaan pemerintahan dan perdamaian dunia.”
Konfusius berkata, “Jika kita melihat orang yang mulia, kita harus menirunya. Jika melihat orang dengan sifat sebaliknya, kita harus melihat ke dalam dan melakukan introspeksi."
Konfusius juga berkata, “Setiap hari Saya mengevaluasi diri berkali-kali.” Ini memerlukan kriteria yang ketat dan menyeluruh terhadap diri, tetapi tetap sederhana dan toleran terhadap orang lain. Dengan cara ini, seseorang bisa mengkultivasi diri menjadi orang yang baik.

2. Contoh Moralitas dan Semangat Kebajikan

Sebagai pembawa pesan penting dari kebudayaan tradisional, kesusastraan klasik memuat contoh-contoh moralitas, hubungan manusia, tiga pemandu pokok, lima kebajikan tetap, dan kriteria moral. Tiga pemandu pokok yakni pemerintah memandu rakyat, ayah memandu anak dan suami memandu istri. Sedangkan, lima kebajikan tetap meliputi kebaikan, kebenaran, kesusilaan, kebijakan dan kesetiaan.
Tso Chuan, sebuah komentar untuk Sejarah Musim Semi dan Musim Gugur, mencatat niat Yu melempar sebuah Ding, wadah kuno dengan tiga kaki, pada masa Dinasti Xia. Wadah ini, yang merupakan simbol dari hal primitif, digunakan untuk memperlihatkan roh jahat dan hal gaib. Ini membuat orang-orang mengerti bahwa Langit memberkati orang-orang yang mempunyai sifat bajik. Dengan demikian, orang-orang memperoleh pendidikan moral melalui simbol ini.
Semangat kebajikan yang dianjurkan oleh Aliran Konfusius menjadi patokan untuk hidup bersama. Pada masyarakat jaman dahulu, ini juga berarti menjadi acuan untuk mencintai orang lain. Kitab Sejarah bercerita tentang “lima ajaran” yaitu Tanggung jawab Ayah, Kebaikan Ibu, keramahan seorang kakak, rasa hormat adik dan bakti seorang anak.
Zhuang Zi berkata, “Satu cinta untuk semua hal, langit dan bumi bersama-sama”. Ini mengekspresikan semangat kebaikan dalam memperlakukan semua benda di dunia dan untuk membentuk satu tubuh dengan langit dan bumi. Dalam masa sejarah 5000 tahun, orang bijak dalam jumlah tak terhitung turun ke dunia dengan membawa idealisme tinggi.
Mereka semua benar-benar baik, jujur, bersih, tak tergerak oleh sanjungan dan mendengarkan permohonan dari manusia. Nilai-nilai seperti ini mendorong bangsa Tiongkok untuk menerobos semua rintangan, sehingga mampu melewati perjalanan sejarah yang panjang hingga hari ini.
Ini merupakan faktor penting bagi kesusastraan Tiongkok kuno yang menjadikannya penuh semangat hidup. Ini kemudian membentuk tradisi sastra yang mendorong nilai-nilai kebenaran dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Karya klasik terkenal sepanjang masa, senantiasa memberikan perhatian khusus terhadap integritas moral dari karakter. Karya-karya tersebut juga selalu mencoba segala hal untuk mengagungkan kesetiaan, ketaatan, kesucian dan kebenaran.
Nilai-nilai karya klasik biasanya terfokus pada penggambaran karakter yang baik dan orang-orang dengan kriteria moral yang tinggi. Karya klasik tidak hanya menaruh perhatian pada kecantikan luar dari karya itu, tetapi juga pada kekayaan makna yang mendalam dari moralitas. Semua ini memberikan kenikmatan estetika dan kondisi kejiwaan yang tinggi bagi manusia.

3. Pemahaman Moral Tradisional Melalui Kesusastraan

Salah satu fungsi utama dari kebudayaan tradisional adalah sebagai referensi. Sebabnya, semua karya klasik memiliki tradisi mendidik. Syair Bai Juyi dari Dinasti Tang menyatakan, “artikel ditulis dengan latar waktu, sedangkan Sajak, Ci, lagu dan Fu ditulis untuk peristiwa perseorangan.
“Orang jaman dahulu menekankan pada karakter moral, kebajikan, kebaikan dan menjelaskan secara rinci ide-ide melalui tulisan. Perhatian terhadap dunia juga menjadi tanggung jawab alami mereka. Mereka melampaui keuntungan dan kerugian pribadi, tidak gembira dengan perolehan materi dan tidak sedih terhadap kehilangan. Mereka peduli pada negara dan rakyat.
Karya sastra klasik memuji kebijaksanaan dan keadilan, membuang kegelapan dan kemerosotan moral, menyangga standard moral, mendukung belas kasih, menghukum yang jahat dan menyoroti perihal takdir.
Semua karya klasik Konfusius, Buddhisme, dan Taoisme mendukung filosofi hidup berdasarkan kebajikan dan moralitas. Kitab Lagu, Buku Ratapan dan beberapa lainnya menceritakan tentang pencarian manusia dalam kepribadian yang ideal.
Ketika Sima Qian menulis Biografi Lian Po dan Lin Hsiang-ju, Dia menggambarkan sikap ksatria Lin Hsiang-Ju dan kesediaan Lian Bo untuk dihukum setelah menyadari kesalahan-kesalahannya. Sikap-sikap ini merupakan wujud kongkrit dari kriteria moral.
Orang-orang dapat merasakan kekhidmatan dan gaya sastra dari Kitab Catatan Sejarah. Syair dari dinasti Tang dan Ci dari dinasti Song dianggap sebagai harta berharga dari kesusastraan Tiongkok. Karya-karya tersebut menjadi esensi makna dari kebudayaan Tiongkok dan menggambarkan dunia spiritual manusia.
Empat novel terkenal dari dinasti Ming dan Qing, membantu meningkatkan estetika dan penilaian estetika orang-orang melalui plot yang mempesona. Koleksi cerita dari novel singkat dinasti Ming berkisah tentang pembayaran karma, untuk memperingatkan manusia bahwa, melakukan perbuatan baik, menghasilkan balasan yang baik, dan berbuat jahat membawa akibat yang buruk. Sehingga orang-orang dapat memilih dan mengikuti perbuatan yang baik.
Dalam hal pencerahan hidup, karya sastra klasik ini memberikan arahan hidup dan mengekpresikan kepedulian sosial yang kuat. Dari karya klasik, kita telah melihat Gambar Keadilan Langit dan Bumi dan mendengar Lagu Keadilan dunia manusia.
Mereka seperti aliran sungai yang jernih, yang membersihkan kotoran dan lumpur. Karya-karya ini tidak hanya membuka proses sejarah Tiongkok melalui bahasa dan seni, tetapi juga mengandung kriteria moral tinggi dan pencarian prinsip “keseimbangan antara Langit dan Manusia.” Mereka menyediakan generasi masa depan dengan sumber spiritual tak terbatas.
Karya karya tersebut bersinar secara ideologi dan artistic. Dengan menginspirasi kesadaran dan pikiran belas kasih orang-orang, karya klasik ini mengarahkan orang-orang di jalan Langit, melampaui hidup manusia awam dan memilih keadilan dan belas kasih
SUMBER: http://erabaru.net/featured-news/48-hot-update/17510-nilai-moral-yang-diwariskan-melalui-sastra-tradisional-klasik

ILMU BUDAYA DASAR

Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
  1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
  2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
  3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
  4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Latar belakang ilmu budaya dasar
latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
  1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
  2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
  3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
  1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
  2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
  3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
  4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
  5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
  6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya
  7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
  8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan
Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia

Unsur-unsur kebudayaan
  1. Sistem Religi/ Kepercayaan
  2. Sistem organisasi kemasyarakatan
  3. Ilmu Pengetahuan
  4. Bahasa dan kesenian
  5. Mata pencaharian hidup
  6. Peralatan dan teknologi
Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
  1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
  2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
  3. Pembimbing kehidupan manusia
  4. Pembeda antar manusia dan binatang
Hakekat Kebudayaan
  1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
  2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
  3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
  4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban
Sifat kebudayaan
  1. Etnosentis
  2. Universal
  3. Alkuturasi
  4. Adaptif
  5. Dinamis (flexibel)
  6. Integratif (Integrasi)
Aspek-aspek kebudayaan
  1. Kesenian
  2. Bahasa
  3. Adat Istiadat
  4. Budaya daerah
  5. Budaya Nasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
  1. kontak dengan negara lain
  2. sistem pendidikan formal yang maju
  3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
  4. penduduk yang heterogen
  5. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat
  • betambah dan berkurangnya penduduk
  • penemuan-penemuan baru
  • petentangan-pertentangan didalam masyarakat
  • terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. faktor dari luar masyarakat
  • berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
  • peperangan dengan negara lain
  • pengaruh kebudayaan masyarakat lain








tambahan
Latar belakang ilmu budaya dasar

latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya, mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya.

Definisi Ilmu Budaya Dasar

•Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan yang dapat memberikan pengetahuan dasar serta pengertian umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
•Ilmu Budaya Dasar, adalah pengetahuan tentang perilaku dasar - dasar dari manusia.
•Ilmu Budaya Dasar, adalah ilmu gabungan, yang secara bersama atau sendiri dapat dipakai sebagai alat untuk memecahkan masalah manusia sebagai makhluk yang berbudaya, baik dalam kedudukannya sebagai makhluk individu, sosial, maupun ciptaan Tuhan.
•Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan
•Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ).
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100:5 benar dan 100:5 salah

2. Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) .
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.

Menurut Edward Burnett Tylor, merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut seorang antropolog E.B.Taylor (1871), kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

C.Kluckhonhn mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu :
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Sistem pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa dan
7. Kesenian

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan

E. Hubungan Ilmu Budaya Dasar Dalam Kehidupan Sehari – Hari

• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan kita sebagai seorang individu, yaitu peran ilmu budaya dasar dalam hati kecil kita, pada saat kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sering kali membimbangkan kita. Ini sangat penting dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup kita.
• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan berkeluarga, yaitu bagaimana ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap kita terhadap anggota keluarga kita, bagaimana kita seharusnya bersikap agar tidak mengecewakan keluarga, terutama orang tua kita.
• Ilmu budaya dasar dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu sejauh apa ilmu budaya dasar dapat mempengaruhi sikap dan tata cara kita dalam bermasyarakat. Bila kita sudah mempunyai dasar yang kuat, dapat diyakini bahwa kita akan dapat membawa diri dalam masyarakat.

F. Tujuan IBD

Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikitan dan kemampuan kritikal terhadap masalah budaya.
suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai mahluk berbudaya (homohumanus) dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Materi ilmu budaya dari bahan pengetahuan humanniora seperti filsafat, teleologia, ilmu hokum, sejarah, bahasa, kesusastraan dan seni. Humaniora mengajarkan bahan ajaran yang mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia lebih manusiawi.
Humaniora adalah seperangkat sikap, perilaku, moral manusia terhadap sesamanya.
Humanities adalah pengetahuan kebudayaan

G. Kesimpulan


•Pengertian Ilmu Budaya Dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani ; tercakup didalamnya usaha memanusiakan diri didalam alam lingkungan, baik fisik maupun social.
•Tujuan Ilmu Budaya Dasar adalah Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama unyuk kepentingan profesi mereka.
•Ruanglingkup Ilmu Budaya Dasar adalah Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
•Urgensi Ilmu Budaya Dasar bagi Mahasiswa adalah karena ilmu ini memberi pandangan yang luas terhadap masalah-masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka tehadap persoalan-persoalan yang menyangakut kedua hal tersebut. Juga mengusahakan agar para Mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat.

H. Saran Dan Kritik

•Agar Mahasiswa/i dapat membantu perkembangan kepribadiannya sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.
•Agar Mahasiswa/i dapat menumbuhkan kepekaannya terhadap masalah – masalah dan kenyataan – kenyataan sosial yang timbul di dalam masyarakat.
•Agar Mahasiswa/i dapat memberikan pengetahuan dasar kepada masyaratakat – masyarakat awam yang belum mengenali tentang kebudayaan yang ada di Indonesia

“ Kebudayaan bukan semata-mata membicrakan mengenai kesusatraan, musik, atau bidang-bidang kesenian lainnya yang ada, melainkan sebuah harmonisasi norma-norma, kebiasaan dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat ”
Sumber: http://ferdyans.blogspot.com/2011/02/ilmu-budaya-dasar.html


Senin, 01 November 2010

tugas review gunadarma: studentsite

STUDENTSITE

sebelumnya harus login dahulu sebelum masuk situs ini, dengan link : http://studentsite.gunadarma.ac.id menggunakan nama dan password yang digunakan dalam registrasi. 

halaman login:

deskripsi umum: situs gunadarma yang satu ini berisi berbagai macam fasilitas yang membuat hidup mahasiswa gunadar  lebih baik dan mudah ^_^ hanya saja jam operasi dari layanan ini... bisa dibilang masih 60% down terus servernya. sekarang akan saya mulai dari menu utama, tampilannya akan sebagai berikut setelah login:

keterangan icon dari kiri ke kanan:
1. home ~ untuk kembali ke menu utama 
2. e-mail ~ mem view email yang masuk
3. calendar ~ melihat kalender pendidikan
4. adressbook ~ melihat contacts yang sudah di add
5. log ~ menambahkan list call, to do, dan contacts
6. file manager ~ gak tau apa gunanya.. agaknya file hosting di studentsite sudah ditiadakan
7. forum ~ masuk ke UG forum
8. bookmarks ~ bookmark yang disipan di situs ini
9. polls ~ membuat polling
10. logout ~ keluar dari akun kita


untuk menu layanan gunadarma terdiri dari menu2 untuk mengakses jadwal kuliah, email dari dosen, dan lain - lain. termasuk lomba blog dan portofolio kalian yang ada di sana.


untuk pengaturan umum kita dapat membuat profil kita sendiri seperti mengubah password dan setting2 lainnya.


untuk fitur keseluruhan memang kurang terpakai, tetapi pendaftar di UG wajib memiliki akun di sini. yang terpenting untuk mahasiswa/i hanya melihat jadwal kuliah dan lecturer messages..


 semoga review ini membantu.
 

Kamis, 28 Oktober 2010

Ilmu Sosial Dasar


Ilmu Sosial Dasar

 definisi ilmu sosial

Kelompok Ilmu yang mempelajari semua aspek kemanusiaan.
Cabang-cabang utama dari ilmu sosial adalah:

* Antropologi
* Ekonomi, yang mempelajari produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat
* Geografi
* Hukum
* Komunikasi
* Linguistik
* Pendidikan
* Politik, yang mempelajari pemerintahan sekelompok manusia (termasuk negara)
* Psikologi, yang mempelajari tingkah laku dan proses mental
* Sejarah
* Sosiologi, yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli:

1. Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

3. Soejono Sukamto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

4. William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

5. Allan Jhonson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

6. Roucek & Waren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.

7. Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.

8. Pitirim Sorokin

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

9. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

10. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

11. Max Weber

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

12. Paul B. Horton

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :

Kesimpulannya sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat.

Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.


Selain itu ada juga beberapa definisi Sosiologi di bidang pendidikan menurut para ahli:

1. F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengantata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.

2. H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology” dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.

3. Prof. DR S. Nasution,M.A., Sosiologi Pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.

4. F.G Robbins dan Brown, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

5. E.G Payne, Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.

6. Drs. Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

Sumber: yahooanswer.com


know all things know nothing

We know all things ~ we know nothing
Sekilas tentang ilmu pengetahuan
Ditinjau dari segi historis, hubungan antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dikemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya kecenderungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah (Bertens, 1987, Nuchelmans, 1982).
Lebih lanjut Nuchelmans (1982), mengemukakan bahwa dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian dapatlah dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985), yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
Dalam perkembangan lebih lanjut menurut Koento Wibisono (1999), filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar- bercabang secara subur. Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.  
Ingatkah anda akan perumpamaan “gelas setengah penuh” dan “gelas setengah kosong”? Menurut Drucker, perumpamaan ini menggambarkan dengan tepat pentingnya persepsi terhadap suatu fenomena. “Mengubah persepsi manajer dari setengah gelas penuh menjadi setengah gelas kosong”, demikian Drucker, “membuka kesempatan bagi perkembangan yang besar. Drucker memberi contoh tentang kasus Amerika. Tiga atau empat dekade belakangan ini, dunia kesehatan Amerika Serikat mengalami kemajuan pesat. Angkat kematian bayi menurun tajam. Umur hidup rata-rata orang meningkat setiap tahunnya. Banyak penyakit kanker yang berhasil disembuhkan. Walaupun begitu, masyarakat Amerika mengalami paranoia kolektif tentang kesehatan mereka. Tiba-tiba, semua orang jadi sangat khawatir dengan kondisi kesehatan mereka. Mereka khawatir terkena kanker. Semua penyakit secara langsung dikaitkan dengan kanker. Jelaslah dalam hal ini, gelas dilihat setengah kosong. Masyarakat Amerika tidak menikmati perkembangan teknologi kesehatan mereka. Mereka justru berpendapat, bahwa penyakit masih merupakan penyebab utama kematian. Menurut Drucker, situasi ini sangatlah tepat untuk memasarkan produk-produk kesehatan, seperti obat-obatan, alat-alat olahraga, dan program-program diet sehat. Pada 1983, perusahaan yang paling berkembang adalah perusahaan penjual alat-alat olahraga dalam ruangan. Perubahan persepsi tidak mengubah fakta, melainkan mengubah bagaimana fakta itu dimaknai. Perubahan makna atas fakta-fakta yang ada tersebut bisa berlangsung sangat cepat. Dulu, komputer dipandang sebagai ancaman bagi praktek bisnis. Tak sampai dua tahun, pandangan itu berubah. Komputer pun dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari praktek bisnis. Jelaslah, bahwa perubahan persepsi ini seringkali tidak bisa diukur dan ditebak. Inilah yang disebut sebagai mood pasar. “Akan tetapi”, tulis Drucker, “mood pasar bukanlah sesuatu yang misterius. Itu adalah sesuatu yang konkret, dapat dirasakan, dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kemajuan. Sumber: http://rezaantonius.multiply.com/journal/item/315 Demikian pula ada hubungannya dengan filsafat tentang air, karena gelas sebagai wadah dan air sebagai isi.. maka bisa diumpamakan sebagai berikut:
Air sumber kehidupan. Darinya segala macam kehidupan berawal dan kepadanya segala yang hidup menggantungkan kelangsungan hidupnya.. Jika kita ingin memiliki peranan penting dalam masyarakat sebagaimana air, coba kita renungkan apa yang membuatnya begitu berarti:
* Air yang mengalir dapat menyuburkan tanah sekitar, menumbuhkan tanaman dan menghasilkan buah; mengajarkan pada kita agar kita senantiasa berusaha memberikan manfaat, melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Khairu an naas anfa'uhum li an naas
* Bersih dan jernih adalah sifat air yang masih alami; melambangkan kejernihan hati, kejujuran dan keadilan
* Aliran-aliran kecil bergabung menjadi anak sungai dan akhirnya menjadi sungai besar; jika ingin berhasil, maka kita harus saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan.
* Aliran air setiap waktu berubah; mengajarkan bahwa kehidupan ini harus dinamis, selalu bergerak untuk berubah menjadi lebih baik. Jika air berhenti mengalir maka akan membusuk, demikian pula manusia harus kreatif dan inovatif jika ingin tetap eksis.
* Sungai mengalir dari atas ke bawah; melambangkan kerendahan hati dan sopan santun, orang yang di atas harus mendatangi yang di bawahnya.
* Air dengan mudah melewati bebatuan. Bila bertemu kerikil ia akan mengalir di atasnya namun bila menjumpai batu besar ia lewat di sampingnya; menggambarkan pribadi yang luwes, fleksibel, dan mudah menyesuaikan diri.
* Air mendatangkan banyak kebaikan bagi lingkungannya, tapi bila lingkungannya dirusak maka ketika hujan turun akan terjadi banjir yang menerjang segala yang dilaluinya; ada saatnya bersikap lembut namun juga ada kalanya bersifat tegas.
* Sungai menampung sampah, kaleng bekas bahkan kotoran manusia; mengajarkan kita untuk siap menerima masukan dan kritik sekalipun menyakitkan tapi harus ditanggapi dengan tenang dan obyektif.
  • Sungai yang masih alami suaranya gemericik indah; Orang yang bijak akan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan tuhannya dan dengan sesamanya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More